Posted in Education, Friend, Life, Love, Place

Yudisium Sarjana Strata Satu FKIP Unidayan 2011/2012

Semoga saya juga menyusul tahun depan. Aamiin. 🙂

Heia, satu lagi pengalaman yang paling menyenangkan saya. Ya. That’s graduation.
Yudisium Sarjana Strata Satu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tahun Akademik 2011/2012. Dilaksanakan tanggal 14 Agustus 2012 kemarin di Baruga Ld. Malim Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau. Dihadiri oleh beberapa pejabat penting universitas dan fakultas, diantaranya Rektor Unidayan, L.M. Arsal, S.Sos., M.Si.; Wakil Rektor III, Muh. Syarifuddin, SH., MH.; Dekan FKIP, Drs. Anwar, M.Pd.; Para wakil dekan, para kaprodi dan sekprodi, para dosen dan staf TU FKIP. Tidak lupa juga ada para mahasiswa yang akan diyudisium serta kami, ya junior-junior yang akan menyusul mereka (yang diyudisium) tahun depan. Aamiin ya Allah.

Dimulai pada sore hari sehingga kita berbuka puasa bersama di kampus atas. Jam 4 sore acara dimulai dengan MCnya adalah saudari saya tercinta, Memey. 🙂 Saya, Bambang, Dianti, Mimin, Atul, Iyan, Daus, dan Ade datang belakangan. So, kita gak bisa masuk ke dalam, cuma bisa di bagian teras baruga aja. Kita semua pake almamater, hanya Dianti yang tidak. Mungkin gak dengar instruksi dari Pak Rizal. 😀 Hehe… Tapi, gak apa-apa kok, adikku sayang. 😀

Anak2 FKIP Angkatan 2009 UNIDAYAN

Acara yudisium berlangsung lancar setelah rehearsal tanggal 13 Agustus 2012 pagi. Yang saya tahu, jumlah lulusan untuk yudisium bulan Agustus ini khususnya FKIP Pend. Bahasa Inggris sebanyak 44 orang dan Pend. Matematika sebanyak 40 orang. Kalau untuk Pend. Ekonomi dan Pend. Sejarah, saya agak kurang tahu. Salah saya sendiri juga soalnya, gak merhatiin. Cuma asyik narsis-narsisan di belakang. *Hummm, ciri-ciri reporter kurang baik nih. 😀 Soalnya pengaruh teman-teman lebih kuat sih. 😀 Gak kepikiran soalnya kalau ternyata lebih baik mengetahui jumlah semua peserta yudisium dari semua program studinya daripada cuma jumlah mahasiswa FKIP Pend. Bahasa Inggris saja. *Huuh, dasar. Saya yang masih egois. -___-“

Setelah mahasiswa dari semua program studi FKIP, baik Pend. Bhs. Inggris, Pend. Matematika, Pend. Ekonomi, dan Pend. Sejarah diyudisium, trus masing-masing lulusan terbaik di setiap prodi dipanggil maju ke depan untuk menerima penghargaan dan dipersilahkan kepada lulusan terbaik FKIP Unidayan TA 2011/2012 untuk membawakan kesan dan pesannya. Untuk lulusan terbaik kali ini jatuh pada mahasiswi Prodi Pend. Bahasa Inggris. Yup. She is Kk Yuli Yastiani. Eh, bukan. Sekarang namanya sudah beralih menjadi Yuli Yastiani, S.Pd., dengan IPK 3,92. Subhanallah… 😀 Semoga saya juga bisa menjadi orang-orang hebat seperti mereka ya. Aamiin…

Ini nih, dengan si Lulusan Terbaik. Semogaa… Aamiin. Hahaha…
With Kk Niar, my partner when teaching. 😀

Diawal acara, dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan sambutan dari Rektor Unidayan dan Dekan FKIP. Setelah itu, inti acara, kemudian di akhir acara ada Bpk. Ld. Safulin, S.Pd., M.Pd., satu lagi nih dosen tercinta saya. :), yang memimpin doa bagi kami semua, skaligus karena waktu buka puasa udah dekat. Hehe… Dan setelah itu, nguing nguing nguing nguing… Waktunya, buka puasa. Serbuuuuuu, nanti gak kebagian loooo. 😀 Hahaha… Ya, berbuka puasa bersama di kampus. Waaah, indahnya kebersamaan. Kapan lagi coba. Pasti setelah ini, semua udah pisah-pisah. Apalagi sesama para senior. Hummm… 

Setelah berbuka puasa, dilanjutkan dengan acara makan malam dan kemudian FOBAR, Foto Bareng. Saya? Duduk diam dengan manis begitu aja? Oh, nggak. Saya langsung lari mencari senior-senior untuk foto bareng. Serasa udah lulus aja saya nih. Hahaha. 😀
Rasa capek karena keluyuran kiri kanan gak terasa deh. Soalnya lihat para mahasiswa yang udah lulus ini, rasanya bagaimana yaaa. Senanggg sekali. Udah lega lagi. Perjuangan mereka benar-benar deh waktu nyusun skripsi. Banting tulang. Kurus, kurus dah. Gak enak makan, gak enak tidur. Pokoknya nano-nano. *Tjiaaaahhh, kayak saya pernah aja. 😀
Yang terpenting, untuk para seniorku, CONGRATULATION yaaa. Selamat, sudah jadi seorang sarjana pendidikan. Semoga dengan ilmu dan pengalaman yang senior2 dapatkan bisa menjadi bekal di masa depan untuk kehidupan yang baik bagi kita semua. Aamiin. 😉

yudisium
with kk senior :*
Bersama Bpk. Ld. Supardi, S.Pd., M.Pd.

Ini nih, ada bunga di mana-mana

This is video of English Educational Study Program students.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=MFAIwWVhCyE]

Huaaaa, pokoknya acara tadi malam TOP BGT deh…
Semoga saya dan teman-teman bisa nyusul tahun depan yaaaaa… Aamiin… 🙂

Posted in Blog, Friend, Life, Love

I’m Not A Loser.nya Mbak Fanny Fredlina

Assalamu’alaikum, readers… Apa khabarnya??? Alhamdulillah kalau baik-baik. Hehehe… 🙂
Senyum dulu eee…

::I’m Not A Loser with the Writer::

Ok. Kali ini saya akan bercerita alias menulis tentang apa yang saya dapatkan setelah memenangkan GiveAway dari Mbak Fanny Fredlina beberapa minggu lalu (25 Juli 2012). And you know what I got? Yup. Kumcernya Mbak Fannyyyyyyy, I’M NOT A LOSER… Ye ye ye… Tapi sayang, saya terlambat ngasih tahunya, kalau bisa Mbak Fanny disertai tanda tangannya. Eh, jadinya tanggal 4 Agustus 2012 kemarin paketnya tiba di rumah, NO SIGNATURE. Hemmm… I’m Late. Kata Mbak Fanny kalau main ke Jakarta, bawa bukunya trus nanti ditandatangani deh. Aamiin. Aamiin… 🙂

Source picturenya dari sini

  • Ukuran: 13 x 19 cm
  • Tebal: viii + 170 halaman
  • Terbit: Juni 2012 (Cetakan Pertama)
  • ISBN: 978-602-225-437-9

Kalau ngebaca nih kumcer ingat masa SMA dulu euy. Paling hobi ngebaca teenlit. Tidak heran kalau udah ada teman yang bawa teenlit baru di sekolah, udah pada rebutan ngantri tuk baca tuh teenlit. Hahaha. Lucu skali kalau kembali mengingat masa-masa SMA kemarin.

Well, seperti yang udah diceritain sama Mbak Fanny sebelumnya, buku ini terdiri dari 15 cerpen. Memang pada dasarnya kumcer teenlit, yaa ceritanya tentang remaja dan percintaan. Mbak Fanny memang udah jadi cerpenis yang handal deh. Master of Short Story. Setiap cerita yang disajikan begitu padat, kata-katanya pun mudah dicerna. Ngalir begitu saja. Inspirasinya OKE banget deh. Hehehe. *Bukan asal ngomong lho, Mbak. Saya beneran serius. Ngebacanya tidak butuh waktu berhari-hari. Bisa sehari. Cuma butuh beberapa jam aja udah bisa.

Didominasi tentang cerita cinta. Tapi, cerita cintanya ini bukan sama kekasih saja, Mbak Fanny menyeimbangkannya dengan cerita cinta with family and friends. Dan setiap cerita pasti terselip pelajaran dari cerita tersebut. Kalau menurut saya. Nda tahu ya kalau yang lain.

Yang paling saya ingat di cerpen TEORI CINTA MAMA. *Saya kalau masalah cinta-cinta seperti ini nomor satu deh. Hahaha… 😀 Mbak Fanny, saya kutip ya sedikit kata-katanya. 🙂 Boleh?
“Sebesar apa pun cintamu pada seorang pria, jangan pernah mengejarnya. Apalagi nekat menyatakan cinta lebih dulu. Sebab, pria diciptakan bukan untuk dikejar (oleh wanita yang mencintainya) melainkan untuk mengejar wanita yang dicintainya. Sudah menjadi sifat dasar pria untuk menaklukkan hati wanita yang dicintainya. Maka, berbahagialah wanita yang dicintai lebih dulu. Dia akan disirami hujan cinta yang sangat deras oleh sang kekasih. Sebaliknya, apabila wanita menyatakan cinta lebih dulu, belum tentu cinta sang pria – yang akhirnya membalas cintanya – akan langgeng. Bisa saja dia hanya pura-pura mencintai wanita itu. Dalam kamus pria memang tidak ada istilah belajar mencintai. Pria adalah makhluk yang jatuh cinta. Bukan belajar untuk mencintai. Sedangkan wanita, bisa belajar mencintai. (Hal. 75-76; I’m Not A Loser; Fanny Fredlina)

Hmmm. Cinta. Tiada henti dan bosannya untuk diceritakan. Sesuatu yang indah tapi complicated.

Yup. Buku mungil ini bisa jadi salah satu bahan bacaan menarik untuk dibaca. 🙂
Bacaannya tidak terlalu berat, cocok untuk anak muda seperti kita. *Apa? Kita??? Ingat umur, Ning. 😀
So, silahkan hunting buku ini di toko-toko buku. Tapi sayang, hingga hari ini, di Kota Baubau belum ada GRAMEDIA. Huuuu, kesalnyaaaaa… Mau cari bahan referensi kuliah kok susah yaaaaaa di sini (red: Baubau). Coba donk, yang baca nih postingan yang punya kerjaan yang ada hubungannya dengan buku atau personil dari GRAMEDIA sendiri deh, coba ke Baubau donk… Toko buku sih ada, tapi gak selengkap di GRAMEDIA dan sejenisnya. Huhuhu… T.T

Posted in Blog, Friend, Life, Love

I’m Not A Loser.nya Mbak Fanny Fredlina

Assalamu’alaikum, readers… Apa khabarnya??? Alhamdulillah kalau baik-baik. Hehehe… 🙂
Senyum dulu eee…

::I’m Not A Loser with the Writer::

Ok. Kali ini saya akan bercerita alias menulis tentang apa yang saya dapatkan setelah memenangkan GiveAway dari Mbak Fanny Fredlina beberapa minggu lalu (25 Juli 2012). And you know what I got? Yup. Kumcernya Mbak Fannyyyyyyy, I’M NOT A LOSER… Ye ye ye… Tapi sayang, saya terlambat ngasih tahunya, kalau bisa Mbak Fanny disertai tanda tangannya. Eh, jadinya tanggal 4 Agustus 2012 kemarin paketnya tiba di rumah, NO SIGNATURE. Hemmm… I’m Late. Kata Mbak Fanny kalau main ke Jakarta, bawa bukunya trus nanti ditandatangani deh. Aamiin. Aamiin… 🙂

Source picturenya dari sini

  • Ukuran: 13 x 19 cm
  • Tebal: viii + 170 halaman
  • Terbit: Juni 2012 (Cetakan Pertama)
  • ISBN: 978-602-225-437-9

Kalau ngebaca nih kumcer ingat masa SMA dulu euy. Paling hobi ngebaca teenlit. Tidak heran kalau udah ada teman yang bawa teenlit baru di sekolah, udah pada rebutan ngantri tuk baca tuh teenlit. Hahaha. Lucu skali kalau kembali mengingat masa-masa SMA kemarin.

Well, seperti yang udah diceritain sama Mbak Fanny sebelumnya, buku ini terdiri dari 15 cerpen. Memang pada dasarnya kumcer teenlit, yaa ceritanya tentang remaja dan percintaan. Mbak Fanny memang udah jadi cerpenis yang handal deh. Master of Short Story. Setiap cerita yang disajikan begitu padat, kata-katanya pun mudah dicerna. Ngalir begitu saja. Inspirasinya OKE banget deh. Hehehe. *Bukan asal ngomong lho, Mbak. Saya beneran serius. Ngebacanya tidak butuh waktu berhari-hari. Bisa sehari. Cuma butuh beberapa jam aja udah bisa.

Didominasi tentang cerita cinta. Tapi, cerita cintanya ini bukan sama kekasih saja, Mbak Fanny menyeimbangkannya dengan cerita cinta with family and friends. Dan setiap cerita pasti terselip pelajaran dari cerita tersebut. Kalau menurut saya. Nda tahu ya kalau yang lain.

Yang paling saya ingat di cerpen TEORI CINTA MAMA. *Saya kalau masalah cinta-cinta seperti ini nomor satu deh. Hahaha… 😀 Mbak Fanny, saya kutip ya sedikit kata-katanya. 🙂 Boleh?
“Sebesar apa pun cintamu pada seorang pria, jangan pernah mengejarnya. Apalagi nekat menyatakan cinta lebih dulu. Sebab, pria diciptakan bukan untuk dikejar (oleh wanita yang mencintainya) melainkan untuk mengejar wanita yang dicintainya. Sudah menjadi sifat dasar pria untuk menaklukkan hati wanita yang dicintainya. Maka, berbahagialah wanita yang dicintai lebih dulu. Dia akan disirami hujan cinta yang sangat deras oleh sang kekasih. Sebaliknya, apabila wanita menyatakan cinta lebih dulu, belum tentu cinta sang pria – yang akhirnya membalas cintanya – akan langgeng. Bisa saja dia hanya pura-pura mencintai wanita itu. Dalam kamus pria memang tidak ada istilah belajar mencintai. Pria adalah makhluk yang jatuh cinta. Bukan belajar untuk mencintai. Sedangkan wanita, bisa belajar mencintai. (Hal. 75-76; I’m Not A Loser; Fanny Fredlina)

Hmmm. Cinta. Tiada henti dan bosannya untuk diceritakan. Sesuatu yang indah tapi complicated.

Yup. Buku mungil ini bisa jadi salah satu bahan bacaan menarik untuk dibaca. 🙂
Bacaannya tidak terlalu berat, cocok untuk anak muda seperti kita. *Apa? Kita??? Ingat umur, Ning. 😀
So, silahkan hunting buku ini di toko-toko buku. Tapi sayang, hingga hari ini, di Kota Baubau belum ada GRAMEDIA. Huuuu, kesalnyaaaaa… Mau cari bahan referensi kuliah kok susah yaaaaaa di sini (red: Baubau). Coba donk, yang baca nih postingan yang punya kerjaan yang ada hubungannya dengan buku atau personil dari GRAMEDIA sendiri deh, coba ke Baubau donk… Toko buku sih ada, tapi gak selengkap di GRAMEDIA dan sejenisnya. Huhuhu… T.T

Posted in Life, Love

My Lovely Grandpa

Dan ternyata tulisan terakhir tadi malam, Imajinasi vs. Realita, nyambung dengan kejadian hari ini. Tanggal 2 Agustus 2012. Yah, Kakek saya udah ninggalin saya dan keluarga Maghrib tadi. Akibat kecelakaan, jatuh dari motor. Kakekku sayang, baik-baik di sana ya. Pasti udah ketemu sama nenek di atas.

Imajinasi vs. Realita. Imajinasi yang tercipta saat saya wisuda nanti, akan ada Kakek yang mendampingi. Dan rupanya. The fact, it WILL NOT HAPPEN. COz He’s gone. :'(

Kakek yang selalu beliin saya susu di warung kalau pulang dari kampus. Kakek yang slalu memberikan saya uang ojek kalau mau pulang, kakek yang selalu ngasih angpau pada saat lebaran. Dan ketika saya lulus ujian. Ketika saya ke Makassar, Kendari, Kakek tak pernah alpa ngasih uang jajan ke saya. Dan sekarang. DONE. Gak akan ada lagi sosok besar tinggi yang selalu menyambut senyum saya ketika singgah di rumah kakek dari pulang kampus. Saya yang tak akan pernah bisa lagi bilang, “Kakek, susu dank!“, dan mendengar jawaban beliau, “Iya, ambil saja.

Jujur, saya merasa sangat kehilangan beliau. Gak ada malu-malunya saya nulis postingan ini di tengah-tengah keluarga saya lagi berkumpul. Saya gak tahu malu. Biar saja, yang penting postingan ini akan hadir malam ini juga. Karena kalau bukan sekarang, mungkin akan tersendat lagi.

Maghrib, 2 Agustus 2012, You have gone for leaving me, leaving us. My lovely grandpa. Kakekku sayang, kalau saya wisuda nanti, kakek tidak ada ya? Hmmm… Gpp, yang penting nanti Kakek bisa liat saya nanti. 🙂

I Love You, Kakek.

Rini and Kakek… 🙂
Posted in Life

Imajinasi vs. Realita

Ketika imajinasi harus bertentangan dengan dunia realita. Haruskah melawan?

Memang benar, benar sekali, dan sangat benar. Sudah sering terngiang di telinga kita kalau Manusia itu hanya bisa berencana dan Tuhan yang menentukan semua. Segala alur kehidupan kita akan di bawah kendaliNya. Dan kita, just a human. Mau berbuat apa sih kita kalau Tuhan sudah menunjukkan jalanNya? “Ini loh jalanmu!”. Yang pada dasarnya, itu bukanlah imajinasi yang terbentuk dalam benak kita. Bukan sebuah perencanaan yang udah mentok kita susun dan simpan baik-baik yang pada akhirnya gak bisa diubrak-abrik sama siapa saja. Alhasil, ternyata Tuhan mengubah semuanya. Mau ngelawan? Gak kan. Sekuat apa sih tenaga kita untuk mengubah takdir?

Yaaa, satu-satunya jalan sih, MENGHADAPI dan MENGIKHLASKAN segalanya yang telah terjadi dan akan terjadi pada diri kita sendiri. Mau lari? Sampai di mana kita berlari kalau pada akhirnya kita akan berhenti berlari. Dunia ini tak berujung, reader. Satu hal, kita harus YAKIN akan HAL YANG LEBIH BAIK ESOK HARI.

Jadi ingat nasehat dari dosen saya, SEMUA BUTUH PERENCANAAN. Trus saya balik tanya, “Kalau seumpama tidak sesuai perencanaan. Bagaimana tuh, Pak?”. Beliau menjawab, “Ya, dioptimalkan.” Wuiiih, yang pada intinya (kalau menurut saya), memang kehidupan ini banyak lika-likunya. Butuh pengorbanan mati-matian untuk tetap bertahan. Untuk tetap survive. Kemana pun kita melangkah, selalu akan ada Tuhan yang melihat kita. Setiap tindak dan tutur kata kita. Semuanya tak akan pernah lepas dari pengawasanNya. Dan sebagai umatNya, takdir kita sudah jelas berada di tanganNya. Walaupun memang, kita sudah memiliki perencanaan. Perencanaan yang benar-benar matang sekalipun. Dan ketika Tuhan berkehendak lain di luar rencana, kita harus segera mengoptimalkan apa yang telah digariskanNya, agar kita bisa menjadi orang yang sukses walau tak sesuai rencana sebelumnya. Karena Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik buat umatNya yang selalu mengingatNya. Karena Tuhan menyayangi kita.

Allah, terima kasih untuk segala rahmat yang Engkau berikan kepada kami.

Posted in Blog, Life, Love

Indonesian Batik, I Fall in Love with You

::I LOVE INDONESIAN BATIK::
Do you wanna see my picture?
Check this out. 😀

Batik in Ning ‘Little’ Syafitri

Judul: Ning ‘Little’ Syafitri is in Indonesian Batik.
Keterangan: Pencitraan Batik Indonesia dalam Perpaduan Birunya Alam pada Jiwa Muda yang Ceria, Elegan. I’m proud of wearing Indonesian Batik.

Postingan ini diikutsertakan dalam Giveaway Catatan Akhir Pekan dengan Tema Aku Cinta Batik Indonesia.

Posted in Life, Love, Words

Sepanjat Doa UntukMu

Hidup itu tidak ditahu akhirnya. Seseorang yang tadinya di atas bisa saja turun ke bawah dan sebaliknya. Hidup ini harus disyukuri. Allah telah menciptakan kehidupan yang sangat sangat indah untuk umatNya, tapi masih saja ada yang mendustakanNya. Kenapa?

Saya juga sebagai umatNya tidak  akan menyangkal kalau saya juga pernah dan masih  mendustakanNya, saya jahat sama Allah. Tidak pernah sempurna menjalankan apa yang diperintahkanNya. Betapa berdosanya saya. Saya sudah mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk Allah, tapi masih saja belum sempurna. Setan masih mencoba-coba menguasai hati dan perasaan saya untuk tidak menyayangiNya. Mungkin, keimanan saya kepadaNya masih tipis. Belum menjadi umatNya yang baik, yang taat, dan segalanya yang baik-baik.

Ramadhan kali ini terasa berbeda. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam perasaan, hati dan pikiran saya. Entah apa sesuatu itu. Yang terpenting bukan Syahrini.

Allah, tulisanku ini mungkin hanyalah sampah seperti kebanyakan orang-orang yang mendustakanMu
Aku tahu sangat tidaklah pantas untuk sekarang berharap yang baik-baik kepadaMu
Karena sekarang Engkau telah melihatku
Betapa jahatnya aku kepadaMu
Sudah beginikah hamba yang Kau sayangi?
Saya pikir TIDAK
Saya bukan hambaMu yang baik
Yang selalu taat menjalankan apa yang Kau minta dari seorang hamba yang bertakwa
Allah, apakah Kau tahu?
Saya lelah menjadi jahat
Saya lelah bersembunyi dari ketidakpatuhanku kepadaMu
Karena pada akhirnya Kau akan menemukanku juga


Doa-doa untukMu, memohon apa yang aku minta
Meminta pertolonganMu
Memohon ampunanMu
Menghindarkan aku dari marabahaya
Tak henti-hentinya aku panjatkan kepadaMu, wahai Sang Pencipta


Masih ada celahkah untukku memohon ampunan dosa kepadaMu?
Masih ada celahkah untukku memperbaiki diri?
Masih ada sedikit cahaya kebaikankah untukku?
Aku di sudut kegelapan ini
Dengan dosa yang berserakan terhadapMu

Posted in Life, Love, Words

Sepanjat Doa UntukMu

Hidup itu tidak ditahu akhirnya. Seseorang yang tadinya di atas bisa saja turun ke bawah dan sebaliknya. Hidup ini harus disyukuri. Allah telah menciptakan kehidupan yang sangat sangat indah untuk umatNya, tapi masih saja ada yang mendustakanNya. Kenapa?

Saya juga sebagai umatNya tidak  akan menyangkal kalau saya juga pernah dan masih  mendustakanNya, saya jahat sama Allah. Tidak pernah sempurna menjalankan apa yang diperintahkanNya. Betapa berdosanya saya. Saya sudah mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk Allah, tapi masih saja belum sempurna. Setan masih mencoba-coba menguasai hati dan perasaan saya untuk tidak menyayangiNya. Mungkin, keimanan saya kepadaNya masih tipis. Belum menjadi umatNya yang baik, yang taat, dan segalanya yang baik-baik.

Ramadhan kali ini terasa berbeda. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam perasaan, hati dan pikiran saya. Entah apa sesuatu itu. Yang terpenting bukan Syahrini.

Allah, tulisanku ini mungkin hanyalah sampah seperti kebanyakan orang-orang yang mendustakanMu
Aku tahu sangat tidaklah pantas untuk sekarang berharap yang baik-baik kepadaMu
Karena sekarang Engkau telah melihatku
Betapa jahatnya aku kepadaMu
Sudah beginikah hamba yang Kau sayangi?
Saya pikir TIDAK
Saya bukan hambaMu yang baik
Yang selalu taat menjalankan apa yang Kau minta dari seorang hamba yang bertakwa
Allah, apakah Kau tahu?
Saya lelah menjadi jahat
Saya lelah bersembunyi dari ketidakpatuhanku kepadaMu
Karena pada akhirnya Kau akan menemukanku juga


Doa-doa untukMu, memohon apa yang aku minta
Meminta pertolonganMu
Memohon ampunanMu
Menghindarkan aku dari marabahaya
Tak henti-hentinya aku panjatkan kepadaMu, wahai Sang Pencipta


Masih ada celahkah untukku memohon ampunan dosa kepadaMu?
Masih ada celahkah untukku memperbaiki diri?
Masih ada sedikit cahaya kebaikankah untukku?
Aku di sudut kegelapan ini
Dengan dosa yang berserakan terhadapMu

Posted in Blog, Friend

Cantik dalam Kehalalan Wardah

Sudah baca judul postingan di atas? Cantik dalam Kehalalan Wardah.
Kalau dalam debat bahasa Inggris, saya akan mendefinisikan judul tersebut dalam tiga kata kunci.
Cantik, Halal dan Wardah.
Hehehe. *Ada-ada saja. 🙂

#Cantik. Identik dengan wanita. Rupawan. Elok.

#Halal. Kalau menurut Pocket Dictionary English saya, artinya diizinkan, legal. Sedangkan menurut artikata.com,  salah satu definisinya ini nih, (yg diperoleh atau diperbuat dengan) sah.

#Wardah. Menurut http://halalismylife.blogdetik.com, merupakan produk kosmetik yang mendapatkan serifikasi halal pertama kali di Indonesia.

Wanita mana yang tidak mau tampil cantik? Ayo, coba angkat tangan. Ada tidak ya? 🙂 Kalau menurut saya, sudah naluri seorang wanita kali ya ingin tampil cantik. Entah itu cantik alami, cantik buatan, cantik berlebihan, atau cantik ‘sesuatu’. Tapi, sebelumnya, saya kasih batasan dulu nih dalam pembicaraan topik ini. Cantik di sini diartikan pada kecantikan fisik, khususnya wajah. Okey? Mantap (y)

Wanita mendambakan sebuah kecantikan diri melalui penggunaan kosmetik. Banyak kosmetik yang beredar di pasaran. Dari harganya yang low price sampai yang high price. Ada yang original dan ada yang abal-abal. Ada yang aman, ada yang nggak aman. Secara tidak langsung, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kita pasti mengincar kosmetik mana nih yang aman untuk digunakan. Dan yang paling utama, HALAL. Betul? Saya kira jelas. 🙂 Kan enak tuh, cantik dalam kehalalan. *Jiahhh, bahasa lu, Ning. 😀

Sebetulnya, kalau boleh dibilang riwayat kepandaian saya dalam bermake-up baru muncul sekarang. Kemarin-kemarin, gak. Hummm, mana mau berdandan. Dandannya sih paling cuma mau ke pesta saja. Selebihnya, gak. Dari zaman SD – Kuliah semester V, saya masih pakai bedak baby saja kalau ke mana-mana. Kamseupay banget kan sayanya. Hehehe… Jadi tuh, wajahnya masih flat. Tidak berwarna. Masih muka polos. 😀 *Tseh. #:-s

Dalam pencarian jati diri menjadi cantik dalam kehalalan, sebenarnya saya masih bingung dengan kosmetik mana yang harus digunakan. Yang inikah? Yang itukah? Saya GALAU, teman. Tapi, seiring berjalannya waktu, entah mengapa ya, kosmetik yang kehadirannya tak ditunggu-tunggupun tiba. Jreng Jreng Jreng…

My Wardah

Mama sebagai mediatornya. Memperkenalkan saya terhadap Wardah. Walaupun yang dipakai baru lipstik ( Golden Coral 30) dan bedak padat (01) nya saja. Tapi, itu sudah lumayan mendukung penampilan saya dalam beraktivitas.

Mana yang lebih duluan dipakai, lipstik sudah dari awal semester VI, kalau bedak padat nanti pertengahan semester. Nah, kalau yang bedak ini ada ‘sesuatu’nya. Salah satu pendukungnya adalah mahasiswi saya. Memang sih, umurnya jauhan dia daripada saya. Di kantin kampus setelah selesai ngajar, cerita tentang make-up – make-up gitu. Biasa, bahan cerita ibu-ibu muda. Eh, saya ditanyai tentang kosmetik. Mana saya tahu tentang produk-produk kosmetik yang bagus untuk digunakan. Ya udah, dia langsung ngasih saran tentang pentingnya memakai kosmetik di umur saya yang udah kepala dua ini :D. Dan saya pikir, benar juga sih. Lagian juga, kemarin-kemarin saya dituntut harus tampil di depan banyak orang alias para mahasiswa, mengajar :D. Jadi, penampilannya mesti didukung dengan kosmetika yang HALAL. Yang pada akhirnya saya memilih WARDAH.

This is my Wardah

So far, saya nyaman menggunakan Wardah sampai hari ini. Tau sendirilah Wardah itu bagaimana. Halal. 🙂
Mau ingin cantik dengan kosmetika halal? Wardah bisa menjadi salah satu rekomendasi untuk engkau, wahai wanita. Mari cantik dalam Kehalalan Wardah. 🙂

I’m in Wardah Products

Postingan ini diikutsertakan dalam lomba blog untuk mensosialisasikan Halal Is My Life. Setelah sukses dengan lomba blog #SusuHalal, BLOGdetik kembali mengadakan lomba ini dengan WARDAH sebagai produk kosmetik yang berserifikasi halal pertama kali di Indonesia.

Other requirements:

Blogdetik (FanPage), Wardah (Twitter dan FanPage)
Posted in Blog, Friend

Cantik dalam Kehalalan Wardah

Sudah baca judul postingan di atas? Cantik dalam Kehalalan Wardah.
Kalau dalam debat bahasa Inggris, saya akan mendefinisikan judul tersebut dalam tiga kata kunci.
Cantik, Halal dan Wardah.
Hehehe. *Ada-ada saja. 🙂

#Cantik. Identik dengan wanita. Rupawan. Elok.

#Halal. Kalau menurut Pocket Dictionary English saya, artinya diizinkan, legal. Sedangkan menurut artikata.com,  salah satu definisinya ini nih, (yg diperoleh atau diperbuat dengan) sah.

#Wardah. Menurut http://halalismylife.blogdetik.com, merupakan produk kosmetik yang mendapatkan serifikasi halal pertama kali di Indonesia.

Wanita mana yang tidak mau tampil cantik? Ayo, coba angkat tangan. Ada tidak ya? 🙂 Kalau menurut saya, sudah naluri seorang wanita kali ya ingin tampil cantik. Entah itu cantik alami, cantik buatan, cantik berlebihan, atau cantik ‘sesuatu’. Tapi, sebelumnya, saya kasih batasan dulu nih dalam pembicaraan topik ini. Cantik di sini diartikan pada kecantikan fisik, khususnya wajah. Okey? Mantap (y)

Wanita mendambakan sebuah kecantikan diri melalui penggunaan kosmetik. Banyak kosmetik yang beredar di pasaran. Dari harganya yang low price sampai yang high price. Ada yang original dan ada yang abal-abal. Ada yang aman, ada yang nggak aman. Secara tidak langsung, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kita pasti mengincar kosmetik mana nih yang aman untuk digunakan. Dan yang paling utama, HALAL. Betul? Saya kira jelas. 🙂 Kan enak tuh, cantik dalam kehalalan. *Jiahhh, bahasa lu, Ning. 😀

Sebetulnya, kalau boleh dibilang riwayat kepandaian saya dalam bermake-up baru muncul sekarang. Kemarin-kemarin, gak. Hummm, mana mau berdandan. Dandannya sih paling cuma mau ke pesta saja. Selebihnya, gak. Dari zaman SD – Kuliah semester V, saya masih pakai bedak baby saja kalau ke mana-mana. Kamseupay banget kan sayanya. Hehehe… Jadi tuh, wajahnya masih flat. Tidak berwarna. Masih muka polos. 😀 *Tseh. #:-s

Dalam pencarian jati diri menjadi cantik dalam kehalalan, sebenarnya saya masih bingung dengan kosmetik mana yang harus digunakan. Yang inikah? Yang itukah? Saya GALAU, teman. Tapi, seiring berjalannya waktu, entah mengapa ya, kosmetik yang kehadirannya tak ditunggu-tunggupun tiba. Jreng Jreng Jreng…

My Wardah

Mama sebagai mediatornya. Memperkenalkan saya terhadap Wardah. Walaupun yang dipakai baru lipstik ( Golden Coral 30) dan bedak padat (01) nya saja. Tapi, itu sudah lumayan mendukung penampilan saya dalam beraktivitas.

Mana yang lebih duluan dipakai, lipstik sudah dari awal semester VI, kalau bedak padat nanti pertengahan semester. Nah, kalau yang bedak ini ada ‘sesuatu’nya. Salah satu pendukungnya adalah mahasiswi saya. Memang sih, umurnya jauhan dia daripada saya. Di kantin kampus setelah selesai ngajar, cerita tentang make-up – make-up gitu. Biasa, bahan cerita ibu-ibu muda. Eh, saya ditanyai tentang kosmetik. Mana saya tahu tentang produk-produk kosmetik yang bagus untuk digunakan. Ya udah, dia langsung ngasih saran tentang pentingnya memakai kosmetik di umur saya yang udah kepala dua ini :D. Dan saya pikir, benar juga sih. Lagian juga, kemarin-kemarin saya dituntut harus tampil di depan banyak orang alias para mahasiswa, mengajar :D. Jadi, penampilannya mesti didukung dengan kosmetika yang HALAL. Yang pada akhirnya saya memilih WARDAH.

This is my Wardah

So far, saya nyaman menggunakan Wardah sampai hari ini. Tau sendirilah Wardah itu bagaimana. Halal. 🙂
Mau ingin cantik dengan kosmetika halal? Wardah bisa menjadi salah satu rekomendasi untuk engkau, wahai wanita. Mari cantik dalam Kehalalan Wardah. 🙂

I’m in Wardah Products

Postingan ini diikutsertakan dalam lomba blog untuk mensosialisasikan Halal Is My Life. Setelah sukses dengan lomba blog #SusuHalal, BLOGdetik kembali mengadakan lomba ini dengan WARDAH sebagai produk kosmetik yang berserifikasi halal pertama kali di Indonesia.

Other requirements:

Blogdetik (FanPage), Wardah (Twitter dan FanPage)