Posted in Life, Love, Place, Words

My Little Party in Gubuk Keynai

Hari ini saya terharu sekali. Gimana ya. Iya, udah pada tahu kan, saya hari ini ulang tahun. Yang kedua puluh satu, teman-teman. 21. Lumayan dewasa. Lumayan. -__-”
Dan hari ini seperti yang saya sudah pernah bilang, ini akan menjadi hari yang biasa-biasa saja. Flat. Tapi, di balik kedataran perasaan yang saya rasakan, Allah memberikan setitik kasih sayangNya kepada saya untuk menjadikan hari ini sedikit SPECIAL. Iya. Hari ini saya terharu skali. Sahabatku sekaligus saudariku, si Memey. She made a little party for me.

Sebelum hari H, dia udah bilang ke saya kalau dia bakalan nge-treat makanan di Keynai. Tempat nongkrong yang lumayan asyik, cozy untuk hang out. Makanannya juga oke-oke. Harganya bisa dijangkau kok. Nanti pada coba deh ke Keynai. Tepatnya tuh ada di Sektor Lama, Betoambari.

Kita udah rencana mau have lunch di sana. Jadi pesannya makanan ‘berat’. Tapi aneh, seharusnya kan yang ulang tahun yang traktir, eh, ini si Memey malah yang traktirin saya. Waaaahh, Memey. Saya terharu. Hihihi… Kita datangnya udah siang banget. Skitar jam 2.an lah. Lumayan panas sih. Tapi gak apa-apa. Yang penting sama Mey. Hahaha… *ngegomballll lagi lo, Ning…

Saya pesan Mie Titi, Memey Nasi Sambal Ayam, trus ditambah Pisbak alias Pisang Bakar. Huiiihhh, nikmat nikmat. Untungnya lagi pada sepi pengunjung. Ya kita makan dengan cara kita sendiri. Hahaha… Seru-seruan deh sama Memey… ๐Ÿ˜€ Makasih ya, Memeyku sayang. Kamu itu perwakilan sahabat-sahabat yang pada keluar jauhhhh di sana… Kangen IPSAku… Piyouztku, Imaginerku… >.<

Huiihhh, alhamdulillah. Kenyaaaaannggg… Makasih ya, Allah. Makasih juga Memey. Udah ditraktirin. Hehehe… Lagi pada asyik asyik berfoto-foto ria di Keynai, kebetulan lagi pada gak rame, Memey minta dibersihin meja makan, trus kita duduk berdua. Dan dia ngeluarin lilin kecil merah, angka 21. Katanya, “Niniiiiing, saya punya sesuatu untuk kamu. Hanya ini yang bisa saya kasih untuk kamu.” Ahhhh, Meyyy… Kamu hampir membuatku menangis tadi. Hehehe. Entah apa jadinya kalau tadi kamu tidak ada. Yah, everything is flat. Begitu saja. Bukan berarti saya mengabaikan telpon dan SMS dari sahabat-sahabat tersayang saya. Tapi, kalian tahukan sahabat-sahabatku. Kalian yang real di mana. Kalian di luar sana. Saya tidak bisa melihat kalian, memeluk kalian, dan mengucapkan secara langsung rasa terima kasihku untuk kalian. Dan Mey, satu-satunya perwakilan kalian, sodari-sodariku sayang.

Kita berdua masangin lilin-lilin kecil itu di plate Pisbak. Uuuhhh, simple but it’s meaningful. Hehehe… Trus, kita make a wish dan blow the candles together. And the last, kita habisin tuh pisangnya. Ma’nyooosss…

Eh, gak sengaja kita buat video seru-seruan di Keynai. Hahaha… Biarin dah. Kalau ancor, ancor dah. This is my day. For people who have said “Happy Birthday” to me, thanks yaaa…

[youtube=http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=dzQKS4XNEDk]

Ini lagiii, for Piyouzt and Imaginer… :p Hehhe…

[youtube=http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=9zLyKGgrEVw]

Oke. I think it’s enough my story today.

You give the color for my life today… Thanks, dude… ๐Ÿ™‚

Posted in Education, Friend, Life, Love

Cerita Malam Ini

Mengisi kekosongan di malam ini. Eh, iya. Ini malam Jum’at ya? Katanya malam keramat. Katanya. Tapi, tak apalah. Saya bercerita dulu. Sudah lama tidak bercerita di sini. Mumpung ada waktu untuk menulis. Biar sedikit. Maaf ya, tanpa gambar. Cuma sederet kalimat-kalimat spontanitas yang bersumber dari mind.

Tentang kuliah, alhamdulillah masih berjalan dengan baik. Cuma lagi sibuk menjalani masa-masa PPL II. Dan insya Allah besok sudah hari pelepasan. SMAN 1 Baubau, I will leave you. Wuaaah, pasti saya akan kangen sama anak-anak SMA itu. Utamanya for kelas X RSBI 1, X.10, XI IS 1 dan XI IS 2. Iya. Dari keempat kelas itu, cuma di dua kelas itu (X RSBI 1 dan XI IS 2) saya fokus mengajar, bersama teman saya, Tafry.

Mengajar mereka di kelas. Tidak menyangka. Tiga tahun lalu status saya masih sama seperti mereka, masih menjadi SISWA yang duduk di kursi dan memperhatikan guru yang lagi ngajar. Sekarang kebalikan. Dunia ini terlalu cepat berputar. Saya jadi ibuguru. Hahaha. Ibuguru kecil. >.<
Tiap mengajar selalu bersama tas ransel. Saya gak pernah tuh kalau ngajar nenteng-nenteng tas cewek yang tas samping itu tuh. Gak pernah. Padahal pengen juga seperti itu soalnya selalu liat teman-teman PPL kalau ke sekolah, ya Allah, ringannya. Sementara saya, harus, tidak boleh tidak, nentengin tas ransel. Isinya? Tentu saja, laptop (materi ajar semua di situ boo), kabel, charger, dll. ๐Ÿ˜€ Iya, soalnya kami ngajarnya pakai slide. Jadi, otomatis harus siap setiap saat dengan laptop. Saya jarang pakai spidol, terkecuali kalau mati lampu. Tapi jujur ya, waktu pertama kali ngajar, saat itu di kelas XI IS 2, waaahhh, saya tidak bisa berbuat apa-apa tanpa infokus. Padahal materi udah dibuat di Power Point. Saya gak mau sia-sia donk hasil kerjaan saya semalaman tidak dipergunakan. Dan pastinya anak-anak pada gak semangat kalau saya harus ngajar HITAM PUTIH toh. Saya sudah yakin itu. Syukurlah, guru pamong saya, Ibu Anisa, menyediakan infocusย dan taraaaaaa… Senangnya hati iniiii… Ada infocus, ada kabel. Yeah, let’s teach. Dan mulailah Ning bereksplorasi. Hahaha… Alhamdulillah. Trima kasih, ya Allah.

Menjadi seorang guru bukanlah suatu profesi yang mudah. Dalam profesi tersebut, kita ternyata dituntut untuk mendidik mereka menjadi pribadi yang baik. Bukan cuma tahu mentransfer ilmu pengetahuan yang kita miliki ke mereka. Iya. Di dalam mengajar selalu ada yang namanya psikologi antara murid dan guru. Saya sudah anggap mereka sebagai teman. Iya, umur kita kan tidak terpaut terlalu jauh. Saya udah mau 21 tahun, mereka sekitaran 17 tahunan lah. Lagian juga, tubuh kecil begini pasti dikira masih SMA. Hahaha… *Ngeyel aja lo, Ning. Saya anggap kedudukan kita sama, tapi saya salut sama mereka. Secara pribadi, saya anggap mereka masih memiliki etika yang bagus bagaimana harusnya bersikap terhadap saya dan teman saya ketika di dalam kelas. Attitude-nya bagus. “Pertahankan prestasi dan sikap sopan santunya ya, sayang-sayangku. Dan ingat, tetaplah seperti padi. Percuma kita cerdas, kalau tingkah laku kita tidak baik.”

Rasanya pengen sekali bercerita banyak lagi tentang pengalaman selama PPL II, tapi lain kali saja ya. Nanti disambung lagi. Hmmm, terakhir,
“Terima kasih, GURU-GURUku. Jasa-jasamu tidak akan pernah terlupakan. Saya seperti ini karena didikan kalian yang begitu tulus dan penuh kasih sayang kepada anak-anakmu ini. Trima kasih banyak. :)”

Tambahan sedikit, untuk DIA.
Thanks for you. ๐Ÿ™‚
I always love you everyday.

Trima kasih akan rasa ini, Allah.
My love for him, tidak akan lebih dari Engkau. Karena I love him because of You. ๐Ÿ™‚
Posted in Life

Hidup Ini Dinikmati Saja

Ketika semuanya telah berakhir dan menuju babak kehidupan baru. Antara saya dan orang-orang terdahulu hanyalah sebagian dari proses kehidupan untuk bisa menjadi lebih baik. Apa yang dihadapi sekarang adalah sebuah langkah pembelajaran untuk bekal ke depannya, sehingga bisa tahu apa yang harus dilakukan ketika orang-orang yang saya butuhkan tidak berada di samping saya. Karena sejujurnya, saya memang butuh mereka. Orang tua, saudara, sahabat, dan teman-teman saya. Mereka salah satu komponen terpenting dalam hidup ini. Do’a dan support mereka tak ternilai harganya. Karena mereka saya masih bisa bertahan.

Mungkin artikel ini cukup menjadi ajang curhat bagi saya pribadi. Terserahlah, bagi Anda yang ingin membacanya, silahkan. Kalau tidak begitu tertarik, ya silahkan tutup. Saya tidak memaksa untuk membaca tulisan ini. Hmmm, kembali ke topik sebelumnya. Rasanya sudah lama tidak menulis. Kegiatan di dunia nyata lagi lagi menjadi alasannya. Sudahlah, tak usah dibahas. Saya sudah cukup bosan mengutarakan alasan itu di sini.

Sekarang sedang menjalani aktivitas-aktivitas yang menyita banyak energi dan pikiran. Tugas dan MID pun datang menghampiri satu per satu. Hampir tidak sanggup. Ya Allah. Pokoknya harus bisa. Selesaikan satu per satu dengan menyeimbangkan time managing. Pada dasarnya sibuk ataupun tidak sibuk sama saja. Sama-sama bisa buat stress dan senang. Jadi kesimpulannya ya hidup ini dinikmati saja. Tidak akan kita nikmati kalau bawaannya mengeluh, mengeluh dan mengeluh. Jalani apa yang ada di depan dan berupaya meminimalisir keadaan yang tidak diharapkan. Insya Allah kita bisa kok. Yang penting yakin, do’a, dan usaha. Tinggal individu masing-masing bagaimana menyikapinya karena semua keadaan itu sama saja.

Baiklah, cukup di sini saya bercurhat ria. Nanti kita jumpa lagi di postingan berikutnya.
Buat teman-teman blogger, minta maaf ya sekarang lagi jarang BW. Maaf banget. >.<

Posted in Blog

Akun Googleku di Nonaktifkan

Langsung lemes waktu mau komen di salah satu blog seorang blogger. Terpampang dengan jelas, “Saya menerima pesan ‘Maaf, akun Anda telah dinonaktifkan’.

Akun GOOGLE.ku. Itu kenapa???
Pelanggaran apa yang saya lakukan??? :'(
Ya Allah, blog.ku…
Adakah sobat blogger pernah mengalaminya???
Mohon share dan solusinya… :'(

Swear, tersontak kaget… Kenapa bermasalah…??? >.<

*Allah, baik-baikkan akun Googleku… :'(

Posted in Friend, Place

Berbuka di Food Court

Orang-orang mulai berdatangan di food court menjelang waktu berbuka puasa. Kursi-kursi pun perlahan-lahan ditempati hingga hampir memenuhi seluruh persediaan kursi di sini.

Ada yang sibuk memilih-milih makanan, dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Mencari jenis makanan yang cocok untuk dimakan nanti. Sendiri, berdua, bertiga, ataupun berempat. Atau bisa saja serombongan. ๐Ÿ˜€
Selain itu, ada juga yang lagi mengantri rupanya. Iya. Di bagian kasir banyak orang mengantri untuk membayar makanan yang mereka pesan. Syukurnya kita berdua sudah memesan makanan terlebih dahulu sebelum banyak orang yang datang. Dan lebih bersyukurnya lagi, makanannya udah ada di depan mata. Ayam penyet paket berdua menggugah selera. Sayang, belum bisa dimakan. Sahabatku, Kiky, masih pergi shalat. Yaaa, saya ditinggal sendiri. Terpaksa pacaran berdua sama handphone. Dan seperti biasa. Membuat note baru dan mengetik ria lalu mempublishnya di blog.

Es krimnya juga sudah datang euy. Wow… Lezatnyaaa… Sebetulnya biar saya duluan melahapnya tidak apa-apa karena saya kan tak puasa. Biasa, tamu bulanan. Tapinyaaa, sebagai sahabat yang baik, saya wajib menunggunya.

Mmmm… Kiky. Cepat datang. Saya sendiri… ๐Ÿ™

MTC. 15082011

Posted in Blog, Friend, Life, Love

Menulis di ‘Mata’ Saya

Menulis di Mata Saya

sumber gambar di sini

Berbicara tentang menulis, bagi saya adalah hal yang sangat menarik. Entah mengapa saya suka menulis. Saya juga tidak tahu alasannya. Hobi menulis saya sudah terukir semenjak masih di sekolah dasar. Entah menulis cerita yang berasal dari buku cetak dan harus disalin ulang ke dalam buku catatan ataupun menulis tentang keseharian saya (karena tugas).

Menulis, kegiatan yang bisa membuat tangan kita menjadi sakit ataupun capek. Dan memang, itu yang saya rasakan. Apalagi menulis materi pelajaran yang berlembar-lembar. Rasanya seperti dianugerahi tugas yang paling indah sakitnya. TT Hingga teman-teman pun terheran-heran melihat saya rajin menulis.ย Tapi saya tidak menjadikan hal itu adalah sebuah beban. Keluhan sebetulnya ada, tapi saya berusaha untuk meminimalisirnya agar saya mengerjakannya dengan ikhlas dan senang.
Beradu dengan pulpen, kertas, dan tenaga.
Eh, eh, sabar. Kayaknya saya salah mendeskripsikan. Maaf reader. ๐Ÿ˜€
Keluar alur…

Menulis adalah salah satu hal yang paling menyenangkan bagi saya. Itu mungkin sebabnya dalam berbicara saya kurang ahli. Kalau harus berbicara tentang sesuatu, saya selalu merasa kurang maksimal untuk menyampaikannya ke orang lain. Kadang-kadang seperti kurang jelas akan informasi itu. Pada akhirnya, hal tersebut bisa membuat saya malu dan merasa seperti orang bodoh. -_-‘
Sampai punya pikiran, sebaiknya saya diam saja.

Menulis, menyampaikan aspirasi saya. Utamanya sejak saya memiliki blog.ย Walaupun bahasanya agak tidak formal. Pengaruh bacaan yang kurang formal. Kepingin baca buku yg ‘berbobot’ tapi tidak pernah kesampaian. Perasaannya cenderung ke bacaan yang ringan-ringan saja.

Pengen buat buku.
Pengen jadi penulis seperti Raditya Dika. Yang selama ini menginspirasi saya.
Saya sangat suka dengan dia. Di balik kekonyolannya, sebetulnya dia itu sosok yang sangat …. Di samping itu, terdorong oleh teman-teman blogger saya yang sudah membuat buku. Senangnyaaa punya buku sendiri, alias buku yang ditulis sendiri yang bisa dinikmati oleh orang banyak. Tapi, mungkin ini adalah impian yang kayaknya mesti dipending. Kenapa? Kita lihat saja nanti. Yang jelas, semoga saja saya bisa mewujudkannya. Aminnn… *Teman-teman, mohon do’anya ya… ๐Ÿ™‚

Menulis, sebuah inspirasi yang tertuang di dalam suatu media dalam bentuk karya tulis. Dan saya ingin menulis, menulis dan menulis. Selagi ada kesempatan dan inspirsi, mengapa harus berhenti? Ini pekerjaan saya.
Dan saya sangat mencintai hal ini.

Dengan menulis, saya bisa ‘merekam’ kejadian-kejadian penting dalam hidup saya. Entah ketika jatuh cinta, patah hati, mendapat penghargaan, ulangtahun, ataupun menulis bisa menjadi kado untuk sahabat terkasih. Tentunya tulisan versi saya, Nining Syafitri.

Posted in Life

Liburan (Mungkin) Terakhir

Yup.
Liburan di akhir semester 4 ini mungkin adalah liburan terakhir bagi Nining.
Kenapa? Karena di semester 5 nanti (Insya Allah) Nining udah PPL I alias mengajar di kelas, dan kemudian lanjut PPL II. Artinya apa? Ning harus mengajar di sekolah, entah itu di SD, SMP, ataupun SMA. Yaaa, berharap semoga Ning ditempatkan di SMAN 1 Baubau. Semoga… -_-

Tidak terasa, udah mau semester 5 lagi… Ckckckck…
Sepupu-sepupu Ning udah pada lulus semua… Huaaa… Enaknyaaaa…
Nining kapan gilirannya? *semoga cepat selesai kuliah… >.<

Dan untuk liburan kali ini, kayaknya mesti dimanfaatin betul-betul dengan kegiatan yang bermanfaat. Yup. Kegiatan yang bermanfaat. Seperti, baca buku, nonton film (Waaahh, yang ini gak tahu nih), hang out sama sodara, dan tentunya BLOGGING… ๐Ÿ™‚

Baiklah.
Happy Holiday!!!
Semoga harimu menyenangkan!!!

Posted in Blog

Kebiasaan Blogger (Ningning)

Menjadi seorang blogger alias penulis pada media online via internet dan semoga Ningning bisa menjadi penulis sesungguhnya. *Semogaaaa… -_- membawa kebiasaan yang dulunya tidak seperti ini. Tak lain dan tak bukan. Adalah selalu mengabadikan moment lewat jepret-jepretan via kamera HP. Dengan mengandalkan kamera HP Nokia E63 Nining, sepertinya inspirasi untuk menulis selalu muncul dengan berbagai topik yang ada di dalam pikiran Nining dan tak ditahu apakah akan ditulis atau tidak. Aneh.

Yang jelas, kebiasaan Nining motret sana, motret sini selalu membawa rasa heran dari kalangan teman-teman Nining. “Ko foto apakah kau ini? Foto-foto sembarang.” *logat Baubau. Hehehe… Selalu saja mereka bertanya tentang itu dan apa tujuan Nining mengabadikan semua itu.
Kadang Ning cuma tersenyum saja. Atau kalau lagi mood menjawab dengan jawaban yang mantap, “Nda. Sa mau posting di blog kasian gambar-gambar ini.”

Rasa-rasanya setiap moment yang ada, Ning harus mengabadikannya. Itu harus, jika Allah meridhoi… -_- ย Dan Nining senang akan ini. Yaaa, sebetulnya ada bakat-bakat jadi fotografer sih, tapiiii gitu deehhh… Hehehe… Nggak, nggak, just kidding, bro and sist…

Baiklah, cukup sekian dulu.
‘Harus Sampai di Sini’ *KIA AFI mode: on.
C U at my next post…

Posted in Education, English, Friend, Life, Place

Lawero in English for Good English

One of programs in Lawero Radio is Lawero in English. It is scheduled twice a week, on Sunday at 11.00 a.m. and Wednesday at 07.30 p.m. The topic in this program talks about Tourism on Sunday and news that still regarded interesting enough to discuss on Wednesday. As the broadcaster, Miss Titin, said via SMS, โ€œFor Sunday, the topic should about tourism. โ€ Each days has different topics.

left to rght. bambang,vivy,iin,jelly

Lawero invites some guests to join in this program, such as students of Dayanu Ikhsanuddin University and people who have ability in English. This program is possible for people who want to learn English because they can improve their English. This gets good responses from either the guests or the listener. โ€œThis program is good for increasing how to speak English, good comprehension in grammar, getting more knowledge and we can be known by many people surely,โ€ said Wa Ode Jelly, one of guests of Lawero in English. Also, Sri Marlin, as the guest also, explained that this program is exteremely good to improve our skill in English. We can share how to learn English well to other people in order to not feel boring. Continue reading “Lawero in English for Good English”

Posted in Education, English, Friend, Life, Place

Lawero in English for Good English

One of programs in Lawero Radio is Lawero in English. It is scheduled twice a week, on Sunday at 11.00 a.m. and Wednesday at 07.30 p.m. The topic in this program talks about Tourism on Sunday and news that still regarded interesting enough to discuss on Wednesday. As the broadcaster, Miss Titin, said via SMS, โ€œFor Sunday, the topic should about tourism. โ€ Each days has different topics.

left to rght. bambang,vivy,iin,jelly

Lawero invites some guests to join in this program, such as students of Dayanu Ikhsanuddin University and people who have ability in English. This program is possible for people who want to learn English because they can improve their English. This gets good responses from either the guests or the listener. โ€œThis program is good for increasing how to speak English, good comprehension in grammar, getting more knowledge and we can be known by many people surely,โ€ said Wa Ode Jelly, one of guests of Lawero in English. Also, Sri Marlin, as the guest also, explained that this program is exteremely good to improve our skill in English. We can share how to learn English well to other people in order to not feel boring. Continue reading “Lawero in English for Good English”