Posted in Love

Catatan Akhir November ’12

Kata orang Bulan November itu bulan yang indah. November ceria.
*Eh eh eh eh… Salah. Yang benar itu, September ceria, Ning. Hufttt… -___-”
Ya terserahlah. Yang penting namanya itu. Masih berbau ceria. Β Hehehe… Katanya. Saya juga nda punya cukup bukti untuk bilang kalau November ini nih begini, begitu. Okelah. Kita lanjut. Iya. Jadi ceritanya saya lagi galau alias GG. Kata teman saya Gundah Gulana. πŸ˜€ Wah wah. Singkatan semakin menggila. πŸ˜€
Untuk malam ini. Semoga saja untuk malam ini. Bukan untuk malam-malam berikutnya. Aamiin. Dan semoga saja, setelah menulis keluh kesah saya di blog tercinta cuit-cuit ini, galau saya udah pergi main jauuuuuuuuuuuhhhhh skali. Aamiin. Aamiin…
November ceria sekarang menjadi November Galau, readers. Sayang sekali, saya belum beruntung memiliki November ceria.

Sepertinya saya tidak jauh bedanya dengan ababil. Kerjaannya galau terus. Ada apa sih dengan perasaan ini? Semakin dewasa, semakin kompleks saja permasalahan. Semakin dituntut DEWASA dalam bersikap… Sekarang lagi hobby dengar lagunya Dewi-Dewi – Begitu Salah Begitu Benar. Hahaha. *GALAU Kronis…

Ehem. Check sound… Check sound…

Source of picture here.

Dan malam ini, saya membiarkan kamu pergi. Malam ini dan seterusnya saja kalau perlu. Tidak perlu kembali lagi. Saya sekarang tidak ada apa-apanya. Entah itu atas alasan pembenaran yang harus dibenarkan oleh perasaan ataupun memaksa logika untuk menerima segala pembenaran yang tercipta. Keadaan semakin runyam. Kondisi untuk membaik pun semakin sulit untuk dibina. Intensitas pertemuan kita pun yang semakin sedikit. Semua faktor yang timbul semakin memacu timbulnya perpisahan di antara kita. Dan saya sadar, kamu pun memang harus mencari kehidupan baru yang lebih bisa membahagiakan kamu sendiri. Jangan cuma karena saya, kamu tidak bisa melakukan apa yang kamu mau. Saya selalu membebaskan segalanya. Termasuk mencari yang lain. Hehehe. Di sini bukan kamu yang salah. Mungkin saya yang salah. Saya selalu yang menjadi salah dalam hal seperti ini. Tidak pernah menjadi yang benar. Kenapa? Ya, karena saya yang salah. Simple, kan?Β Baiklah. Untuk kamu yang tidak ditahu keberadaannya di mana sekarang, karena saya juga udah tidak kontak kamu. Terakhir di kontak tidak ada respon. Good bye… See you next time. Mungkin serasa keputusan sepihak. Tapi ini sudah yang terbaik. Entahlah…Β 

Mangatse, Ningnong!!! Hwaiting. Proposal dan Skripsi udah di depan mata. Tidak boleh ada yang halangi…. Ciat ciat ciatttt… #silatgalau. πŸ˜€

Posted in Blog, Life, Love

Antara Kamu dan Aku dalam Hujan Ini

Source of Picture: here

Titik-titik air ini
Mulai membasahi sebagian ragaku
Perlahan tapi pasti
Akan basah seluruhnya
Di tempat ini
Tempat kebebasan berekspresiku

Hmmm…
Tak apalah
Biarkan jiwa ini merasakan ribuan butiran air dari langit
Yang jatuh
Membasahi raga, menyentuh kalbu, membawa kedamaian hati
Ketika aku harus mengingatmu kembali

Jiwa yang rindu akan hadirmu
Seakan terobati dengan ini
Suasananya mengingatkanku akan kamu
Kamu yang dulu selalu ada di sini
Dan kamu tahu?
Hujan ini, kembali membawaku ketika masih ada rasa
Antara kamu dan aku
Ya, kita berdua

Ada senyuman di saat hujan tiba
Ada tawa riang dalam riuh suara tetesan airnya
Karena kita yang menciptakan kebahagiaan itu
Di tengah nikmatnya hujan yang tercipta
Dan selalu berharap akan begini terus selamanya
Karena cuma dengan seperti ini, aku bisa merasakanmu
Yang tidak mungkin akan kembali
Lagi

Izinkan hujan ini terus membawaku
Dalam kenangan kita
Biarkan membasahi ragaku
Hingga akhirnya imajinasi antara kamu dan aku tercipta

Karena hujan, aku harus rindu kepadamu

Karena pelangi, aku harusnya sadar
Hujan telah pergi, begitu pun dengan kamu

“Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi

Posted in Love

Mencoba Menulis.

From here

Sudah lama tidak memunculkan diri di blog ini. Dengan sebuah tulisan dari sebuah imajinasi yang terlintas di benak secara spontanitas ataupun dari hati hanya sekedar untuk bercurhat ria tentang perasaan saya yang seperti apa saat ini.

Sudah banyak pengalaman dari hari-hari yang telah terlewati yang bisa saya ceritakan di sini. Tapi, tak pernah memiliki kesempatan waktu untuk bercerita. Tentang saya, dia, dan mereka.

Pertengahan November.
Memadatkan diri dengan segala aktivitas yang sempat menaikkan amarah terhadap orang-orang yang tidak bersalah. Semakin membuat tertekan, semakin membuat jenuh. Dengan keadaan seperti ini, saya semakin dibuat merasa bersalah atas respon spontanitas yang dibuat atas dasar kasih sayang mereka. Sungguh jenuh rasanya. Titik kesabaran hampir di ujung batas. Tak ayal, tindakan-tindakan aneh bin ajaib pun terbesit sejenak untuk diwujudkan. Hanya untuk melampiaskan emosi tak karuan. Dan untungnya, semua hal gila itu tidak terjadi.Β Saya enggan, saya malas. Karena ketenangan batin dan jiwa ini telah masuk ke dalam diri untuk meredamkan hati dan pikiran yang panas. Allah, maafkan saya. Saya khilaf.

Di lain sisi. Tentang kita. Masih dengan perasaan yang sama. Asal kamu dan saya percaya. Saling menguatkan dan tetap bertahan. Kita bisa melewatinya dengan baik. Insya Allah. Kamu, dengan segala sifat yang menenangkanku.

Posted in Life, Love, Words

Semuanya Butuh Proses

Readers yang baik hatinya. *karena telah membaca tulisan saya. πŸ™‚
Masih ada waktu sedikit untuk menulis di blog yang sudah lama tak diurus ini. Semenjak perhatian saya lebih fokus ke KKN-P bulan September-Oktober. πŸ™‚ Kangen sekali menulis di sini. Bercerita dari hati, mengetik karena hati ingin berbicara. Saya tak bisa diam dan menyembunyikan apa yang saya rasakan. Saya cerewet di momen-momen tertentu.

Hmm. Rupanya saya diizinkan lagi menangis ketika menulis tentang apa yang saya rasakan. Tiba-tiba saja air mata ini sudah mulai keluar lagi dari tepian mata saya. Huaaa, dasar saya orang cengeng. Sedikit sedikit cengeng. Sedikit sedikit cengeng. Cengeng kok sedikit-sedikit? Atau mungkin terlalu terbawa suasana? Entahlah.

Ketika harus melihat senyuman dari orang-orang tersayang dan mendengar nasehat-nasehat terbaik mereka dan berusaha menjalankan apa yang telah diamanatkan. Saya selalu mengangguk IYA, SAYA AKAN COBA LAKUKAN. Saya selalu merasa menyanggupi permintaan yang mereka tawarkan. Karena memang saya mau baik. Saya mau jadi sukses seperti mereka. Bisa jadi kebanggaan mereka. Ketika menulis ini pun, terlintas terus di benak saya akan senyuman-senyuman keikhlasan itu terhadap saya. Padahal apa? Saya sudah mencoba jalani apa yang mereka bilang, tapi saya belum seutuhnya menyanggupinya. Saya sudah berusaha untuk menjadi apa yang mereka bilang ke saya. Tapi, saya belum bisa. Saya masih butuh proses. Semuanya butuh proses. Menjadi baik seutuhnya pun saya masih butuh proses. Berbagai pengalaman yang saya jalani pun sudah menjadi pijakan dalam sebuah proses secara tidak langsung. Proses itu ada yang membutuhkan waktu lama dan ada yang cepat. Tergantung sih sebenarnya. Dan menjadi sempurna pun alias hampir mendekati sempurna pun butuh itu. Banyak hambatan yang dihadapi. Tapi hal tersebut adalah sebuah tantangan sekaligus menjadi pengalaman dan proses untuk menjadi lebih baik.

Kalau tidak ada proses, mana bisa tahu yang benar dan yang salah.
Kalau tidak ada proses, mana bisa sadar akan hal yang baik dan buruk.
Kalau tidak ada proses, apalah arti kehidupan ini. Kita tidak akan menikmatinya dengan utuh.

Ya Allah, saya harus bagaimana lagi untuk tetap berpijak di jalanMu?
Hmmm… SEMANGAT!!! Hal yang telah terjadi, biarkanlah terjadi. Ambil yang baik-baiknya saja. Yang jeleknya, dibuang dan jangan memikirkan hal yang lebih tidak baik dari kemarin untuk hari ini dan seterusnya. Karena kenapa? Karena hal tersebut akan membuat keadaan semakin tidak baik. Yaa, jadi tetap positive thinking saja. Istilahnya, berfikirlah yang baik-baik saja. Oke, Ning? SEMANGAT!!!

Semoga proses yang kita jalani, dapat membuat kita menjadi orang-orang yang semakin baik dalam hidup. Untuk diri sendiri, orang tua, keluarga, sahabat, dan orang-orang yang menyayangi kita. Aamiin.

Ya Allah, trima kasih. Air mata ini jatuh lagi.

Posted in Blog, Life, Love

Ini tentang Habibie & Ainun

Cover Buku. Sumber gambar dari sini.

Judul Buku Β  Β  Β : Habibie & Ainun
Penulis Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β : Bacharuddin Jusuf Habibie
Terbitan Β  Β  Β  Β  Β  : PT. THC Mandiri (Cetakan Kedua, Desember 2010)
Tebal Buku Β  Β  : xii + 323 halaman
Ukuran Buku : 14 cm x 21 cm
ISBN Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β : 978-979-1255-13-4
Harga Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  : Rp. 80.000

Pertama kali melihat buku ini pada saat saya berada di Makasar tahun lalu. Dipajang pada etalase Gramedia di Mal Panakukang. Saya tertarik untuk membaca sebagian isi dari buku ini. Jika saya punya banyak waktu, mungkin saya akan berdiri ataupun duduk lama untuk membaca buku ini. Dengan segala keikhlasan hati, saya segera menyimpan buku ini kembali ke tempatnya semula dan membiarkan mata saya liar melihat buku-buku lain yang menarik hati saya.

Beberapa kali saya mondar-mandir melewati Habibie & Ainun karena mata saya tak bisa alpa melihatnya. Saya memang punya maksud untuk membelinya. Apa daya, pada saat itu kecukupan materi saya belum dapat saya penuhi. Dan terpaksa saya hanya bisa melihat-lihatnya. Saat itu, saya berjanji, jika suatu saat nanti saya sudah memiliki cukup materi, saya akan membelinya. Iya. Saya akan memilikinya.

Terbukti, 19 November 2011, saya meminta tolong kepada saudara kandung saya yang kuliah di Makasar, Arini, untuk membelikan saya Habibie & Ainun. Alhamdulillah. Totto ChanΒ dan Habibie & Ainun, buku yang saya nanti-nantikan kehadirannya, bisa menjadi milik seorang yang haus akan materi yang termuat di dalam buku-buku tersebut seperti saya. Alhamdulillah. Trima kasih ya Allah.

Habibie & Ainun. Buku yang memuat kisah hidup perjalanan dua insan yang saling mencintai, memiliki, menyayangi dan menjadi manunggal satu sama lain karena Allah SWT. Perjalanan hidup dalam kisah cinta, politik, sejarah, teknologi, bangsa dan negara Republik Indonesia, tertuang dalam buku ini. Bagaimana Pak Habibie selalu melewati hari-harinya bersama Ibu Ainun yang selalu setia mendampingi. Dengan senyuman yang selalu menenangkan Pak Habibie. Dengan tidak pernah mengeluh kepada Pak Habibie, Ibu Ainun selalu bisa tampil menjadi istri sekaligus ibu yang sebaik-baiknya bagi Pak Habibie dan anak-anaknya. Perjalanan hidup di dalam dan di luar negeri Pak Habibie bersama ibu Ainun, bagaimana ketika mereka hidup di rantau a.k.a di Jerman hingga menemani ibu Ainun pada saat terakhir di dunia. Beliau ceritakan secara detail dalam buku ini. Memang ya, perjuangan menjadi orang sukses harus dimulai dari bawah oleh orang-orang yang memiliki tekad kuat untuk menggapai apa yang menjadi impiannya.

Cita-cita mulia mereka kepada kemajuan bangsa Indonesia untuk sejajar dengan negara-negara maju lainnya menjadi landasan Pak Habibie agar selalu tidak menyerah pada setiap keadaan yang mengganggunya. Pesawat N-250 Gatotkoco menjadi salah satu buktinya. SDM Indonesia harus kita bangun, teman-teman!!! Dan berkat ibu Ainun dengan senyuman ketenangannya yang bisa membuat Pak Habibie selalu tenang dalam melewati hari-harinya. Yang pada akhirnya, Ibu Ainun harus pergi terlebih dahulu meninggalkan Pak Habibie, keluarga, dan seluruh rakyat Indonesia. Mungkin tanggal 22 Mei 2010, hari kepergian Ibu Ainun ke dimensi lain, saya belum merasakan kesedihan yang mendalam. Malah tidak mengeluarkan airmata setitikpun. Hanya ucapan belasungkawa dari dalam hati bagi beliau. Namun, ketika saya membaca buku ini, saya harus membasahi halaman 299 dengan setitik air mata saya yang tidak sengaja jatuh membasahi kertas buku ini. Selamat jalan, Ibu Ainun. Semoga engkau ditempatkan di sisi terindah olehNya. Aamiin.

Terkadang, saya terinspirasi oleh kehadiran ibu Ainun dari cerita yang Pak Habibie tuliskan di buku ini. Yang kata Pak Habibie, Ibu Ainun itu tidak pernah mengeluh kepada beliau. Selalu saja tersenyum dan menandakan bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi. Hanya dengan melihat wajah dan senyumannya saja, Pak Habibie sudah merasakan ketenangan untuk tetap melakukan aktivitas yang super duper padat. Ibu Ainun tidak pernah mengeluh. Saya jadi terpikir, kalau suatu saat nanti saya menjadi istri orang, akankah saya bisa menjadi seperti seorang ibu Ainun? Walaupun tidak menjadi sama persis dengan sifat ibu Ainun. Sedikitnya, ada lah sifat baik yang saya bisa aplikasikan dalam kehidupan rumah tangga saya nanti. Saya ingin sekali menjadi seperti ibu Ainun. Tidak pernah mengeluh dan hanya selalu memberikan ketenangan dan kedamaian bagi sang suami. Akankah saya bisa menjadi istri yang baik bagi suami saya nanti? Mmm. Tak bisa saya prediksikan. Tapi, keinginan seperti itu pasti ada. Menjadi istri bagi suami dan ibu bagi anak-anak yang baik. Aamiin. -___-

Masalah kekurangan dari buku ini, mungkin cuma dari kesalahan penulisan saja. Masih ada beberapa kata di beberapa lembaran dengan kesalahan penulisan. Tapi, tidak mempengaruhi makna kesatuan kalimat-kalimatnya.

Akan lebih panjang lagi ketika saya harus menceritakan kembali apa yang saya telah baca dari buku ini. Yang pada intinya, buku ini berhasil membuat saya nangis (lagi). >.< TERHARU…

Pasangan hidup yang telah manunggal jiwa dan raganya.

Inspirasi bagi pasangan suami-istri yang rumah tangganya dibangun dengan cinta dan kasih sayang yang tulus karena Allah SWT.

Inspirasi bagi anak muda sebagai SUMBER DAYA MANUSIA yang HARUS BERKUALITAS untuk mengangkat jati diri Bangsa Indonesia dari keterpurukan yang sering menjatuhkan martabat Indonesia. Karena kita BISA!!! Indonesia BISA!!! πŸ˜‰

Terima kasih, Pak Habibie, atas tulisan di Habibie & Ainun ini. Buku Anda menginspirasi saya sebagai anak muda Indonesia.

Posted in Friend, Life, Love, Place

The Beautiful Night with Ayah

Ayah. We love you, Ayah. Yah. Pak Syahrir atau lebih sering kami panggil Pak Chay adalah salah satu guru favorit kami sewaktu SMA. Beliau mengajar khusus dalam mata pelajaran Kimia kelas XII. Beliau sudah kami anggap seperti ayah sendiri. :’) Entah mengapa, saya selalu mengeluarkan air mata alias nangis jika berada di depan P’Chay. Haduuuhhh, tidak heran kalau saya sering digangguin sama Kiky dan teman-teman dengan sebutan “Cengeng.” -__-”
Iya, kenapa saya menangis? Karena saya selalu mengingat nasehat-nasehat yang diberikan beliau jikalau kami datang mengunjungi beliau. Dan saya pribadi, entah. Sepertinya belum berhasil mengaplikasikan nasehatnya secara maksimal. Tapi, saya akan berusaha sebaik mungkin. Pasti bisa. Insya Allah!!! πŸ™‚

Waktu datang bertamu di rumah Ayah. Saya, WiNNy, Kiky, Mega, Ragil dan Mey. Saya masih ingat beliau bilang, kalau tidak salah seperti ini, “Kalian itu tidak perlu lagi diberi nasehat. Sudah tahu mana yang baik untuk diri kalian, sudah bisa menentukan mana yang salah dan benar.” :'(

Saya diammmm…

“Kalau teman-teman kalian menggalau, kenapa kalian harus ikut-ikutan galau?”

…..

Hening…

Hummm, memang bener sih apa yang dibilang Ayah. Di hari itu, 22 Agustus 2012, saya nangis (lagi). Mendengar apa yang dibilang Ayah. WiNNy cs. pada keheranan karena ngeliat saya nangis. Ini ada apa?Β Ya, saya sih diam-diam saja. Hahaha.

Thanks ya buat Aditya, anak Ayah. Dia tuh so sweet skali. Masih anak SD. Dia ngeliat saya nangis, langsung saya disodorin lagu U SMILEnya Sule dan Andre. Katanya supaya saya nggak nangis lagi. Cieee, terharu saya, Aditya. Makasih banyak ya. πŸ™‚

Sebelum pulang, kita fobar dulu. Sengaja… Hehehe… SURPRISED…

(kiri atas-kanan bawah) Mega, Kiky, WiNNy, Ragil, Ning, Mey.

After that, kita janjian untuk ketemu lagi sama Ayah, 24 Agustus 2012. Tempatnya di Keynai. Kami ngasih kado untuk Ayah. Huaaa, terharu. Dua buah bingkai foto yang ada foto kami bertujuh; Ayah, Mega, Kiky, WiNNy, Mey, Ragil dan saya.

@Keynai with them.

Detik-detik Ayah membuka kado. Taraaaa!!!

Cieee, kadonya. πŸ˜‰

Yang ini bergifo-gifo ria alias narsis di Keynai. πŸ˜€ Sayang Ragilnya gak sempat ikut. πŸ™

Ayah, Ning, Mega, Kiky, WiNNy, dan Mey.
Ehemmmm… πŸ˜€

Terima kasih, Ayah.
Terima kasih, sayang-sayangku… :* :* :*

Posted in Friend, Love, Place

Reuni SDN 2 NganganaUmala ’03 di 1433 H

ALhamdulillah. Alhamdulillah. Uhuhuhuyyy. Akhirnya saya dan teman-teman bisa reunian SD lagi. Gak disangka teman SD masih bisa saling kontak-kontakan. Hihihi… Insya Allah tahun depan lagi ya kita ketemuannya… Aamiinn…

Bagi yang merasa ALUMNI SDN 2 NganganaUmala Baubau 2003 yang lain, tolong ya kalau baca postingan ini dan mau gabung sama kami, hubungi saya saja melalui blog ini. Kontak kalian, we need it.

Habis bukber on 160812
with Ria… :*
Di rumah Rifa, Batauga. 21Agustus 2012
Di sawah Uciiii, 23Agustus2012
Menu Andalan. Ikan bakar dan saudara2nya. πŸ˜€
23Agustus2012

See you tahun depan yaaa… πŸ™‚ Insya Allah… Aamiin…

Posted in Education, Friend, Life, Love, Place

Yudisium Sarjana Strata Satu FKIP Unidayan 2011/2012

Semoga saya juga menyusul tahun depan. Aamiin. πŸ™‚

Heia, satu lagi pengalaman yang paling menyenangkan saya. Ya. That’s graduation.
Yudisium Sarjana Strata Satu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tahun Akademik 2011/2012. Dilaksanakan tanggal 14 Agustus 2012 kemarin di Baruga Ld. Malim Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau. Dihadiri oleh beberapa pejabat penting universitas dan fakultas, diantaranya Rektor Unidayan, L.M. Arsal, S.Sos., M.Si.; Wakil Rektor III, Muh. Syarifuddin, SH., MH.; Dekan FKIP, Drs. Anwar, M.Pd.; Para wakil dekan, para kaprodi dan sekprodi, para dosen dan staf TU FKIP. Tidak lupa juga ada para mahasiswa yang akan diyudisium serta kami, ya junior-junior yang akan menyusul mereka (yang diyudisium) tahun depan. Aamiin ya Allah.

Dimulai pada sore hari sehingga kita berbuka puasa bersama di kampus atas. Jam 4 sore acara dimulai dengan MCnya adalah saudari saya tercinta, Memey. πŸ™‚ Saya, Bambang, Dianti, Mimin, Atul, Iyan, Daus, dan Ade datang belakangan. So, kita gak bisa masuk ke dalam, cuma bisa di bagian teras baruga aja. Kita semua pake almamater, hanya Dianti yang tidak. Mungkin gak dengar instruksi dari Pak Rizal. πŸ˜€ Hehe… Tapi, gak apa-apa kok, adikku sayang. πŸ˜€

Anak2 FKIP Angkatan 2009 UNIDAYAN

Acara yudisium berlangsung lancar setelah rehearsal tanggal 13 Agustus 2012 pagi. Yang saya tahu, jumlah lulusan untuk yudisium bulan Agustus ini khususnya FKIP Pend. Bahasa Inggris sebanyak 44 orang dan Pend. Matematika sebanyak 40 orang. Kalau untuk Pend. Ekonomi dan Pend. Sejarah, saya agak kurang tahu. Salah saya sendiri juga soalnya, gak merhatiin. Cuma asyik narsis-narsisan di belakang. *Hummm, ciri-ciri reporter kurang baik nih. πŸ˜€ Soalnya pengaruh teman-teman lebih kuat sih. πŸ˜€ Gak kepikiran soalnya kalau ternyata lebih baik mengetahui jumlah semua peserta yudisium dari semua program studinya daripada cuma jumlah mahasiswa FKIP Pend. Bahasa Inggris saja. *Huuh, dasar. Saya yang masih egois. -___-“

Setelah mahasiswa dari semua program studi FKIP, baik Pend. Bhs. Inggris, Pend. Matematika, Pend. Ekonomi, dan Pend. Sejarah diyudisium, trus masing-masing lulusan terbaik di setiap prodi dipanggil maju ke depan untuk menerima penghargaan dan dipersilahkan kepada lulusan terbaik FKIP Unidayan TA 2011/2012 untuk membawakan kesan dan pesannya. Untuk lulusan terbaik kali ini jatuh pada mahasiswi Prodi Pend. Bahasa Inggris. Yup. She is Kk Yuli Yastiani. Eh, bukan. Sekarang namanya sudah beralih menjadi Yuli Yastiani, S.Pd., dengan IPK 3,92. Subhanallah… πŸ˜€ Semoga saya juga bisa menjadi orang-orang hebat seperti mereka ya. Aamiin…

Ini nih, dengan si Lulusan Terbaik. Semogaa… Aamiin. Hahaha…
With Kk Niar, my partner when teaching. πŸ˜€

Diawal acara, dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan sambutan dari Rektor Unidayan dan Dekan FKIP. Setelah itu, inti acara, kemudian di akhir acara ada Bpk. Ld. Safulin, S.Pd., M.Pd., satu lagi nih dosen tercinta saya. :), yang memimpin doa bagi kami semua, skaligus karena waktu buka puasa udah dekat. Hehe… Dan setelah itu, nguing nguing nguing nguing… Waktunya, buka puasa. Serbuuuuuu, nanti gak kebagian loooo. πŸ˜€ Hahaha… Ya, berbuka puasa bersama di kampus. Waaah, indahnya kebersamaan. Kapan lagi coba. Pasti setelah ini, semua udah pisah-pisah. Apalagi sesama para senior. Hummm…Β 

Setelah berbuka puasa, dilanjutkan dengan acara makan malam dan kemudian FOBAR, Foto Bareng. Saya? Duduk diam dengan manis begitu aja? Oh, nggak. Saya langsung lari mencari senior-senior untuk foto bareng. Serasa udah lulus aja saya nih. Hahaha. πŸ˜€
Rasa capek karena keluyuran kiri kanan gak terasa deh. Soalnya lihat para mahasiswa yang udah lulus ini, rasanya bagaimana yaaa. Senanggg sekali. Udah lega lagi. Perjuangan mereka benar-benar deh waktu nyusun skripsi. Banting tulang. Kurus, kurus dah. Gak enak makan, gak enak tidur. Pokoknya nano-nano. *Tjiaaaahhh, kayak saya pernah aja. πŸ˜€
Yang terpenting, untuk para seniorku, CONGRATULATION yaaa. Selamat, sudah jadi seorang sarjana pendidikan. Semoga dengan ilmu dan pengalaman yang senior2 dapatkan bisa menjadi bekal di masa depan untuk kehidupan yang baik bagi kita semua. Aamiin. πŸ˜‰

yudisium
with kk senior :*
Bersama Bpk. Ld. Supardi, S.Pd., M.Pd.

Ini nih, ada bunga di mana-mana

This is video of English Educational Study Program students.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=MFAIwWVhCyE]

Huaaaa, pokoknya acara tadi malam TOP BGT deh…
Semoga saya dan teman-teman bisa nyusul tahun depan yaaaaa… Aamiin… πŸ™‚

Posted in Blog, Friend, Life, Love

I’m Not A Loser.nya Mbak Fanny Fredlina

Assalamu’alaikum, readers… Apa khabarnya??? Alhamdulillah kalau baik-baik. Hehehe… πŸ™‚
Senyum dulu eee…

::I’m Not A Loser with the Writer::

Ok. Kali ini saya akan bercerita alias menulis tentang apa yang saya dapatkan setelah memenangkan GiveAway dari Mbak Fanny Fredlina beberapa minggu lalu (25 Juli 2012). And you know what I got? Yup. Kumcernya Mbak Fannyyyyyyy, I’M NOT A LOSER… Ye ye ye… Tapi sayang, saya terlambat ngasih tahunya, kalau bisa Mbak Fanny disertai tanda tangannya. Eh, jadinya tanggal 4 Agustus 2012 kemarin paketnya tiba di rumah, NO SIGNATURE. Hemmm… I’m Late. Kata Mbak Fanny kalau main ke Jakarta, bawa bukunya trus nanti ditandatangani deh. Aamiin. Aamiin… πŸ™‚

Source picturenya dari sini

  • Ukuran: 13 x 19 cm
  • Tebal: viii + 170 halaman
  • Terbit: Juni 2012 (Cetakan Pertama)
  • ISBN: 978-602-225-437-9

Kalau ngebaca nih kumcer ingat masa SMA dulu euy. Paling hobi ngebaca teenlit. Tidak heran kalau udah ada teman yang bawa teenlit baru di sekolah, udah pada rebutan ngantri tuk baca tuh teenlit. Hahaha. Lucu skali kalau kembali mengingat masa-masa SMA kemarin.

Well, seperti yang udah diceritain sama Mbak Fanny sebelumnya, buku ini terdiri dari 15 cerpen. Memang pada dasarnya kumcer teenlit, yaa ceritanya tentang remaja dan percintaan. Mbak Fanny memang udah jadi cerpenis yang handal deh. Master of Short Story. Setiap cerita yang disajikan begitu padat, kata-katanya pun mudah dicerna. Ngalir begitu saja. Inspirasinya OKE banget deh. Hehehe. *Bukan asal ngomong lho, Mbak. Saya beneran serius. Ngebacanya tidak butuh waktu berhari-hari. Bisa sehari. Cuma butuh beberapa jam aja udah bisa.

Didominasi tentang cerita cinta. Tapi, cerita cintanya ini bukan sama kekasih saja, Mbak Fanny menyeimbangkannya dengan cerita cinta with family and friends. Dan setiap cerita pasti terselip pelajaran dari cerita tersebut. Kalau menurut saya. Nda tahu ya kalau yang lain.

Yang paling saya ingat di cerpen TEORI CINTA MAMA. *Saya kalau masalah cinta-cinta seperti ini nomor satu deh. Hahaha… πŸ˜€ Mbak Fanny, saya kutip ya sedikit kata-katanya. πŸ™‚ Boleh?
“Sebesar apa pun cintamu pada seorang pria, jangan pernah mengejarnya. Apalagi nekat menyatakan cinta lebih dulu. Sebab, pria diciptakan bukan untuk dikejar (oleh wanita yang mencintainya) melainkan untuk mengejar wanita yang dicintainya. Sudah menjadi sifat dasar pria untuk menaklukkan hati wanita yang dicintainya. Maka, berbahagialah wanita yang dicintai lebih dulu. Dia akan disirami hujan cinta yang sangat deras oleh sang kekasih. Sebaliknya, apabila wanita menyatakan cinta lebih dulu, belum tentu cinta sang pria – yang akhirnya membalas cintanya – akan langgeng. Bisa saja dia hanya pura-pura mencintai wanita itu. Dalam kamus pria memang tidak ada istilah belajar mencintai. Pria adalah makhluk yang jatuh cinta. Bukan belajar untuk mencintai. Sedangkan wanita, bisa belajar mencintai. (Hal. 75-76; I’m Not A Loser; Fanny Fredlina)

Hmmm. Cinta. Tiada henti dan bosannya untuk diceritakan. Sesuatu yang indah tapi complicated.

Yup. Buku mungil ini bisa jadi salah satu bahan bacaan menarik untuk dibaca. πŸ™‚
Bacaannya tidak terlalu berat, cocok untuk anak muda seperti kita. *Apa? Kita??? Ingat umur, Ning. πŸ˜€
So, silahkan hunting buku ini di toko-toko buku. Tapi sayang, hingga hari ini, di Kota Baubau belum ada GRAMEDIA. Huuuu, kesalnyaaaaa… Mau cari bahan referensi kuliah kok susah yaaaaaa di sini (red: Baubau). Coba donk, yang baca nih postingan yang punya kerjaan yang ada hubungannya dengan buku atau personil dari GRAMEDIA sendiri deh, coba ke Baubau donk… Toko buku sih ada, tapi gak selengkap di GRAMEDIA dan sejenisnya. Huhuhu… T.T

Posted in Blog, Friend, Life, Love

I’m Not A Loser.nya Mbak Fanny Fredlina

Assalamu’alaikum, readers… Apa khabarnya??? Alhamdulillah kalau baik-baik. Hehehe… πŸ™‚
Senyum dulu eee…

::I’m Not A Loser with the Writer::

Ok. Kali ini saya akan bercerita alias menulis tentang apa yang saya dapatkan setelah memenangkan GiveAway dari Mbak Fanny Fredlina beberapa minggu lalu (25 Juli 2012). And you know what I got? Yup. Kumcernya Mbak Fannyyyyyyy, I’M NOT A LOSER… Ye ye ye… Tapi sayang, saya terlambat ngasih tahunya, kalau bisa Mbak Fanny disertai tanda tangannya. Eh, jadinya tanggal 4 Agustus 2012 kemarin paketnya tiba di rumah, NO SIGNATURE. Hemmm… I’m Late. Kata Mbak Fanny kalau main ke Jakarta, bawa bukunya trus nanti ditandatangani deh. Aamiin. Aamiin… πŸ™‚

Source picturenya dari sini

  • Ukuran: 13 x 19 cm
  • Tebal: viii + 170 halaman
  • Terbit: Juni 2012 (Cetakan Pertama)
  • ISBN: 978-602-225-437-9

Kalau ngebaca nih kumcer ingat masa SMA dulu euy. Paling hobi ngebaca teenlit. Tidak heran kalau udah ada teman yang bawa teenlit baru di sekolah, udah pada rebutan ngantri tuk baca tuh teenlit. Hahaha. Lucu skali kalau kembali mengingat masa-masa SMA kemarin.

Well, seperti yang udah diceritain sama Mbak Fanny sebelumnya, buku ini terdiri dari 15 cerpen. Memang pada dasarnya kumcer teenlit, yaa ceritanya tentang remaja dan percintaan. Mbak Fanny memang udah jadi cerpenis yang handal deh. Master of Short Story. Setiap cerita yang disajikan begitu padat, kata-katanya pun mudah dicerna. Ngalir begitu saja. Inspirasinya OKE banget deh. Hehehe. *Bukan asal ngomong lho, Mbak. Saya beneran serius. Ngebacanya tidak butuh waktu berhari-hari. Bisa sehari. Cuma butuh beberapa jam aja udah bisa.

Didominasi tentang cerita cinta. Tapi, cerita cintanya ini bukan sama kekasih saja, Mbak Fanny menyeimbangkannya dengan cerita cinta with family and friends. Dan setiap cerita pasti terselip pelajaran dari cerita tersebut. Kalau menurut saya. Nda tahu ya kalau yang lain.

Yang paling saya ingat di cerpen TEORI CINTA MAMA. *Saya kalau masalah cinta-cinta seperti ini nomor satu deh. Hahaha… πŸ˜€ Mbak Fanny, saya kutip ya sedikit kata-katanya. πŸ™‚ Boleh?
“Sebesar apa pun cintamu pada seorang pria, jangan pernah mengejarnya. Apalagi nekat menyatakan cinta lebih dulu. Sebab, pria diciptakan bukan untuk dikejar (oleh wanita yang mencintainya) melainkan untuk mengejar wanita yang dicintainya. Sudah menjadi sifat dasar pria untuk menaklukkan hati wanita yang dicintainya. Maka, berbahagialah wanita yang dicintai lebih dulu. Dia akan disirami hujan cinta yang sangat deras oleh sang kekasih. Sebaliknya, apabila wanita menyatakan cinta lebih dulu, belum tentu cinta sang pria – yang akhirnya membalas cintanya – akan langgeng. Bisa saja dia hanya pura-pura mencintai wanita itu. Dalam kamus pria memang tidak ada istilah belajar mencintai. Pria adalah makhluk yang jatuh cinta. Bukan belajar untuk mencintai. Sedangkan wanita, bisa belajar mencintai. (Hal. 75-76; I’m Not A Loser; Fanny Fredlina)

Hmmm. Cinta. Tiada henti dan bosannya untuk diceritakan. Sesuatu yang indah tapi complicated.

Yup. Buku mungil ini bisa jadi salah satu bahan bacaan menarik untuk dibaca. πŸ™‚
Bacaannya tidak terlalu berat, cocok untuk anak muda seperti kita. *Apa? Kita??? Ingat umur, Ning. πŸ˜€
So, silahkan hunting buku ini di toko-toko buku. Tapi sayang, hingga hari ini, di Kota Baubau belum ada GRAMEDIA. Huuuu, kesalnyaaaaa… Mau cari bahan referensi kuliah kok susah yaaaaaa di sini (red: Baubau). Coba donk, yang baca nih postingan yang punya kerjaan yang ada hubungannya dengan buku atau personil dari GRAMEDIA sendiri deh, coba ke Baubau donk… Toko buku sih ada, tapi gak selengkap di GRAMEDIA dan sejenisnya. Huhuhu… T.T