Allah, thanks a lot for all that happen to me. :’)
I regard those all are as my important experiences for my life in the future. Yaps, to face all problems, I must do it calmly, full of wisdom, long-term thinking. Also, don’t forget to pray to Allah, so He can give the best way to get the right something for life.
Tear and pain are parts of the past and I have let it all go willingly. I believe that was not a misfortune, but a fortune. Do you know why?Β Because Allah has shown me the right decision to be better, (if I want to change my life better.) π
Many times I try to move on. Try, try, try, and believe I can. There are many changes I get after that moment happened. Allah started to give me something unexpectedly.
This feeling problem doesn’t have a book, a dictionary, and a library. We can’t find the solution in those sources. But, when we try to share to people we believe, they can help us to show what we must do. Of course, for our goodness. Thank for my best friends that want to fulfill my life, that always make me smile, laugh and believe everything will run well. π I love you, guys.
I feel that the love of Allah for me is unlimited, I feel Allah hugs me so deep until I am speechless. I can say nothing for Him. His mercy is sooooo abundant. :’) Whereas, how am I? What have I done to Him? I’m not good yet as His servant. I need more improvement in my personality. Allah, forgive me for all my fault, my sins, please. π
Now, I try to enjoy what I have been having now. My family, friends, my great teachers, my job and my responsibility.
One time, Allah will give the best one when I improve my personality better than yesterday. Just believing Allah for all His power.
Thanks for Your love, thanks for Your hug, thanks for Your mercy, Allah. At least, it can change my life more colorful. I will try to be a good girl.
Mario Teguh said that:
This beauty of life is your decision.
Your anger and sadness may not be longer than your happiness.
After graduation in English Education. Actually, there are many jobs that can be offered to us. Certain people have seen us when we’re still a student. They know our ability. So, don’t be surprised if they call you for doing a good job, like teaching. π For still being a student, you should increase your ability more, make your self having a good behavior, and Allah will open His good way for you to get the great future.
Okay. Talking about teaching, besides teaching in campus, I’m also as a teacher in one of courses, namely Roebel El-Farooq at Jalan Kelapa, near the police office. I was contacted by Miss Winda (My senior in campus, sstt, she is great in English π). And seemingly, the head of that course is my senior in Elementary School in SDN 2 Nganganaumala, her name is Kaka Anggun. How surprised I am. I’ve known her. She is well-known because she is smart. π
With one of students, Fifin. π
I was accepted as an English teacher on November 11th, 2013. I started to teach the students in Teens Corner Class C. I have about 13 students now. First, I felt little stiff because I didn’t know what I could teach them well or not.
But, day by day, I start to enjoy this activity. I like the students. Their laugh, smiles, and behaviors make me more understand how we should teach them as a teenager. They need more love. π
In teaching, we need more patience to face them. We must understand their willing to play all the time, but we must be smart to manage the class, in order to they can learn English happily. π
I’m always happy for giving them a smile. But, I give information to my students, you must have self confidence. You believe that you also can do the best such other students. You have a great potency. So, you must study hard. It will be easy when you try to study seriously. Okay?
Outing Class at BRI Park, 01 Dec. 2013
π Thanks my great students. I promise, Insya Allah I’ll give the best to teach you in English.
Oke. Mungkin kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman hari ini ketika mengajar di kelas untuk suatu mata kuliah. Baru saja selesai.
Ini hari sangat menyenangkan. Saya memperoleh pelajaran hidup yang tidak ternilai harganya, boleh dikatakan mungkin akan menjadikan pembelajaran diri untuk lebih dewasa. Dan saya harus menyadari bahwa apa yang dikatakan Pak Supardi kemarin-kemarin BENAR. “Kita hidup ini siap disuka dan siap dibenci.”
Saya pikir semua pekerjaan itu tidak ada yang sulit dan tidak ada yang mudah. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan, kemudahan dan kesulitannya masing-masing. Termasuk menjadi seorang pengajar. Yang mengabdikan diri sebagai seseorang yang memiliki niat untuk memberikan apa yang ditahu kepada peserta didik. Demi kelangsungan hidup pengajarnya juga demi masa depan peserta didik itu sendiri.
Seorang pengajar dalam melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) membutuhkan sebuah metode mengajar, lebih-lebih penguasaan kelas yang baik, juga Interaksi antara pengajar dan anak didik pun harus selaras alias harus saling mendukung. Sehingga PBM akan berjalan dengan sangat baik dan mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri.
Seorang pengajar dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada di dalam diri, selalu saja memiliki peserta didik yang disenangi dan tidak disenangi, tergantung sikap mereka sebagai peserta didik ke pengajar. Peserta didik pun memiliki sifat yang sama. Ada yang memiliki pengajar yang disenangi dan tidak disenangi. Entah karena sifat atau metode pembelajaran yang kurang menarik, atau apa saja yang mendukung faktor kesenangan dan ketidaksenangan tersebut.
Dan hari ini, saya benar-benar mengerti, “Kita hidup ini siap dibenci dan siap disuka.” Mengubah seseorang yang membenci kita untuk menyenangi kita pun tidak mungkin. Dan nampaknya kita membutuhkan kebijaksanaan diri untuk menghadapi hal yang demikian.
Terkhusus kepada seseorang yang telah memberikan saya pelajaran hidup hari ini, terima kasih banyak untuk perlakuannya. Semua yang terjadi di kelas hari ini menjadikan saya lebih dewasa dalam bersikap. Terima kasih banyak.
Teruntuk kalian di kelas, belajar yang baik dan sepandai apapun kamu, ketika akhlak kalian tidak baik, maka hasilnya pun akan menjadi nol. Saya yakin kalian adalah mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi di dalam bidang intelektual maupun spiritual. π
Oke. Mungkin kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman hari ini ketika mengajar di kelas untuk suatu mata kuliah. Baru saja selesai.
Ini hari sangat menyenangkan. Saya memperoleh pelajaran hidup yang tidak ternilai harganya, boleh dikatakan mungkin akan menjadikan pembelajaran diri untuk lebih dewasa. Dan saya harus menyadari bahwa apa yang dikatakan Pak Supardi kemarin-kemarin BENAR. “Kita hidup ini siap disuka dan siap dibenci.”
Saya pikir semua pekerjaan itu tidak ada yang sulit dan tidak ada yang mudah. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan, kemudahan dan kesulitannya masing-masing. Termasuk menjadi seorang pengajar. Yang mengabdikan diri sebagai seseorang yang memiliki niat untuk memberikan apa yang ditahu kepada peserta didik. Demi kelangsungan hidup pengajarnya juga demi masa depan peserta didik itu sendiri.
Seorang pengajar dalam melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) membutuhkan sebuah metode mengajar, lebih-lebih penguasaan kelas yang baik, juga Interaksi antara pengajar dan anak didik pun harus selaras alias harus saling mendukung. Sehingga PBM akan berjalan dengan sangat baik dan mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri.
Seorang pengajar dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada di dalam diri, selalu saja memiliki peserta didik yang disenangi dan tidak disenangi, tergantung sikap mereka sebagai peserta didik ke pengajar. Peserta didik pun memiliki sifat yang sama. Ada yang memiliki pengajar yang disenangi dan tidak disenangi. Entah karena sifat atau metode pembelajaran yang kurang menarik, atau apa saja yang mendukung faktor kesenangan dan ketidaksenangan tersebut.
Dan hari ini, saya benar-benar mengerti, “Kita hidup ini siap dibenci dan siap disuka.” Mengubah seseorang yang membenci kita untuk menyenangi kita pun tidak mungkin. Dan nampaknya kita membutuhkan kebijaksanaan diri untuk menghadapi hal yang demikian.
Terkhusus kepada seseorang yang telah memberikan saya pelajaran hidup hari ini, terima kasih banyak untuk perlakuannya. Semua yang terjadi di kelas hari ini menjadikan saya lebih dewasa dalam bersikap. Terima kasih banyak.
Teruntuk kalian di kelas, belajar yang baik dan sepandai apapun kamu, ketika akhlak kalian tidak baik, maka hasilnya pun akan menjadi nol. Saya yakin kalian adalah mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi di dalam bidang intelektual maupun spiritual. π
Wisuda Sarjana ke-28 dan Pascasarjana ke-8 Unidayan Baubau
Alhamdulillah. Alhamdulillah. Terima kasih, Allah, untuk segala kemudahan dan kelancaran aktivitas yang Engkau berikan, hingga akhirnya acara Wisuda Sarjana ke-28 dan Pascasarjana ke-8 Universitas Dayanu Ikhsanuddin, yang bertempat di Baruga La Ode Malim, 28 Oktober 2013, dapat terlaksana juga. Dengan jumlah wisudawan sebanyak 808 orang. π Acara dilaksanakan dari pukul 08.00 WITA hingga 14.20 WITA. Walaupun tadi ada sedikit ketidakstabilan listrik, tapi akhirnya acara bisa berjalan dengan baik. Trima kasih, Allah.
Setelah melaksanakan Yudisium tanggal 21 September 2013 kemarin (Khusus FKIP Prodi Pend. B.Inggris Gelombang I), saya dan teman-teman di semua fakultas dapat merayakan Wisuda hari ini, 28 Oktober 2013. Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Subhanallah. Semangat, kawan. Mari kita menjadi generasi muda yang berkualitas bagi bangsa.
Ibu Prof.Dr.Ir.Hj. Andi Niartiningsih,M.P Source: http://www.kopertis9.or.id
Wisuda ini pun dihadiri oleh Koordinator Kopertis Wilayah IX, IbuProf. Dr. Ir. Hj. Andi Niartiningsih, M.P,. Dalam menyampaikan sambutannya, ada beberapa kalimat yang saya tangkap ketika Beliau mengkhususkan kata-kata tersebut untuk para wisudawan. Beliau mengatakan bahwa:
– Semua yang kita capai membutuhkan kerja keras, fokus dan prima.
– Harus dapat membangun softskill, kemampuan berkomunikasi secara interpersonal dan intrapersonal dengan baik.
– Harus ada prioritas dalam hidup.
– Tidak akan ada artinya ketika memiliki IP tinggi namun tidak memiliki nilai tinggi dalam softskill. Karena yang terpenting dalam hidup ini adalah akhlak.
– Harus dapat mengubah mindset bahwa ketika lulus menjadi seorang sarjana, pekerjaan yang ideal itu yang berorientasi PNS. *bukan maksud untuk menyampingkan PNS itu sendiri* Namun, melihat kondisi yang ada, apa salahnya memiliki pekerjaan yang memiliki unsur enterpreneurshipnya.
– Harus bisa bersaing di masa mendatang karena kita akan bersaing dengan bangsa lain. Kata Beliau, negara-negara tetangga, seperti Thailand dan Laos, telah melaksanakan program kursus Bahasa Indonesia bagi para tenaga kerja. Do you know what the meaning is? Mereka mau datang ke Indonesia karena melihat potensi sumber daya Indonesia yang bagus. Semoga saja kita tidak dijajah di dalam negeri sendiri. Olehnya itu, mari kawan-kawan, tingkatkan kualitas kemampuan diri untuk tetap mempertahankan Indonesia dengan meningkatkan SDM dan mengelola SDA kita dengan penuh rasa tanggung jawab.
Rektor Unidayan Bapak Laode Muhammad Arsal, S.Sos, M.Si.
Juga sambutan yang dibawakan oleh Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Bapak Laode Muhammad Arsal, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, Beliau mengatakan bahwa dalam melakukan segala sesuatu yang tujuannya untuk kebaikan diri, jika ikhlas dan sungguh-sungguh maka hasilnya pun akan baik. Kejujuran itu utama. Mengabdi dengan cara yang baik, bukan dengan cara yang salah. Demikian pula sambutan yang dibawakan oleh yang mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara, Sekretaris Daerah Prov. Sultra. Wisuda. Menjadi seorang sarjana. Merupakan awal meniti karir di masa depan. π Semoga kita semua bisa mempertanggungjawabkan dasar keilmuan yang kita miliki di kehidupan masyarakat. Aamiin.
Dalam pelaksanaan acaranya, saya juga menghaturkan rasa bangga terhadap UPS (Unidayan Paduan Suara). Suara kalian hebat-hebat. π Terima kasih telah menjadi pelengkap acara wisuda kami, sehingga berjalan dengan sangat berwarna ketika kalian bernyanyi. π I like it. Sukses terus untuk UPS.
Ning Syafitri
Dalam wisuda sarjana kali ini, saya mendapat nomor urut 282. Menurut saya, nomor ini adalah sejarah. Jika saya mereka-reka, 282. Angka 28 merupakan angka yang merujuk pada Wisuda Sarjana yang ke-28. Dan angka 2, merujuk pada …. Ah, sudahlah. Tidak usah dijelaskan. Hehehe.
Yang intinya, di dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada pihak-pihak yang turut berperan penting dalam perkembangan saya hingga menjadi seorang wisudawan. Terima kasih untuk kepercayaan, pembelajaran, nasehat, teguran, dan senyuman ketulusannya. :’)
Semoga kami, para wisudawan, dapat membawa nama baik, tetap setia dan berbakti kepada almamater, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, selayaknya janji alumni yang kami telah ucapkan tadi siang.
Selamat bagi para wisudawan! Sukses selalu. Semoga Allah selalu memberikan kebaikan jalan untuk masa depan kita. Aamiin.
Wisuda Sarjana ke-28 dan Pascasarjana ke-8 Unidayan Baubau
Alhamdulillah. Alhamdulillah. Terima kasih, Allah, untuk segala kemudahan dan kelancaran aktivitas yang Engkau berikan, hingga akhirnya acara Wisuda Sarjana ke-28 dan Pascasarjana ke-8 Universitas Dayanu Ikhsanuddin, yang bertempat di Baruga La Ode Malim, 28 Oktober 2013, dapat terlaksana juga. Dengan jumlah wisudawan sebanyak 808 orang. π Acara dilaksanakan dari pukul 08.00 WITA hingga 14.20 WITA. Walaupun tadi ada sedikit ketidakstabilan listrik, tapi akhirnya acara bisa berjalan dengan baik. Trima kasih, Allah.
Setelah melaksanakan Yudisium tanggal 21 September 2013 kemarin (Khusus FKIP Prodi Pend. B.Inggris Gelombang I), saya dan teman-teman di semua fakultas dapat merayakan Wisuda hari ini, 28 Oktober 2013. Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Subhanallah. Semangat, kawan. Mari kita menjadi generasi muda yang berkualitas bagi bangsa.
Ibu Prof.Dr.Ir.Hj. Andi Niartiningsih,M.P Source: http://www.kopertis9.or.id
Wisuda ini pun dihadiri oleh Koordinator Kopertis Wilayah IX, IbuProf. Dr. Ir. Hj. Andi Niartiningsih, M.P,. Dalam menyampaikan sambutannya, ada beberapa kalimat yang saya tangkap ketika Beliau mengkhususkan kata-kata tersebut untuk para wisudawan. Beliau mengatakan bahwa:
– Semua yang kita capai membutuhkan kerja keras, fokus dan prima.
– Harus dapat membangun softskill, kemampuan berkomunikasi secara interpersonal dan intrapersonal dengan baik.
– Harus ada prioritas dalam hidup.
– Tidak akan ada artinya ketika memiliki IP tinggi namun tidak memiliki nilai tinggi dalam softskill. Karena yang terpenting dalam hidup ini adalah akhlak.
– Harus dapat mengubah mindset bahwa ketika lulus menjadi seorang sarjana, pekerjaan yang ideal itu yang berorientasi PNS. *bukan maksud untuk menyampingkan PNS itu sendiri* Namun, melihat kondisi yang ada, apa salahnya memiliki pekerjaan yang memiliki unsur enterpreneurshipnya.
– Harus bisa bersaing di masa mendatang karena kita akan bersaing dengan bangsa lain. Kata Beliau, negara-negara tetangga, seperti Thailand dan Laos, telah melaksanakan program kursus Bahasa Indonesia bagi para tenaga kerja. Do you know what the meaning is? Mereka mau datang ke Indonesia karena melihat potensi sumber daya Indonesia yang bagus. Semoga saja kita tidak dijajah di dalam negeri sendiri. Olehnya itu, mari kawan-kawan, tingkatkan kualitas kemampuan diri untuk tetap mempertahankan Indonesia dengan meningkatkan SDM dan mengelola SDA kita dengan penuh rasa tanggung jawab.
Rektor Unidayan Bapak Laode Muhammad Arsal, S.Sos, M.Si.
Juga sambutan yang dibawakan oleh Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Bapak Laode Muhammad Arsal, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, Beliau mengatakan bahwa dalam melakukan segala sesuatu yang tujuannya untuk kebaikan diri, jika ikhlas dan sungguh-sungguh maka hasilnya pun akan baik. Kejujuran itu utama. Mengabdi dengan cara yang baik, bukan dengan cara yang salah. Demikian pula sambutan yang dibawakan oleh yang mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara, Sekretaris Daerah Prov. Sultra. Wisuda. Menjadi seorang sarjana. Merupakan awal meniti karir di masa depan. π Semoga kita semua bisa mempertanggungjawabkan dasar keilmuan yang kita miliki di kehidupan masyarakat. Aamiin.
Dalam pelaksanaan acaranya, saya juga menghaturkan rasa bangga terhadap UPS (Unidayan Paduan Suara). Suara kalian hebat-hebat. π Terima kasih telah menjadi pelengkap acara wisuda kami, sehingga berjalan dengan sangat berwarna ketika kalian bernyanyi. π I like it. Sukses terus untuk UPS.
Ning Syafitri
Dalam wisuda sarjana kali ini, saya mendapat nomor urut 282. Menurut saya, nomor ini adalah sejarah. Jika saya mereka-reka, 282. Angka 28 merupakan angka yang merujuk pada Wisuda Sarjana yang ke-28. Dan angka 2, merujuk pada …. Ah, sudahlah. Tidak usah dijelaskan. Hehehe.
Yang intinya, di dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada pihak-pihak yang turut berperan penting dalam perkembangan saya hingga menjadi seorang wisudawan. Terima kasih untuk kepercayaan, pembelajaran, nasehat, teguran, dan senyuman ketulusannya. :’)
Semoga kami, para wisudawan, dapat membawa nama baik, tetap setia dan berbakti kepada almamater, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, selayaknya janji alumni yang kami telah ucapkan tadi siang.
Selamat bagi para wisudawan! Sukses selalu. Semoga Allah selalu memberikan kebaikan jalan untuk masa depan kita. Aamiin.
Hi, blog. How’s your day? I miss you a lot. I miss writing something here. The business in my real life needs my important attention. Sure, I do miss you. :'( I can’t write regularly in recent days. Thanks so much for your patience to wait my writing. Even though, it’s just like a junk. But, that comes from my heart and thought. I can’t speak well, I can’t express well. So many stories that I want to say to you. But, my time doesn’t support me. But, I promise, I will tell you everything when I have much time. For you. So, for this chance, permit me to tell you something.
Ya ya ya. I have been a graduated student of university. But, my life doesn’t stop yet. This is still running towards the future. Smile, laugh, cry, worried. I get them every time. But, don’t you know?
source: http://nrizzo44.files.wordpress.com
It’s so painful to wait that ‘moment’ which I can’t predict when it will come. And I can’t blame Allah for everything that happens now, because I know, Allah can never be blamed. You are never fault in my eyes. I should give thank to You. You’ve been giving me a life. How terrible I am, if I must blame You for what I feel now.
I just want You to make everything better. For my life, my heart. Because I believe in You. I trust You, Allah. You will give me the best. Thanks for everything, Allah. :’)
Everyone must agree to have a chance to change their life better. We can have a better personality, become healthier, get a better place to live, a better job, a better appearance. How can we get all? Yup. Education.
Source: http://www.whitehouse.gov
Education holds the important role in our life. Mr. Supardi said to me yesterday when we attended a workshop that held by English Education Study Program, “to change our life, we go to school.” And I realize thatΒ it is true. There is a change if we learn/study. No learning if there is no a change. π
By having education, we can learn anything, about life, self, people, and surroundings. Mr. Mario Teguh has said that “Education doesn’t prepare you for knowledge, but prepare the mental maturity to overcome difficult issues, to think logically and learn to see ‘the big picture’.”Β
So, if we have a chance to get education, why not? Keep learning seriously and being a better person in a better personality. Good education will change us being good one. Right?
*Sorry if my writing is meaningless. I just want to share what I got yesterday. Yup, this is about school, about education. Hope, there is a chance to continue our study again, for a good future. Aamiin. π
...
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.