Posted in Friend, Life, Love, Words

Dalam Dua Puluh Dua

yellowTahun 2013 ini. Di awal-awal tahunnya terasa nano-nano. Ya, begitulah hidup. Saya rasa terlalu banyak kegalauan yang tercipta. Anak labil. –“

Dan bulan April ini, tepatnya tanggal empat belas 2013. Saya genap berusia 22 tahun. Bukan umur anak kecil lagi. Tidak terasa, semakin bertambah. Tidak muda lagi…

Terima kasih ya, Allah. Atas kesempatan hidup yang Engkau berikan kepada hambaMu ini. Dalam dua puluh dua tahun ini.

Hadiah terindah yang saya dapatkan dari Allah di dua puluh dua ini adalah keJOMBLOan saya. 🙂 Senang sekali rasanya. Walaupun sempat galau-galau tidak jelas. Ya, namanya juga manusia. Kita butuh proses untuk menjadi lebih dewasa.

orange2Ya, saya ucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah memberi pelajaran hidup kepada saya. Siapa saja. Tak terkecuali. Yang sudah buat senang, buat nangis, buat sakit, buat gemeteran, buat dagdigdug, buat senyum-senyum sendiri, dan ekspresi lainnya. Trima kasih banyak. Kalian terbaik.

Walaupun mungkin saya pernah merasa disakiti, ya mungkin orang itu kurang suka sama saya, entah salah saya di mana. Saya sudah paham akan hal itu karena kata Pak dosen saya, “Kita hidup itu, siap disuka dan dibenci sama orang.” Peristiwa itu mengajarkan saya untuk lebih ikhlas lagi. Ikhlas, ikhlas dan ikhlas. Sabar, sabar, dan sabar.

Terima kasih, bos.

Ya, saya sekarang berterima kasih banyak sama Allah. Dengan kejombloan saya, saya bisa memperbaiki diri lagi dengan lebih baik kepada Allah. Setidaknya saya bisa tetap fokus pada proposal, penelitian dan skripsi saya. 🙂

Allah memang tidak pernah tidur. Di tengah suasana yang saya alami, Allah tidak membiarkan saya harus menjadi nelangsa. Allah mengirimkan motivator-motivator terbaik saya. Iya, orang tua, dosen-dosen, dan sahabat-sahabat terbaik saya. Mereka memberikan motivasi kepada saya secara tidak langsung. Walaupun memang mereka tidak mengetahui apa yang saya rasakan sekarang ini. Perkataan mereka seakan membuka mata dan pikiran saya kalau NING, KAMU ITU HARUS LEBIH BAIK. HARUS MOVE ON. BISA KOK. Insya Allah. Saya rasa hadiah terindah untuk tahun ini dari Allah. :’)

brownisKepada keluarga dan sahabat-sahabat terbaik saya. Atas materi dan dukungannya kepada saya. Tak akan bisa tergantikan dengan apapun. 🙂

Dalam dua puluh dua ini, saya harus bisa menjadi lebih baik. Stay focus sama masa depan. Bukan cinta yang menghidupi kamu, Ning. Tapi, cita-cita. Karena cita-cita akan mendatangkan cinta yang lebih mulia dari yang kemarin. 🙂23022013(007)a

Bersabarlah, nak. Ikhlaskan hatimu. Insya Allah, Allah akan memberimu yang lebih baik dari yang kemarin. :’)

Selamat hari lahir, Nining Syafitri… Semoga mendapat yang terbaik atas izin Allah. 🙂

Terima kasih atas orang-orang yang menyayangi dan membenci saya. 🙂

Semoga kita selalu berada dalam lindunganNya. :’)

Posted in Blog, Friend, Life

Last Kopdar on April with Amel in Baubau

Well. Kemarin, 6 April 2013. Saya bertemu lagi dengan Amel. Alias kopdaran lagi. Iya. Soalnya Amel udah mau pindahan ke Jakarta untuk lanjutin studinya. Kopdaran kali ini udah yang ketiga kalinya. Setelah ini dan ini.

Dan statusnya sekarang sudah berbeda. Amel sih, bukan saya. Hahaha… Kopdaran kemarin Amel statusnya masih SINGLE dan saya juga begitu, still SINGLE. Nah, yang terakhir ini Amel udah NON SINGLE alias udah MARRIED. –” Sedangkan saya, masih tetap dengan status SINGLE. Padahal tahun kelahirannya sama. EMang ya, kalau belum ketemu jodohnya. #miris. 😀

Tapi, secara pribadi mengucapkan selamat menempuh hidup baru bersama Om Genitnya. Hmmm, pasti nyaman rasanya hidup dengan lelaki yang telah halal menjadi milik kita. *Galau nikah. 😀

Oke. Pertama, kami janjiannya setelah Maghrib. Karena saya sudah pintar bawa motor, dengan PDnya menawarkan diri untuk membonceng AMel. ALhamdulillah Amelnya mau. 😀

Eh, tau-taunya mentok habis Isya, sekitaran jam 8, soalnya motor masih dipake sama Mama Ning. Jadi ya terpaksa. Nungguin Mama pulang. So, Ning langsung ke tempatnya Amel dan go to Bukit Wantiro.

Ning pesan saraba dan Amel pesan segelas susu hangat, dengan gorengan tentunya. Suasananya gelap, karena kebetulan mati lampu. Kata penjualnya sih gak lama, tapi sampai kita pulang sekitar jam setengah 10an belum nyala-nyala lampunya. 😀 Ya, sudahlah, anggap kami sedang candle light dinner. 😀

Walaupun gelap, tapi suasananya romantis bagaimana begitu. 😀 Banyak bintang. Banyak lampu yang bisa dilihat dari jauh. Sayang, tak ada lilin. Akhirnya sebagai penerangan kami memakai lampu senter HP. 😀

Kami berbicara banyak hal sih. Dari mulai skolah, kerjaan, dan merit. 😀 Hmmm. Iri deh kalau harus bicarain hal yang terakhir. Hahaha. Gilanya wa Nining eee…

Oke. Waktunya udah mau malam banget, dan kami pun pulang. Ning belum langsung pulang ke rumah, tapi masih singgah di rumah dinas Amel. Skalian berkunjung. BElum pernah soalnya main ke sana.

Oh iya, karena di Wantiro suasanya gelap, jadi gak minat foto-foto, ya udah taking photonya di rumah Amel… Look at us…

ningamelGifo-gifoan with AMel dengan souvenir pernikahannya. Ning dapat dompet. Dua buah. AHaide. Yang satu katanya untuk Mama sih. Hehehe… Makasih ya, Mel… :* *bighug*

diksh amelsoveniramelBerhubung ke rumah Amel malam-malam, maka waktu terbatas donk pastinya. So, saya tidak bisa lama-lama. Sayang ya. Hehehe…

Oh iya. Makasih ya, Mel. Sukses untuk kuliah dan rumah tangganya. 🙂 Aamiin…

Posted in Life

Ditegur Secara Tidak Langsung

Beberapa hari ini, saya sering nongkrong di ruangan prodi saya, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Tidak sendirian, tetapi bersama junior-junior saya. Tentunya di bawah bimbingan Ibu Andi selaku TU Prodi Pend. Bhs. Inggris. Jadi, kami lebih sering menghabiskan waktu di dalam ruang prodi, sekaligus membantu Ibu Andi dalam melayani keperluan mahasiswa. Entah itu yang mau menyetor judul skripsi, menawar ataupun mendaftar ujian skripsi dan lain-lain.

 Dan tadi, kami sempat gifo-gifoan…

Taraaaa… 😀

Ning,Tia, Dianti

¤Afrylia_D8904

Dan tadi, sempat dapat ‘peringatan secara tidak langsung’. Berkaitan dengan agama dan pendidikan. Untuk saya secara pribadi. :'( Tapi, tak apalah. Mungkin merupakan sebagai bentuk teguran juga agar menjadi lebih baik lagi.

Sempat ada dua dosen berbincang-bincang dan berbicara mengenai shalat. Dan saya sempat tertuju menjadi objek. Kata beliau, saya itu shalat tapi tunda-tunda. Kelihatan dari raut wajahnya. **Huaaaa. >.< Bisa ditahu.

Melanjutkan perbincangannya, beliau bilang orang yang shalat dan tidak shalat saja bisa ditahu. Kentara sekali. Kok saya gak tahu yang kayak begituan?

Huihh, pas dikasih tahu seperti tadi, langsung kayak dapat sambaran petir. Iya. Benar juga sih. Saya salah. Mengaku salah. Masih belum kaffah menjalankan perintahNya. Tapi, saya akan berusaha menyempurnakannya. Hmm. Semangat!!!

Nah, yang tadi tentang agama. Sekarang, ilmu yang sudah saya peroleh giliran yang diuji. Ada dosen yang memanggil saya, disuruh translate apa artinya, beliau lagi main sinonim-sinonim kata begitu, semacam aplikasi vocab bahasa Inggris. Kalau tidak salah ingat kata, ‘vindicate’ dan ‘scarce’. Tedeng tedenggg… Jujur, saya belum pernah melihat kata-kata tersebut. Ya, salah saya sendiri sih sebenarnya. Tidak pernah lagi memperkaya diri dengan kosakata baru. 🙁 Langsung dibilang ‘anak bahasa Inggris kok gak tahu artinya.’ *Huhuhu, Pak. Saya tidak pintar kasian. Saya masih kurang belajar.

Huaaaa… Hari ini semacam dapat teguran secara tidak langsung. Tentang agama saya dan ilmu jurusan saya. Akhirnya, saya banyakan diam tadi di ruangan. Saya malu. 🙁

Gimana gak. Ehehe. Ternyata, saya masih banyak kurangnya daripada lebihnya. Diakibatkan kesalahan saya juga. Dari dalam diri aja yang belum beres.

Hemmmmmmmm… Pokoknya SEMANGAT… Anggap semua ini cambukan untuk menjadi lebih baik. Yaa, saya juga berterima kasih atas hari ini. Kalau gak, saya juga tidak bakalan sadar-sadar kalau Ning sekarang posisinya kamu seperti ini. Mesti banyak-banyak belajar.

Memang ya, sesempurna-sempurnanya manusia, pasti masih ada saja yang belum sempurna. Percuma cantik kalau shalatnya belum sempurna. Update status di akun FB saya. Nyindir diri sendiri. 🙂 *Hello, Ningnoongg.. Lo cantik? Ahahayy. PDnyaaaaaaa…. 😀

Semangat.

Trima kasih Allah atas tegurannya. Mohon ampun. -__-

Allah, semoga kami semua menjadi lebih baik.

Posted in Blog, English

Berapa Apa Lagi & RockTheory

Ok, this post will tell about the giveaway and I’s the winner of that.
Hehehe. I’s the winner because only me that joined in that GA. Wonderful, because it was my first time to join in a GA and the participant is only me. No others.

A giveaway that be held by Mas Ahmad Fauzan, here. Actually, I didn’t know, but he told me that there was a GA in his blog by blogwalking on my blog. So, I visited there and it’s right. By the accident, it’s about reading a poetry and I was very interested with that. I wanna I wanna.

For some days, I found the right time to read the poetry because I needed a quiet place and no one can hear me when I had to read the poetry.

The title of poetry is ‘Berapa Apa Lagi?’ That’s nice and sad poetry. Oke, maybe you should read the poetry.

berapa banyak yang kau ketahui tentang hari-hariku?
dimana detik sebegitu pentingnya untuk dihitung
juga mili per mili
melulu menyibukkan
 
dan berapa jauh kah langkahmu?
dari tempat semula kita berpisah
mungkin membelakangi – mungkin beriringan
tegak lurus atau hanya bersimpangan?
 
berapa jumlah – entah matahari terbit
entah bulan bulat penuh
atau kembang api besar sekedar memendar –
yang kau tunggu
hingga keputusanmu terbit;
bulat penuh;
atau hanya sekedar memendar?
 
juga
berapa kelopak bunga yang kau habiskan?
untuk menggugurkan ‘tetap tinggal’ dan memilih ‘pergi’
tanpa batas waktu
tanpa kelopak tambahan tentu
 
berapa banyak lagi?
airmata yang harus tumpah
dari sumber yang belum pernah kering
untuk berapapun jauhnya langkah
berapapun banyaknya ‘entah’
dan berapapun kelopak bunga yang harus patah
 
 
berapa apa lagi?
 
 
Timika, 8 Oktober 2012

 

When I read this poetry, I feel ‘WOW’. Sad and touching. I can feel that how pain when someone must make decision to choose LEAVE from us. 😀 And I can’t think that this poetry will be a reality in my condition right now. Great!!! This poetry is in me. But, I mustn’t be down. Proposal and thesis are in front of you, Ning!!! *Hmmm. Curcol lageee… Sorry, reader… Hehehe… 🙂

 

On February 1st, 2013, A. Fauzan posted about the list of participant the GA. I read, I was still the first participant. And you can hear my voice here. Hehehe. But, the voice of the owner is better, I think. Check this out here.

 

And on February 13th, 2013. He told me that I was a winner. Hahaha… It happened because of the participant, I was the only one. 😀

For the gift, it was a T-Shirt from RockTheory. I was given a chance to choose a T-Shirt that I want. Awesome!!! 🙂 It meant that I would get the free T-Shirt. Hehehe… Thanks, brother. 🙂

 

Finally, the gift came. On March 4th, 2013. Ye ye ye ye… RockTheory from Kk Ahmad Fauzan.

 

04032013(002)

Taraaaa…

 

04032013(003)

Actually, this RockTheory, I will give it for someone. I have promised to him. But, because of a reason, I won’t and I can’t. Hehehe. 😀 I broke the promise. No problem. It is not important also for him. He can forget it easily. Sorry, bro. I have a prerogative for this. 😀

11032013(002)

Narsis sedikit, gpp toh? :D
Narsis sedikit, gpp toh? 😀

Once more again, thanks Kk Ahmad Fauzan for RockTheory-nya and the nice poetry. 🙂

Posted in Life, Love

Alhamdulillah Allah. Akhirnya.

Harus diakui kalau suasana tengah malam seperti ini adalah suasana yang paling tenang untuk menulis hal-hal yang ingin dikatakan. Tidak untuk menghina dia, memaki dia, dan mengintimidasi dia. Bukan itu. Saya masih punya iman dan berpikir beribu-ribu kali untuk melakukan hal-hal tersebut.

Saya cuma ingin mengucapkan terima kasih syukur alhamdulillah kepada Allah. Karena dengan Dia beri petunjuk kepada saya malam kemarin, saya bisa mengambil keputusan secara bulat penuh tanpa ada perasaan bersalah kepadanya, tanpa saya harus menyakitinya. 🙂

Ini semua di luar dugaan. Tapi, berita yang sangat menyenangkan untuk ditunggu-tunggu. Terima kasih ya Allah. Akhirnya saya mencoba untuk berjalan di jalanMu dengan penuh keikhlasan. Setidaknya laranganMu ini sudah bisa saya hindari.

Postingan saya kali ini, memang adalah curhatan. Tapi, ini sangat berarti sekali. Tanpa ini, saya malah kelihatan introvert. Pikiran ini bakalan mengendap begitu saja sehingga menutup kreativitas saya. Saya butuh menulis. Di blog, bukan di diary.

Skali lagi, di sini, saya tidak ingin mencerca orang. Cuma ingin memberi selamat.

Selamat kepada dia. Semoga bahagia dan langgeng. 🙂

Trima kasih atas kerjasamanya selama ini.

Tidak akan ada dendam. Hanya keikhlasan untuk tetap menjalani hidup, apapun perwujudannya. Karena semua ini rahasia Allah SWT. kepada umatNya.

*Allah, trima kasih Engkau sudah membuka mata dan hatiku lebar-lebar secara sadar, nyata, dan jelas untuk hal ini. Semoga kami semua diberi anugerahMu. Aamiin. 

Posted in English, Life, Love, Place

English in Me

When I was in Junior High School at first class, I knew nothing about English. I’s blind of it. I felt like a stupid student. I was very jealous to my classmates. They had known it. I still remember when there was English subject, we were asked to write a sentence by using Simple Present Tense form by our teacher. Every my classmate could do well, and me, nothing. I was always wrong and wrong. It made me bad. I didn’t like my condition like that. So, I asked to my parents to give me chance for joining in an English Course.

google.com

My first English course was in KECC (Kendari English Conversation Course). It’s located before Laelangi Market. I joint there for 6 months. Then, I felt rather good for learning English. Then, when I was in the top class at junior high school, I tried again to join in an English course because some of my friends joined there. So, I followed them. I joint in BEC (Buton English Course) at February 2nd, 2006 and the course principal was H. Ld. Abd. Azis Hasim, S.Pd., M.Sc. till I was in Senior High School at 2009. For 3 years. But maybe, I am not good enough yet in learning English.

I like my last English Course, BEC. The condition was very different with English course before. When I joint in BEC, I felt I had nothing yet. My friends were very fluent to say English sentences and I couldn’t do anything. Just could look them, I was very surprised. Although I had joint in an English course before, I felt I didn’t have anything. My English was very weak.  But my vocabularies were good enough.

My first teacher was Mr. Acho. He was clever. He was Mr. Azis’ assistant to teach student in BEC because he could teach well. I liked him. I liked his teaching. I didn’t know how Mr. Azis as the owner that course was. I never looked him. Until one time, he changed Mr. Acho to teach us. First, I didn’t like if Mr. Azis taught us because that was my first time to meet him face to face. I felt afraid when I must be taught by him. I didn’t know I did like that. But, when he started to teach us, I felt happiness, I could laugh together with him and my friends. I felt  very happy. He taught us with love. He taught us with a joke but serious. Mr. Azis is very kind. He gave me inspiration to be a good human by his story life. Everything is very precious for me. His laughing is very beautiful. I can never forget it. I am very happy and lucky to be his student.

Mr. Azis has given me a motivation to be a good man in learning English.

google.com

And I will try to improve my English because I want to be like him. I missed everything when he taught us. He always begins a lesson with smile and happiness. I miss him so much. I miss his smile. I miss his laughing and I miss his teaching. No one can change him. He is one of the best English teachers that I have. I just hope, one time he can be proud to me because he had had a student like me. Mr. Azis, I am thankful for you. Because of you, I can be like this now. I will never forget your smile, your spirit, your laughing, and everything. I miss you so much. I want to be able to have the experience again like in the past time.

Baubau, 1st May 2010

Posted in English, Life, Love, Place

English in Me

When I was in Junior High School at first class, I knew nothing about English. I’s blind of it. I felt like a stupid student. I was very jealous to my classmates. They had known it. I still remember when there was English subject, we were asked to write a sentence by using Simple Present Tense form by our teacher. Every my classmate could do well, and me, nothing. I was always wrong and wrong. It made me bad. I didn’t like my condition like that. So, I asked to my parents to give me chance for joining in an English Course.

google.com

My first English course was in KECC (Kendari English Conversation Course). It’s located before Laelangi Market. I joint there for 6 months. Then, I felt rather good for learning English. Then, when I was in the top class at junior high school, I tried again to join in an English course because some of my friends joined there. So, I followed them. I joint in BEC (Buton English Course) at February 2nd, 2006 and the course principal was H. Ld. Abd. Azis Hasim, S.Pd., M.Sc. till I was in Senior High School at 2009. For 3 years. But maybe, I am not good enough yet in learning English.

I like my last English Course, BEC. The condition was very different with English course before. When I joint in BEC, I felt I had nothing yet. My friends were very fluent to say English sentences and I couldn’t do anything. Just could look them, I was very surprised. Although I had joint in an English course before, I felt I didn’t have anything. My English was very weak.  But my vocabularies were good enough.

My first teacher was Mr. Acho. He was clever. He was Mr. Azis’ assistant to teach student in BEC because he could teach well. I liked him. I liked his teaching. I didn’t know how Mr. Azis as the owner that course was. I never looked him. Until one time, he changed Mr. Acho to teach us. First, I didn’t like if Mr. Azis taught us because that was my first time to meet him face to face. I felt afraid when I must be taught by him. I didn’t know I did like that. But, when he started to teach us, I felt happiness, I could laugh together with him and my friends. I felt  very happy. He taught us with love. He taught us with a joke but serious. Mr. Azis is very kind. He gave me inspiration to be a good human by his story life. Everything is very precious for me. His laughing is very beautiful. I can never forget it. I am very happy and lucky to be his student.

Mr. Azis has given me a motivation to be a good man in learning English.

google.com

And I will try to improve my English because I want to be like him. I missed everything when he taught us. He always begins a lesson with smile and happiness. I miss him so much. I miss his smile. I miss his laughing and I miss his teaching. No one can change him. He is one of the best English teachers that I have. I just hope, one time he can be proud to me because he had had a student like me. Mr. Azis, I am thankful for you. Because of you, I can be like this now. I will never forget your smile, your spirit, your laughing, and everything. I miss you so much. I want to be able to have the experience again like in the past time.

Baubau, 1st May 2010

Posted in Life, Love

Kedamaian Hati

Ketika hati menginginkan kedamaian yang tercipta di dalam diri. Ingin sekali menjadi bahagia sebahagia-bahagianya. Bukan karena tidak bersyukur, bukan karena sekarang tidak bahagia, tapi alam belum mendukungnya sepenuh hati. Masih ada sisi-sisi yang tertahan dari tiap sudut jiwa. Hingga perasaan ini serasa memiliki beban. Yah, untuk tidak menjadi gembira ataupun sedih.

google.com

Sekarang telah mulai terasa berbeda. Dan saya harus bisa beradaptasi dengan segala perubahan ini. Entah siapa yang salah. Apa mungkin saya lagi yang menjadi yang disalahkan? Sementara tidak ada seorang pun yang menyatakan pernyataan kalau saya adalah kesalahan. Hati ini semakin tidak jelas. Mulai tidak terbiasa dengan keadaan yang benar-benar terbalik dari sebelumnya. Kenapa demikian? Adakah yang salah dari cerita selama setahun ini? Atau telah berkurang rasa itu?

Saya memang tidak bisa memendam apa yang tersimpan dalam perasaan ini. Kedamaian hati ini pun akan semakin terusik. Raga ini akan semakin bergetar seiring isak tangis yang memecah kesunyian jiwa pemuja ketenangan.

Saya selalu memanjatkan do’a kepada Sang Pencipta agar hati ini ditenangkan selama terjadi perubahan situasi yang semoga hanya sementara.

Saya percaya sepenggal kalimat dari dosen saya, Ibu Nani Cahyani, “Believe and just believe in your dream then let God works perfectly to make all possible.” Hanya dengan sebuah kepercayaan semuanya akan tercipta. Percaya kepada Allah bahwa semuanya akan baik-baik saja dengan segala kebaikan yang kita kerjakan.

Terima kasih untuk pengertian dan kepercayaannya. Tidak sedikit terdengar suara sumbang yang hampir melemahkan kepercayaan ini. Banyak hal yang mampu meruntuhkan. Namun masih bisa bertahan. Karena kepercayaan ini. Kepercayaan yang dapat menawarkan kedamaian hati tiada batas.

Allah, kepadaMu aku tercipta. KepadaMu aku kembali. Karena hanya denganMu, kedamaian hati sesungguhnya itu ada.

Posted in Life, Love

Kedamaian Hati

Ketika hati menginginkan kedamaian yang tercipta di dalam diri. Ingin sekali menjadi bahagia sebahagia-bahagianya. Bukan karena tidak bersyukur, bukan karena sekarang tidak bahagia, tapi alam belum mendukungnya sepenuh hati. Masih ada sisi-sisi yang tertahan dari tiap sudut jiwa. Hingga perasaan ini serasa memiliki beban. Yah, untuk tidak menjadi gembira ataupun sedih.

google.com

Sekarang telah mulai terasa berbeda. Dan saya harus bisa beradaptasi dengan segala perubahan ini. Entah siapa yang salah. Apa mungkin saya lagi yang menjadi yang disalahkan? Sementara tidak ada seorang pun yang menyatakan pernyataan kalau saya adalah kesalahan. Hati ini semakin tidak jelas. Mulai tidak terbiasa dengan keadaan yang benar-benar terbalik dari sebelumnya. Kenapa demikian? Adakah yang salah dari cerita selama setahun ini? Atau telah berkurang rasa itu?

Saya memang tidak bisa memendam apa yang tersimpan dalam perasaan ini. Kedamaian hati ini pun akan semakin terusik. Raga ini akan semakin bergetar seiring isak tangis yang memecah kesunyian jiwa pemuja ketenangan.

Saya selalu memanjatkan do’a kepada Sang Pencipta agar hati ini ditenangkan selama terjadi perubahan situasi yang semoga hanya sementara.

Saya percaya sepenggal kalimat dari dosen saya, Ibu Nani Cahyani, “Believe and just believe in your dream then let God works perfectly to make all possible.” Hanya dengan sebuah kepercayaan semuanya akan tercipta. Percaya kepada Allah bahwa semuanya akan baik-baik saja dengan segala kebaikan yang kita kerjakan.

Terima kasih untuk pengertian dan kepercayaannya. Tidak sedikit terdengar suara sumbang yang hampir melemahkan kepercayaan ini. Banyak hal yang mampu meruntuhkan. Namun masih bisa bertahan. Karena kepercayaan ini. Kepercayaan yang dapat menawarkan kedamaian hati tiada batas.

Allah, kepadaMu aku tercipta. KepadaMu aku kembali. Karena hanya denganMu, kedamaian hati sesungguhnya itu ada.

Posted in English, Life

The Suffering for Future

google.com
google.com

Okay. I don’t want to start this post with a complaint. Let’s start with a smile. Give a big smile to other people. Cheeeeeeeeeeeeeeeerrrsss!!! 🙂

This 2 Februari 2013, all day I am at home. I don’t try to go anywhere. Just focus on my proposal. How I arrange and make it by my self. Sometimes, I feel envy with my friends in other faculty. They have registered themselves for the proposal examination. You know that? It is one of a good steps again to achieve the dream. Yup, a big dream.

I’m trying to steal time for arranging my proposal, little by little. I can say that I can do nothing yet. >.< And I hate that. This struggle takes my time so much.

Maybe, today I lost the time for my family, friends, and bf. But, it’s OK. I’m sincere if I have to sacrifice my time to my proposal (red: my future). I will accept all the consequences. Hope they understand with my condition now.

*Don’t force me to follow what you want if I can’t be with you.*

May it starts as suffering, but in the end, it will be rewarded with a happiness.
Aamiin Ya Rabb.

Hwaitinggg!!! Mangatseee!!!
Hwaitinggg!!! Mangatseee!!!