Posted in Education, Life, Love, Words

This is About Totto-chan’s Children Book

Wuihhh, akhirnya saya bisa menyelesaikannya.
Membaca buku Totto-chan’s Children, A Goodwill Journey to the Children of the World. Ini buku udah dibeli dari bulan November 2011 kemarin dan saya baru selesai membacanya Agustus 2012 ini. -___-” Nda tahu berapa sesi saya harus berhenti, lalu membaca, berhenti, dan seterusnya. Tapi, gak apalah, yang penting udah finish dan saya bisa tahu apa sebenarnya yang terjadi di luar sana. That’s worse. :'(

Source from here.

Tentang Totto-chan’s Children. A Goodwill Journey to the Children of the World. By Tetsuko Kuroyanagi.

  • Ukuran: 13.5 x 20 cm
  • Tebal: 328 halaman
  • Terbit: Maret 2011 (Cetakan Ketiga)
  • ISBN: 978-979-22-5998-8
  • Harga: Rp. 54.000,-

Buku karangan Tetsuko Kuroyanagi sebelumnya adalah Totto-chan Gadis Cilik di Jendela. Dari awal melihat reviewnya di blog Mbak Fanny, saya sudah mulai jatuh hati dan memiliki hasrat untuk membacanya. Ya, ini tentang anak-anak. Psikologi tentang anak. Bagaimana anak harus diperlakukan semestinya. Dan di buku kedua ini, tentang perjalanan Miss Kuroyanagi sebagai Duta Kemanusiaan UNICEF (1984 – 1997) yang berkunjung ke berbagai negara untuk melihat keadaan anak-anak di sana. Utamanya negara-negara korban perang ataupun kekeringan. Hmm… :'(

Di buku ini, Totto-chan’s Children, Miss Kuroyanagi memaparkan secara detail apa yang ia ingin sampaikan tentang semua keadaan di negara-negara yang ia kunjungi. Tanzania, Nigeria, India, Mozambik, Kamboja dan Vietnam, Angola, Banglades, Irak, Etiopia, Sudah, Rwanda, Haiti, dan Bosnia-Herzegovina.

Setiap lembaran, jarang untuk menemukan kesenangan yang terjadi pada anak-anak. Senang ya senang, tapi senang dalam penderitaan. Senyum kecil dan tawa mereka sarat akan kekuatan dan keinginan besar mereka untuk tetap hidup. Anak-anak korban perang. Anak-anak korban kemiskinan. Anak-anak korban kekeringan. Semua karena perang.

Hei, tahu tidak, perang itu tidak baik! Anak-anak yang jadi korban. Hingga harus menanggung gangguan psikologis, gizi buruk, kematian dengan jumlah besar tiap tahunnya. Ada yang harus kehilangan orang tuanya dan hidup sendiri. *Oh Noooo!!! I CAN’T!!! >.<
Buku ini menyadarkan saya, kalau ternyata masih ada keadaan yang lebih buruk di luar sana. Mereka kekurangan kasih sayang dari orang tua mereka, mereka kekurangan makanan dan minuman, tapi mereka masih bisa hidup. Sementara di sini, saya masih punya orang tua (alhamdulillah), masih bisa makan, minum. Air juga melimpah. Apa yang saya butuhkan selalu tersedia. Mereka di sana, bagaimana??? Mereka, anak-anak kecil itu, bahkan rela menjadi pelacur hanya untuk menghidupi keluarganya. Mereka bahkan harus siap mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dilakukan orang dewasa. Menjadi tentara, menjadi pengasuh seorang bayi yang rupanya mereka juga butuh kasih sayang dari seorang ibu. Anak-anak malang itu.

Melihat orang tua meninggal dengan tragis di depan mata mereka, meninggalkan luka yang sangat dalam. Bukan luka karena patah hati, tapi luka psikologis, yang membuat mereka berat untuk mengembangkan senyum manis mereka. Mereka cuma suka warna HITAM. Sampai kapan mereka harus menanggung penderitaan itu? Ini semua karena PERANG. Ranjau darat yang tersebar di mana-mana dan orang dewasa yang ingin menyelamatkan diri harus menjadikan anak-anak yatim piatu menjadi pendeteksinya. Resiko terbesar, jika menginjak ranjau itu, MATI. Mereka mati dalam kesia-siaan. Mereka hidup hanya untuk menanggung betapa sakitnya kehidupan di dunia ini. Tapi, saya suka sama semangat hidup anak-anak itu, Dalam kekacauan yang terjadi di negara mereka, semangat itu tidak pernah pudar. Mereka bersemangat menatap masa depan tanpa putus asa.

Miss Kuroyanagi sangat mencintai dunia anak-anak dan cerita inilah sebagai bukti cintanya yang memperlihatkan kepada dunia bahwa masih ada anak-anak yang bahagia dan berjuang hidup dalam gelapnya dunia. Dan ia sebagai Duta Kemanusiaan UNICEF berhasil memberikan segenggam harapan dan senyuman untuk setiap anak yang ia kunjungi. 🙂

Miss Kuroyanagi, I hope one day I can meet you. Amin. 🙂

Miss Kuroyanagi

Source: here

*Allah, terima kasih atas segala rahmat dan karuniaMu yang Engkau limpahkan kepada kami. :'( Saya terkadang jahat atas semua ini.

Posted in Life, Love

My Lovely Grandpa

Dan ternyata tulisan terakhir tadi malam, Imajinasi vs. Realita, nyambung dengan kejadian hari ini. Tanggal 2 Agustus 2012. Yah, Kakek saya udah ninggalin saya dan keluarga Maghrib tadi. Akibat kecelakaan, jatuh dari motor. Kakekku sayang, baik-baik di sana ya. Pasti udah ketemu sama nenek di atas.

Imajinasi vs. Realita. Imajinasi yang tercipta saat saya wisuda nanti, akan ada Kakek yang mendampingi. Dan rupanya. The fact, it WILL NOT HAPPEN. COz He’s gone. :'(

Kakek yang selalu beliin saya susu di warung kalau pulang dari kampus. Kakek yang slalu memberikan saya uang ojek kalau mau pulang, kakek yang selalu ngasih angpau pada saat lebaran. Dan ketika saya lulus ujian. Ketika saya ke Makassar, Kendari, Kakek tak pernah alpa ngasih uang jajan ke saya. Dan sekarang. DONE. Gak akan ada lagi sosok besar tinggi yang selalu menyambut senyum saya ketika singgah di rumah kakek dari pulang kampus. Saya yang tak akan pernah bisa lagi bilang, “Kakek, susu dank!“, dan mendengar jawaban beliau, “Iya, ambil saja.

Jujur, saya merasa sangat kehilangan beliau. Gak ada malu-malunya saya nulis postingan ini di tengah-tengah keluarga saya lagi berkumpul. Saya gak tahu malu. Biar saja, yang penting postingan ini akan hadir malam ini juga. Karena kalau bukan sekarang, mungkin akan tersendat lagi.

Maghrib, 2 Agustus 2012, You have gone for leaving me, leaving us. My lovely grandpa. Kakekku sayang, kalau saya wisuda nanti, kakek tidak ada ya? Hmmm… Gpp, yang penting nanti Kakek bisa liat saya nanti. 🙂

I Love You, Kakek.

Rini and Kakek… 🙂
Posted in Life, Love

I’m Galau

Hmmm. Malam, reader.
Cuma mau nulis-nulis aja. Yang mau baca, silahkan, yang gak mau baca juga, silahkan. Langsung aja ditutup blog saya. Soalnya ini tentang perasaan saya yang lagi galau. Penyakit anak muda sekarang. Heran sayanya. Kenapa nanti sekarang-sekarang tuh istilah pada populer. Perasaan, kemarin-kemarin gak booming amat.

Well, dimulai dari mana ya? Bingung sendiri sayanya.
Hmm, sebagian orang paling anti memberitahukan apa yang dirasakannya lewat dunia maya atau jejaring sosial. Mereka gak mau ditahu sama publik. Apa yang terjadi sama mereka, bikin apa, dengan siapa, di mana. Istilahnya, gak mau dipublikasi. Nah, saya. Sedikit-sedikit update status di Facebook, Twitter, atau gak nulis di blog. Gak tahu ya, udah memang dari kemarin-kemarin sayanya kayak gini. Sesak banget kalau gak dikeluarin dengan sebuah tulisan. Ya, terserah sih orang mau bilang apa. Ini loh, diri saya. Nining Syafitri. Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada. 🙂 Yang penting kan, saya agak sedikit tahu sama aturan di sekitar. *Jiaah, gaya lo, Ning.

Hmmm. Baru aja ‘perang’ sama orang. Sebenarnya mau nulis pake English, soalnya gimana ya, kalau masalah perasaan, saya sedikit anti make bahasa Indonesia. Bukan gengsi karena English lebih keren ketimbang Bahasa, tapi biar ada yang gak tahu apa maksudnya. 😀 Terutama orang-orang tertentu. HMB… Hehehe…

Tapi, yo wes lah. Saya lagi gak mood berInggris-Inggris ria malam ini.
Pengaruh nih.

Menjalani hubungan dalam status pacaran, berarti harus siap dengan segala konsekuensinya. SENANG, BAHAGIA, SEDIH, MARAH, CEMBURU, PATAH HATI dan GALAU. Banyak hal yang akan dilewati berdua. Jatuh bangun pun mesti dilewati. Capek juga kalau dirasa-rasa. Tapi yaa mau bagaimana lagi kalau gak begitu. Makanya mau pacaran. Coba gak. Pasti bisa diminimalisir. Hehehe…

Seperti yang ditulis Raditya Dika di Buku Marmut Merah Jambunya,
“Tidak seperti burung lovebirds, manusia adalah spesies yang aneh. Kebanyakan dari kita pasti pernah ngerasain putus, dan semakin banyak kita pacaran, semakin banyak kita ngerasain putus. Pacaran pada dasarnya punya risiko: ngambek, marah, dan akhirnya diselingkuhi, dan patah hati. Tapi kita, sebagai manusia tetep aja masih mau pacaran. Karena kita, seperti belalang, tahu bahwa untuk mencintai seseorang butuh keberanian.”

Jeglek… Speechless waktu ngebaca tuh kata-kata. Wuuuuhhh, saya elus dada aja deh.
Yang tadinya kalau malam diSMS, diteleponin, sekarang HPnya sepi. Gak ada kehidupan sama sekali. Huaaaa, sengsara banget. Nggg, gak juga sih. Yang pada intinya, kalau cari kesibukan pasti lupa sama yang itu. Move on donk! Mesti… Seperti Ariel bilang dalam Menghapus Jejakmu, “Terus melangkah melupakanmu. Engkau bukanlah segalaku. Bukan tempat tuk hentikan langkahku. Usai sudah semua berlalu, biar hujan menghapus jejakmu.”

Yang pada intinya, malam ini, BISA GALAU, tapi GAK BOLEH TERLALU LARUT.
Rugi di orang yang galau donk. Mmmm, misalnya saya. 😀 *Apa sih?
Dan yang lebih jelasnya, semoga ini sudah jalan Allah untuk kebaikan bersama.
Saya juga sebenarnya udah capek. Apakah kalian tidak pernah merasakan, kalau perasaan ini di UP dan DOWN. Tarik ulur. *kyk tali aja. -__-” Terus menerus. Capek kan? Mending, kalau mau saling meninggalkan, sekalian aja. Gak usah pake acara nyambung-nyambung segala. Tapi yaa, semuanya kembali ke individunya. Sapatau masih ada yang saling sayang. Cieeee… Selamat deh.

Lumayan rumit mengguluti dunia lope-lope ini yah? Complicated. Dewasa itu kerjaannya galau mlulu. Coba kalau anak kecil. Pasti gak kenal istilah GALAU. -__-‘ Saya mau gabung aja sama mereka dah.

Daritadi, liat HP, mana yang mau SMSan nih? Gak ada. Huihhh. Resiko. Hidup itu adalah pilihan. Semoga saja ini sudah benerannya. Gak ada lagi SMS dan telepon berikutnya dari ‘orang’ yang geje. 😀 Supaya saya juga gak capek.

Yaaaa, bahagialah kamu dengan caramu sendiri dan saya pun demikian. Bahagia dengan cara kita sendiri. Saya di sini dan kamu di sana. 🙂
Di lain kesempatan kita ketemu lagi ya.
Allah, hati ini telah tegar untuk menerima segala konsekuensi yang telah ditetapkan. Tolong temani saya, Allah… Genggam tanganku dan jangan pernah lepaskan. Saya mau bahagia dengan caraMu. 🙂
Amin ya Rabb.

*Lumayan juga curcolnya. Ya udah, sampai di sini dulu cerita nyampah saya. Semoga gak ada yang muntah waktu ngebaca nih artikel galau. 😀
Semoga yang tertuju dapat membaca dengan seksama.
Semoga semuanya akan baik-baik saja.
Semoga Allah memberikan kebahagiaan bagi kita semua. Tentunya, kita imbangi dengan ketakwaaan kita kepadaNya. 🙂 Amin.

Posted in Blog, Life, Love

Indonesian Batik, I Fall in Love with You

::I LOVE INDONESIAN BATIK::
Do you wanna see my picture?
Check this out. 😀

Batik in Ning ‘Little’ Syafitri

Judul: Ning ‘Little’ Syafitri is in Indonesian Batik.
Keterangan: Pencitraan Batik Indonesia dalam Perpaduan Birunya Alam pada Jiwa Muda yang Ceria, Elegan. I’m proud of wearing Indonesian Batik.

Postingan ini diikutsertakan dalam Giveaway Catatan Akhir Pekan dengan Tema Aku Cinta Batik Indonesia.

Posted in Life, Love, Words

Sepanjat Doa UntukMu

Hidup itu tidak ditahu akhirnya. Seseorang yang tadinya di atas bisa saja turun ke bawah dan sebaliknya. Hidup ini harus disyukuri. Allah telah menciptakan kehidupan yang sangat sangat indah untuk umatNya, tapi masih saja ada yang mendustakanNya. Kenapa?

Saya juga sebagai umatNya tidak  akan menyangkal kalau saya juga pernah dan masih  mendustakanNya, saya jahat sama Allah. Tidak pernah sempurna menjalankan apa yang diperintahkanNya. Betapa berdosanya saya. Saya sudah mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk Allah, tapi masih saja belum sempurna. Setan masih mencoba-coba menguasai hati dan perasaan saya untuk tidak menyayangiNya. Mungkin, keimanan saya kepadaNya masih tipis. Belum menjadi umatNya yang baik, yang taat, dan segalanya yang baik-baik.

Ramadhan kali ini terasa berbeda. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam perasaan, hati dan pikiran saya. Entah apa sesuatu itu. Yang terpenting bukan Syahrini.

Allah, tulisanku ini mungkin hanyalah sampah seperti kebanyakan orang-orang yang mendustakanMu
Aku tahu sangat tidaklah pantas untuk sekarang berharap yang baik-baik kepadaMu
Karena sekarang Engkau telah melihatku
Betapa jahatnya aku kepadaMu
Sudah beginikah hamba yang Kau sayangi?
Saya pikir TIDAK
Saya bukan hambaMu yang baik
Yang selalu taat menjalankan apa yang Kau minta dari seorang hamba yang bertakwa
Allah, apakah Kau tahu?
Saya lelah menjadi jahat
Saya lelah bersembunyi dari ketidakpatuhanku kepadaMu
Karena pada akhirnya Kau akan menemukanku juga


Doa-doa untukMu, memohon apa yang aku minta
Meminta pertolonganMu
Memohon ampunanMu
Menghindarkan aku dari marabahaya
Tak henti-hentinya aku panjatkan kepadaMu, wahai Sang Pencipta


Masih ada celahkah untukku memohon ampunan dosa kepadaMu?
Masih ada celahkah untukku memperbaiki diri?
Masih ada sedikit cahaya kebaikankah untukku?
Aku di sudut kegelapan ini
Dengan dosa yang berserakan terhadapMu

Posted in Life, Love, Words

Sepanjat Doa UntukMu

Hidup itu tidak ditahu akhirnya. Seseorang yang tadinya di atas bisa saja turun ke bawah dan sebaliknya. Hidup ini harus disyukuri. Allah telah menciptakan kehidupan yang sangat sangat indah untuk umatNya, tapi masih saja ada yang mendustakanNya. Kenapa?

Saya juga sebagai umatNya tidak  akan menyangkal kalau saya juga pernah dan masih  mendustakanNya, saya jahat sama Allah. Tidak pernah sempurna menjalankan apa yang diperintahkanNya. Betapa berdosanya saya. Saya sudah mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk Allah, tapi masih saja belum sempurna. Setan masih mencoba-coba menguasai hati dan perasaan saya untuk tidak menyayangiNya. Mungkin, keimanan saya kepadaNya masih tipis. Belum menjadi umatNya yang baik, yang taat, dan segalanya yang baik-baik.

Ramadhan kali ini terasa berbeda. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam perasaan, hati dan pikiran saya. Entah apa sesuatu itu. Yang terpenting bukan Syahrini.

Allah, tulisanku ini mungkin hanyalah sampah seperti kebanyakan orang-orang yang mendustakanMu
Aku tahu sangat tidaklah pantas untuk sekarang berharap yang baik-baik kepadaMu
Karena sekarang Engkau telah melihatku
Betapa jahatnya aku kepadaMu
Sudah beginikah hamba yang Kau sayangi?
Saya pikir TIDAK
Saya bukan hambaMu yang baik
Yang selalu taat menjalankan apa yang Kau minta dari seorang hamba yang bertakwa
Allah, apakah Kau tahu?
Saya lelah menjadi jahat
Saya lelah bersembunyi dari ketidakpatuhanku kepadaMu
Karena pada akhirnya Kau akan menemukanku juga


Doa-doa untukMu, memohon apa yang aku minta
Meminta pertolonganMu
Memohon ampunanMu
Menghindarkan aku dari marabahaya
Tak henti-hentinya aku panjatkan kepadaMu, wahai Sang Pencipta


Masih ada celahkah untukku memohon ampunan dosa kepadaMu?
Masih ada celahkah untukku memperbaiki diri?
Masih ada sedikit cahaya kebaikankah untukku?
Aku di sudut kegelapan ini
Dengan dosa yang berserakan terhadapMu

Posted in English, Life, Love

A Sentimental Night

I don’t know why this night I am being a sentimental girl.
I feel you. There is something wrong with you and I don’t want to force you to tell it to me.
I will let you not to tell me until you want by your self, without forcefulness.

I don’t want anything but you feel good always. Just it. Because your happy feeling and soul can make me smile from here although you won’t see how my heart is lucky to see you in happiness.

Tonight, with the tears, I feel you.
With some texts of us, do you know how I am now?
My tears fall again.
You don’t hurt me, but my feeling feels your feeling.
I just hope you’re going to be fine.

All problems you get, you said that if there is me, it will be fine. Prove it!
I hope you are not lie. About what you feel now. What you said to me. Coz I trust you.
I just need a smile and positive thinking about what become your problem. From you.
Yeah, You.
I’m here. To accompany you till I can’t do it.

You.
Be fine there.
Don’t let the tears fall anymore.
Because you don’t hurt me.

Posted in Friend, Life, Love, Place

Journey in the Night: Metro and ex.RMB

Hei hei hei… Mau cerita nih. Pengalaman bersama Sam, Mey, dan Ika. Kejadiannya udah lama, tapi gak apa-apa. Sekalian flash back gitu. 😀
Ini tentang tanggal 20 Mei 2012. Mau tau hari apa?
Ayo tebak, hari apa ayo…
Gak tahu?
Hehehe. Sama, saya juga gak tahu. 😀 *ditimpuk sama Memey.
Iya, jadi kemarin itu, tepat tanggal 20Mei2012 adalah hari ulang tahun Memey. Sahabat saya yang selalu menemani dikala sedih, gundah, galau, ataupun senang. *Bahasa lo, Neng. Ngeeeek ngooookkk… -___-”
Waktu hari ultah saya juga, dia yang nemenin. Bisa dilihat di sini.

Oke. Let’s start ya…
Jadi, sore harinya kami berempat udah janjian. Ning, Mey, Sam, dan Ika rencana mau ke tempat karaoke yang baru dibuka bulan Mei kemarin alias @Metro, belakang Gedung Maedani Kota Baubau. Tapiiii, sebelumnya kami bertiga ngasih kejutan kecil-kecilan waktu ngejemput Mey di rumahnya. That’s a little cake. Happy Birthday, sayangku Meyyy, my sistha.

Sebelum go to Metro, kami bertiga muter-muter Kota Baubau dulu yang berujung di Pantai Kamali, ngebeli pentol goreng depan KFC dan makan di Taman BRI. Uenaknyaaa… Iya, ngomong-ngomong pentol, saya paling suka pentol di situ, dan di depan Istana Ilmiah. Sudah menjadi cemilan favorit semenjak SMA. Apalagi kalau teman-teman yang pada kuliah di luar udah pada pulang ke Baubau, kalau jalan-jalan pasti udah terkait di tempat-tempat kuliner seperti itu. 😀 Utamanya nih teman saya yang namanya Jane. Kalau udah ketemu pentol, tak diampuni… *Becanda, Jane. 😀

Naaaah, ceritanya nih kan udah kenyang sama cemilan. Udah  diganjal sama si pentolan, langsung aja kami lanjut ke Metro. Metroooo, we’re coming. Kalau gak salah, tanggal 9 Mei 2012 kemarin Metro ini dibuka. Tempatnya 3 in 1, alias ada Restoran, Tempat Karaoke, dan Tempat Main Bilyard. Terletak di Jalan Betoambari, di belakang Gedung Maedhani.   Ya, that’s Metro. Kyusuki and Resto, Billiard, dan Rumah Bernyanyi.

FYI, hari itu pertama kalinya kami pergi ke Metro. Dan sedikit malu-maluin. Menurut saya sih. Hahaha… Kamseupay. Nggg, gak juga ding. :p
Jadi ceritanya gini nih, terinspirasi oleh ex.RMB yang sekarang udah jadi salah satu tempat hiburan. Jadi kalau di ex.RMB kan masuk di satu pintu udah ada tujuan, mau makan atau mau nyanyi. Nah, di Metro beda. Pintu masuk mau makan sama nyanyi tuh beda. Bisa ditebak donk, kami masuk pintu yang di restonya. 😀 Syukur ketemu senior saya, dia kerja di sana. Dengan PD, kami masuk di pintu resto, trus pesan room untuk nyanyi, tiba-tiba si senior nih bilang, ‘Oh, kalau mau karaoke di sebelah sana pintunya’. Ngeeeeekkk. -____-“. Akhirnya keluar, dan menuju jalan yang ditunjukkin. Pas besoknya di kampus, si senior nih nyinggung lagi tentang salah masuk tempat. Hahaha. Ya udah saya jelasin kalo kami berempat kemarin kiranya seperti di ex.RMB, ternyata gak.

Berjalan lewat pintu yang udah ditunjukkin, akhirnya tibalah di tempat yang dituju. Kami pesen room yang Standard. Biasalah, kantung mahasiswa. 😀 Per jamnya itu 50rb + PPN 10%. Ruangannya lumayan banyak, interior dan suasananya baru banget dah. Di tempat ini juga, kita bisa pesen makanan. Harganya lumayanlah 10rb ke atas. Patut dicoba kalau yang belum pernah ke sana. Tempat nongkrong baru, bro… 😀

Mungkin, kemarin itu kami belum beruntung kali ya. Baru beberapa menit aja masuk untuk nyanyi-nyanyi, listriknya mati-nyala-mati-nyala. Dan tahu apa yang terjadi. Managernya bilang kalau listriknya tidak mampu, dan kita disarankan untuk berhenti. Sebagai ganti rugi, kami diGRATISkan dari pembayaran. *Seneng sih iya, soalnya gratis. Tapi belum puas begitu e… Baru berapa menit juga. Hummmmmm… Akhirnya kita move ke ex.RMB. Sama. Pesan satu standard room, kaget waktu tanya berapa per jam sama yang jaga di sana, Rp.80.000 booo…!!! Buju busett, Muahalnyaaaa…


Iya, katanya kalau malam harganya gitu. Kalau siang, harganya bisa di bawah dari 80rb karena pake kartu mahasiswa. Jadi cuco begitu e dengan kita-kita. So, sempat mempertimbangkan juga sih, mau ke tempat-tempat baru atau di ex.RMB saja. Dan kami pilih untuk tetap di situ. FYI, di Baubau udah menjamur tempat-tempat karaoke. Satu per satu udah muncul nih tempat hiburan, tempat makan dsb. Tapi, yang paling saya keselin, woooooooiii, GRAMEDIA GRAMEDIA GRAMEDIA. SAYA BUTUH BUKU… SUMBER BACAAN TERBATAS DI BAUBAU eeeeeee… HMB sayaa eee… Kapankah itu GRAMEDIA bisa ada di Baubau??? Enjel belaeeee… *Ups, sorry, saya keceplosan. Maaf. Terbawa emosi, readers. -_____-“

Kita mesen satu jam aja. Dan nyanyi-nyanyi sepuasnyaaaa. Trus, pulang ke rumah masing-masing. That’s enough. Interesting. Hmmm… Tapi, yang terpenting, ‘ko bisa tertawa Mey. Ko bisa bahagia. Selamat ultah nah, Memeyku…’

Oh iya, bagi yang tertarik untuk mencuba menyanyi di Metro *alaalamalaysia. Tolong dengan saya juga diajak naaaaaaahhhh… Hehehe…

Sekilas foto… 😀

Friends di depan Metro

Posted in Friend, Life, Love, Place

Journey in the Night: Metro and ex.RMB

Hei hei hei… Mau cerita nih. Pengalaman bersama Sam, Mey, dan Ika. Kejadiannya udah lama, tapi gak apa-apa. Sekalian flash back gitu. 😀
Ini tentang tanggal 20 Mei 2012. Mau tau hari apa?
Ayo tebak, hari apa ayo…
Gak tahu?
Hehehe. Sama, saya juga gak tahu. 😀 *ditimpuk sama Memey.
Iya, jadi kemarin itu, tepat tanggal 20Mei2012 adalah hari ulang tahun Memey. Sahabat saya yang selalu menemani dikala sedih, gundah, galau, ataupun senang. *Bahasa lo, Neng. Ngeeeek ngooookkk… -___-”
Waktu hari ultah saya juga, dia yang nemenin. Bisa dilihat di sini.

Oke. Let’s start ya…
Jadi, sore harinya kami berempat udah janjian. Ning, Mey, Sam, dan Ika rencana mau ke tempat karaoke yang baru dibuka bulan Mei kemarin alias @Metro, belakang Gedung Maedani Kota Baubau. Tapiiii, sebelumnya kami bertiga ngasih kejutan kecil-kecilan waktu ngejemput Mey di rumahnya. That’s a little cake. Happy Birthday, sayangku Meyyy, my sistha.

Sebelum go to Metro, kami bertiga muter-muter Kota Baubau dulu yang berujung di Pantai Kamali, ngebeli pentol goreng depan KFC dan makan di Taman BRI. Uenaknyaaa… Iya, ngomong-ngomong pentol, saya paling suka pentol di situ, dan di depan Istana Ilmiah. Sudah menjadi cemilan favorit semenjak SMA. Apalagi kalau teman-teman yang pada kuliah di luar udah pada pulang ke Baubau, kalau jalan-jalan pasti udah terkait di tempat-tempat kuliner seperti itu. 😀 Utamanya nih teman saya yang namanya Jane. Kalau udah ketemu pentol, tak diampuni… *Becanda, Jane. 😀

Naaaah, ceritanya nih kan udah kenyang sama cemilan. Udah  diganjal sama si pentolan, langsung aja kami lanjut ke Metro. Metroooo, we’re coming. Kalau gak salah, tanggal 9 Mei 2012 kemarin Metro ini dibuka. Tempatnya 3 in 1, alias ada Restoran, Tempat Karaoke, dan Tempat Main Bilyard. Terletak di Jalan Betoambari, di belakang Gedung Maedhani.   Ya, that’s Metro. Kyusuki and Resto, Billiard, dan Rumah Bernyanyi.

FYI, hari itu pertama kalinya kami pergi ke Metro. Dan sedikit malu-maluin. Menurut saya sih. Hahaha… Kamseupay. Nggg, gak juga ding. :p
Jadi ceritanya gini nih, terinspirasi oleh ex.RMB yang sekarang udah jadi salah satu tempat hiburan. Jadi kalau di ex.RMB kan masuk di satu pintu udah ada tujuan, mau makan atau mau nyanyi. Nah, di Metro beda. Pintu masuk mau makan sama nyanyi tuh beda. Bisa ditebak donk, kami masuk pintu yang di restonya. 😀 Syukur ketemu senior saya, dia kerja di sana. Dengan PD, kami masuk di pintu resto, trus pesan room untuk nyanyi, tiba-tiba si senior nih bilang, ‘Oh, kalau mau karaoke di sebelah sana pintunya’. Ngeeeeekkk. -____-“. Akhirnya keluar, dan menuju jalan yang ditunjukkin. Pas besoknya di kampus, si senior nih nyinggung lagi tentang salah masuk tempat. Hahaha. Ya udah saya jelasin kalo kami berempat kemarin kiranya seperti di ex.RMB, ternyata gak.

Berjalan lewat pintu yang udah ditunjukkin, akhirnya tibalah di tempat yang dituju. Kami pesen room yang Standard. Biasalah, kantung mahasiswa. 😀 Per jamnya itu 50rb + PPN 10%. Ruangannya lumayan banyak, interior dan suasananya baru banget dah. Di tempat ini juga, kita bisa pesen makanan. Harganya lumayanlah 10rb ke atas. Patut dicoba kalau yang belum pernah ke sana. Tempat nongkrong baru, bro… 😀

Mungkin, kemarin itu kami belum beruntung kali ya. Baru beberapa menit aja masuk untuk nyanyi-nyanyi, listriknya mati-nyala-mati-nyala. Dan tahu apa yang terjadi. Managernya bilang kalau listriknya tidak mampu, dan kita disarankan untuk berhenti. Sebagai ganti rugi, kami diGRATISkan dari pembayaran. *Seneng sih iya, soalnya gratis. Tapi belum puas begitu e… Baru berapa menit juga. Hummmmmm… Akhirnya kita move ke ex.RMB. Sama. Pesan satu standard room, kaget waktu tanya berapa per jam sama yang jaga di sana, Rp.80.000 booo…!!! Buju busett, Muahalnyaaaa…


Iya, katanya kalau malam harganya gitu. Kalau siang, harganya bisa di bawah dari 80rb karena pake kartu mahasiswa. Jadi cuco begitu e dengan kita-kita. So, sempat mempertimbangkan juga sih, mau ke tempat-tempat baru atau di ex.RMB saja. Dan kami pilih untuk tetap di situ. FYI, di Baubau udah menjamur tempat-tempat karaoke. Satu per satu udah muncul nih tempat hiburan, tempat makan dsb. Tapi, yang paling saya keselin, woooooooiii, GRAMEDIA GRAMEDIA GRAMEDIA. SAYA BUTUH BUKU… SUMBER BACAAN TERBATAS DI BAUBAU eeeeeee… HMB sayaa eee… Kapankah itu GRAMEDIA bisa ada di Baubau??? Enjel belaeeee… *Ups, sorry, saya keceplosan. Maaf. Terbawa emosi, readers. -_____-“

Kita mesen satu jam aja. Dan nyanyi-nyanyi sepuasnyaaaa. Trus, pulang ke rumah masing-masing. That’s enough. Interesting. Hmmm… Tapi, yang terpenting, ‘ko bisa tertawa Mey. Ko bisa bahagia. Selamat ultah nah, Memeyku…’

Oh iya, bagi yang tertarik untuk mencuba menyanyi di Metro *alaalamalaysia. Tolong dengan saya juga diajak naaaaaaahhhh… Hehehe…

Sekilas foto… 😀

Friends di depan Metro

Posted in Life, Love, Words

Everything’s End Finally

Di semester 6 ini, saya hanya memprogram 6 mata kuliah. Sedikit ya? Iya. Tapi, ini bukan berarti saya banyak santainya. Bisa dibilang saya harus ke kampus tiap hari. Entah itu karena panggilan dadakan dari kampus ataupun karena ada mata kuliah yang diganti jadwal masuknya karena alasan tertentu. Begitulah. Tapi, menyenangkan. 🙂

Hari-hari menjadi seorang mahasiswa semester VI mungkin tidak akan dirasa. Semuanya berjalan dengan cepat. Kita harus melewatinya dengan sebaik mungkin. Step by step. Hingga akhirnya saya bisa menyelesaikan studi. Amin.

Hidup itu adalah sebuah pilihan. Kadang ada suatu hal yang kita tidak inginkan, tapi kita harus terpaksa memilih pilihan itu karena pilihan itu memang baik untuk kita. Memilih keputusan yang sudah dipertimbangkan secara matang-matang dan tahu akan resikonya. Dan saya yakin akan keputusan tersebut. Everything’s end finally. 🙂