Posted in Uncategorized

Happy Birthday, Papa!!!

Papa, Happy Birthday yah…!!!

Happy Birthday, Papa

Maaf kalo Ning gak sempat ngucapin ke Papa secara langsung. Hehehe… Gak apa-apa kan, Pa?

Terima kasih untuk semuanya, utamanya nasehat dan omelannya kalo Ning gak bener. Hehehe.

Haduuuhh… Gak tahu mo ngomong apa ke Papa…!!! Yang pasti banyaklah harapan-harapan yang baik di hari ulang tahun Papa ini.

Love You, Papa… >.<

Posted in Uncategorized

Tahun Baru 2011 in My House; I Like It

Gak terasa kita udah berada di bulan Januari. 2011. Sekarang.

Perayaan pergantian tahun baru kali ini, Ning anggep MEMUASKAN…!!! 🙂 Nyenengin banget… Ning ngerayain tahun baru with family and teman-teman SMA, dan kuliah. Hehehe… Untuk ngerayainnya, kita mutusin untuk tetap stay home di rumah. Iya. Di rumah Ning. Kita gak jalan ke mana-mana. Gak ke Pantai Kamali. Gak ke Bukit Wantiro, ataupun jalan-jalan. Gak ada. Kita prefer ke rumah aja. Tentunya, yang jadi sasaran utamanya adalah teras belakang rumah Ning dengan background marine scenery. Tetap, masih menjadi andalan. Hehehe… Continue reading “Tahun Baru 2011 in My House; I Like It”

Posted in Uncategorized

Yang Terakhir di Akhir Desember

Tanggal 31 Desember 2010. Sebentar lagi kita bakalan pindah ke tahun yang baru. Iya, tinggal beberapa jam lagi. Tahun yang penuh dengan harapan-harapan dari semua umat manusia untuk bisa melakukan yang terbaik dari tahun sebelumnya. Bisa menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Selalu. Harapan-harapan positif akan selalu menyertai kita seiring berjalannya waktu menyambut tahun baru.

Banyak hal yang udah dilewatin selama satu tahun ini. Dari awal Januari sampai akhir Desember. Udah banyak hal yang kita lakukan, baik yang positif atau negatif; yang kita rasakan, apa itu kebahagiaan, kecemasan, ataupun kesedihan; yang kita inginkan walaupun mungkin ada yang belum bisa direalisasikan tahun ini. Semua hal kita sudah lewati dan alami sendiri. Dan dalam menyambut tahun baru kali ini, akan tumbuh sejuta harapan dan rencana dari dalam diri masing-masing manusia itu sendiri.

Di akhir Desember ini, Ning seharusnya gak berharap penuh dengan janji ataupun sesuatu hal yang Ning khayalinnya pasti akan terjadi, karena bisa jadi itu semua gak bakalan terealisasi. Seperti ‘Desember’ku. Ternyata cuma imajinasi, yang belum bisa terealisasikan tahun ini. Oklah, gak apa-apa. Mungkin Ning hanya butuh waktu untuk itu.

Baiklah, untuk teman-teman, Selamat Tahun Baru semua…!!!

Posted in Uncategorized

Yang Terakhir di Akhir Desember

Tanggal 31 Desember 2010. Sebentar lagi kita bakalan pindah ke tahun yang baru. Iya, tinggal beberapa jam lagi. Tahun yang penuh dengan harapan-harapan dari semua umat manusia untuk bisa melakukan yang terbaik dari tahun sebelumnya. Bisa menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Selalu. Harapan-harapan positif akan selalu menyertai kita seiring berjalannya waktu menyambut tahun baru.

Banyak hal yang udah dilewatin selama satu tahun ini. Dari awal Januari sampai akhir Desember. Udah banyak hal yang kita lakukan, baik yang positif atau negatif; yang kita rasakan, apa itu kebahagiaan, kecemasan, ataupun kesedihan; yang kita inginkan walaupun mungkin ada yang belum bisa direalisasikan tahun ini. Semua hal kita sudah lewati dan alami sendiri. Dan dalam menyambut tahun baru kali ini, akan tumbuh sejuta harapan dan rencana dari dalam diri masing-masing manusia itu sendiri.

Di akhir Desember ini, Ning seharusnya gak berharap penuh dengan janji ataupun sesuatu hal yang Ning khayalinnya pasti akan terjadi, karena bisa jadi itu semua gak bakalan terealisasi. Seperti ‘Desember’ku. Ternyata cuma imajinasi, yang belum bisa terealisasikan tahun ini. Oklah, gak apa-apa. Mungkin Ning hanya butuh waktu untuk itu.

Baiklah, untuk teman-teman, Selamat Tahun Baru semua…!!!

Posted in Uncategorized

Garuda di Dadaku. I Love You, Indonesia

Final Piala AFF 2010 antara Indonesia VS Malaysia tadi malam (28/12) di Gelora Bung Karno dalam memperebutkan Piala AFF Suzuki Cup 2010 akhirnya menempatkan Malaysia menjadi sang juara.

Pertarungan Timnas Sepak Bola Indonesia dalam mencetak gol untuk mengejar ketinggalan dalam kekalahannya pada pertandingan final leg pertama di Malaysia dengan skor 0-3 membuahkan hasil yang maksimal. Timnas Sepak Bola Indonesia menang dengan skor 2-1 pada final leg kedua di Gelora Bung Karno. Ketika pertandingan berlangsung, sebetulnya banyak kesempatan untuk menembus gawang Malaysia tersebut, alias membuat gol. Tapi, pada tahap closingnya selalu masih kurang sempurna.*sok ngerti bola. Hehehe. Tapi, gak apa-apalah, yang penting Timnas kita udah berhasil mencetak gol 2-1 di kandang sendiri. Hidup Indonesia!!!

Tahun ini, walaupun kalah dalam Piala AFF 2010, Timnas Sepak Bola Indonesia harus bersuka cita karena 200 juta penduduk Indonesia tetap mendukung Sang Garuda. Hidup Indonesia. Garuda di Dadaku. Kalah bukan berarti kita gagal. Kalah adalah kemenangan yang tertunda. Kita kalah dengan terhormat kok, gak pake curang. :p

Buat Timnas Garuda, terima kasih udah ngasih yang terbaik buat Indonesia dalam Piala AFF 2010 ini. 🙂

 

Timnas Sepak Bola Indonesia

Garuda di Dadaku. I Love You, Indonesia.

Garuda di Dadaku
Posted in Uncategorized

Garuda di Dadaku. I Love You, Indonesia

Final Piala AFF 2010 antara Indonesia VS Malaysia tadi malam (28/12) di Gelora Bung Karno dalam memperebutkan Piala AFF Suzuki Cup 2010 akhirnya menempatkan Malaysia menjadi sang juara.

Pertarungan Timnas Sepak Bola Indonesia dalam mencetak gol untuk mengejar ketinggalan dalam kekalahannya pada pertandingan final leg pertama di Malaysia dengan skor 0-3 membuahkan hasil yang maksimal. Timnas Sepak Bola Indonesia menang dengan skor 2-1 pada final leg kedua di Gelora Bung Karno. Ketika pertandingan berlangsung, sebetulnya banyak kesempatan untuk menembus gawang Malaysia tersebut, alias membuat gol. Tapi, pada tahap closingnya selalu masih kurang sempurna.*sok ngerti bola. Hehehe. Tapi, gak apa-apalah, yang penting Timnas kita udah berhasil mencetak gol 2-1 di kandang sendiri. Hidup Indonesia!!!

Tahun ini, walaupun kalah dalam Piala AFF 2010, Timnas Sepak Bola Indonesia harus bersuka cita karena 200 juta penduduk Indonesia tetap mendukung Sang Garuda. Hidup Indonesia. Garuda di Dadaku. Kalah bukan berarti kita gagal. Kalah adalah kemenangan yang tertunda. Kita kalah dengan terhormat kok, gak pake curang. :p

Buat Timnas Garuda, terima kasih udah ngasih yang terbaik buat Indonesia dalam Piala AFF 2010 ini. 🙂

 

Timnas Sepak Bola Indonesia

Garuda di Dadaku. I Love You, Indonesia.

Garuda di Dadaku
Posted in Uncategorized

My Toshi Anniversary

Si Toshi

Akhirnya Si Toshi berumur 1 tahun juga. Happy Anniversary, Toshi!
Toshi itu sebutan laptop pertama Ning. 🙂 Laptop Toshiba Satellite L510. Gak terasa, udah satu tahun lagi Si Toshi nemenin Ning untuk ‘berjuang’ ngerjain tugas-tugas kuliah Ning. Berkat Toshi juga, kegiatan blogging Ning berjalan seperti apa yang Ning inginkan. Thanks ya Toshi… Buat teman-teman Ning yang udah pada ngebantu Ning waktu Si Toshi ‘sakit’. Mau gak mau harus install ulang. Hehehe… Buat Habil dan Fajrul, Hakim, Ipal, dan Kk di Satellite, thanks yah atas bantuannya selama ini. Oh iya, terima kasih juga buat WiNNy yang udah ngasih hadiah untuk Toshi, Tas Laptop yang sangat cantiiikkk.. *menurut Ning. Makasih WiNNy sayang… 🙂

Tas Laptop dari WiNNy. Makasih sayang! 🙂

Allah, terima kasih atas fasilitas yang udah diberikan kepada Ning sehingga bisa menunjang prestasi Ning di dalam dunia pendidikan khususnya dengan keberadaan Toshi ini… 🙂 Terima kasih banyak… Alhamdulillah…
Buat papa dan mama, terima kasih sudah mempercayai Ning untuk memiliki laptop ini dan menjaganya sebaik mungkin, walaupun mungkin Ning pernah ‘gebukin’ Si Toshi ini gara-gara ‘kerewelannya.’ Hehehe…
Once more, Thanks Allah. Thanks a lot… Alhamdulillah… 🙂

Posted in Uncategorized

My Toshi Anniversary

Si Toshi

Akhirnya Si Toshi berumur 1 tahun juga. Happy Anniversary, Toshi!
Toshi itu sebutan laptop pertama Ning. 🙂 Laptop Toshiba Satellite L510. Gak terasa, udah satu tahun lagi Si Toshi nemenin Ning untuk ‘berjuang’ ngerjain tugas-tugas kuliah Ning. Berkat Toshi juga, kegiatan blogging Ning berjalan seperti apa yang Ning inginkan. Thanks ya Toshi… Buat teman-teman Ning yang udah pada ngebantu Ning waktu Si Toshi ‘sakit’. Mau gak mau harus install ulang. Hehehe… Buat Habil dan Fajrul, Hakim, Ipal, dan Kk di Satellite, thanks yah atas bantuannya selama ini. Oh iya, terima kasih juga buat WiNNy yang udah ngasih hadiah untuk Toshi, Tas Laptop yang sangat cantiiikkk.. *menurut Ning. Makasih WiNNy sayang… 🙂

Tas Laptop dari WiNNy. Makasih sayang! 🙂

Allah, terima kasih atas fasilitas yang udah diberikan kepada Ning sehingga bisa menunjang prestasi Ning di dalam dunia pendidikan khususnya dengan keberadaan Toshi ini… 🙂 Terima kasih banyak… Alhamdulillah…
Buat papa dan mama, terima kasih sudah mempercayai Ning untuk memiliki laptop ini dan menjaganya sebaik mungkin, walaupun mungkin Ning pernah ‘gebukin’ Si Toshi ini gara-gara ‘kerewelannya.’ Hehehe…
Once more, Thanks Allah. Thanks a lot… Alhamdulillah… 🙂

Posted in Uncategorized

Kebaikan Itu Ternyata Masih Ada

Beberapa hari yang lalu sempat perahu papa kan hilang. Kalau di Baubau, perahu itu sebutannya koli-koli. Hilangnya bukan karena diambil orang, tapi kebawa arus. Soalnya waktu malam itu (23/12), ombaknya besar sekali. Nah, pas paginya (24/12), KOSONG… Perahu gak ada di tempatnya. Sempat shock juga siyh. Disayangin soalnya. Biasa kan kalau hari libur atau lagi ada free time gitu, papa biasanya ngajakin kita keliling-keliling laut di sekitar belakang rumah. Ya udah, kita pasrahin aja. Toh kalau seumpama itu barang dibeli pakai uang halal, pada akhirnya akan kembali juga. Insya Allah.

Mau keliling laut naik perahu

Betul juga, tanggal 27 Desember kemarin, kan Ning lagi di teras belakang, lagi makan pagi. Di laut dengan sebuah perahu kecil, Ning dipanggil sama seorang bapak, kita biasa manggilnya Bapaknya Nta’ane.  Beliau tanya ke Ning, “Di mana pak guru?” *maklumlah, dulu papa adalah seorang guru. Tiba-tiba mama nongol. Ya udah, pembicaraan pun terjadi antara Mama dan Bapaknya Nta’ane, tapi tetap, Ning juga dengar apa yang dibicarain. 🙂 Ternyata, beliau memberitahukan di mana keberadaan perahu papa sekarang setelah hilang beberapa hari. *Syukur alhamdulillah, akhirnya perahu itu kembali.

Menurut penuturan beliau, perahu itu ada di Pulau Makasar. *Deh, jauh sekali terdamparnya. Ckckck… (Letak Pulau Makasar tepat berhadapan dengan rumah Ning), sekitaran 3km lah jaraknya.
Pagi itu juga papa ke Pulau Makasar (Puma). Tapi, sebelumnya papa ke Pantai Kamali dulu, nyewa katinti (Sejenis sampan yang digunakan sebagai alat transportasi) untuk sampai ke Puma.

Katinti

Padahal, katinti-katinti itu belum beroperasi, jadi papa harus nungguin beberapa saat, sampai pada akhirnya papa ngobrol-ngobrol sama salah satu pemilik katinti itu tentang perahunya yang hilang. Spontan, bapak pemilik katinti itu tahu tentang peristiwa itu. *gile, cepat juga tersebar beritanya! Kebetulan bapak itu tahu siapa yang nemuin perahu itu di pinggir pantai Liwuto itu (Puma). Nama bapak yang nemuin perahu papa itu bernama Pak La Huri. Nah, bapak pemilik katinti itu memberikan nomor HP Pak La Huri ke papa. Dan komunikasi di antara keduanya pun terjadi. Dan kata bapak itu, beliau akan bawa perahu papa setelah selesai urusannya di pasar.

Benar aja. Di loteng, Ning lagi menjemur *biasa habis mencuci pakaian.:p Ning lihat ada sebuah katinti sedang menuju ke sini *rumah Ning tampak belakang :D. Ning lihat-lihat, mana perahu papa nih? Kok nggak ada? Ternyata, bapak itu nyimpen perahu papa ke dalam katinti. Ckckck… Lanjut, papa dan bapak itu nurunin perahu dari dalam katinti dan papa ngucapin terima kasih dan ngasih uang ke bapak itu sebagai tanda terima kasih.

Papa dan Pak La Huri waktu ngangkat perahu dari Katinti

Menurut cerita yang Ning dengar dari papa, katanya, Pak La Huri nemuin perahu itu di tengah laut, jam 3 pagi. Ya udah, perahu itu dibawa ke pinggir pantai. Pikirnya, dengan begitu, sapatahu ada pemiliknya yang datang mencari perahu itu.

Thanks yah buat bapak yang udah nemuin perahu papa, Pak La Huri. Thanks banget. Trus, buat bapaknya Nta’ane dan nelayan-nelayan di sekitar rumah Ning, yang udah ngasih tahu tentang keberadaan perahu itu. Padahal, setelah Ning tanya-tanya ke papa, “Pak, kenapa bisa sih orang-orang pada tahu tentang peristiwa perahu papa yang hilang itu?”, Papa bilang, makanya cepat tersebar karena pembicaraan dari mulut ke mulut sesama para nelayan yang ada di sekitar rumah Ning. Otomatis, semua pada tahu.
Oh, gitu yah.

Ternyata, sikap masih saling peduli antar sesama masih tetap ada di sekitar kita. Sikap yang sesuai dengan Falsafah Pobhinci-bhinciki Kuli masih dipegang oleh sebagian masyarakat Buton. Sikap saling tolong-menolong antar masyarakat masih bisa terpelihara dengan baik. Semoga sikap-sikap ini akan lestari sepanjang masa di kalangan masyarakat Buton khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Iya, karena sedikit demi sedikit kita mulai condong ke sikap masyarakat perkotaan yang lebih bersifat individual, saling tidak peduli terhadap sekitar, dan bahkan sesama tetangga, kita tidak saling mengenal akibat kesibukan kita dalam pekerjaan demi kepentingan materi.

Posted in Uncategorized

Kebaikan Itu Ternyata Masih Ada

Beberapa hari yang lalu sempat perahu papa kan hilang. Kalau di Baubau, perahu itu sebutannya koli-koli. Hilangnya bukan karena diambil orang, tapi kebawa arus. Soalnya waktu malam itu (23/12), ombaknya besar sekali. Nah, pas paginya (24/12), KOSONG… Perahu gak ada di tempatnya. Sempat shock juga siyh. Disayangin soalnya. Biasa kan kalau hari libur atau lagi ada free time gitu, papa biasanya ngajakin kita keliling-keliling laut di sekitar belakang rumah. Ya udah, kita pasrahin aja. Toh kalau seumpama itu barang dibeli pakai uang halal, pada akhirnya akan kembali juga. Insya Allah.

Mau keliling laut naik perahu

Betul juga, tanggal 27 Desember kemarin, kan Ning lagi di teras belakang, lagi makan pagi. Di laut dengan sebuah perahu kecil, Ning dipanggil sama seorang bapak, kita biasa manggilnya Bapaknya Nta’ane.  Beliau tanya ke Ning, “Di mana pak guru?” *maklumlah, dulu papa adalah seorang guru. Tiba-tiba mama nongol. Ya udah, pembicaraan pun terjadi antara Mama dan Bapaknya Nta’ane, tapi tetap, Ning juga dengar apa yang dibicarain. 🙂 Ternyata, beliau memberitahukan di mana keberadaan perahu papa sekarang setelah hilang beberapa hari. *Syukur alhamdulillah, akhirnya perahu itu kembali.

Menurut penuturan beliau, perahu itu ada di Pulau Makasar. *Deh, jauh sekali terdamparnya. Ckckck… (Letak Pulau Makasar tepat berhadapan dengan rumah Ning), sekitaran 3km lah jaraknya.
Pagi itu juga papa ke Pulau Makasar (Puma). Tapi, sebelumnya papa ke Pantai Kamali dulu, nyewa katinti (Sejenis sampan yang digunakan sebagai alat transportasi) untuk sampai ke Puma.

Katinti

Padahal, katinti-katinti itu belum beroperasi, jadi papa harus nungguin beberapa saat, sampai pada akhirnya papa ngobrol-ngobrol sama salah satu pemilik katinti itu tentang perahunya yang hilang. Spontan, bapak pemilik katinti itu tahu tentang peristiwa itu. *gile, cepat juga tersebar beritanya! Kebetulan bapak itu tahu siapa yang nemuin perahu itu di pinggir pantai Liwuto itu (Puma). Nama bapak yang nemuin perahu papa itu bernama Pak La Huri. Nah, bapak pemilik katinti itu memberikan nomor HP Pak La Huri ke papa. Dan komunikasi di antara keduanya pun terjadi. Dan kata bapak itu, beliau akan bawa perahu papa setelah selesai urusannya di pasar.

Benar aja. Di loteng, Ning lagi menjemur *biasa habis mencuci pakaian.:p Ning lihat ada sebuah katinti sedang menuju ke sini *rumah Ning tampak belakang :D. Ning lihat-lihat, mana perahu papa nih? Kok nggak ada? Ternyata, bapak itu nyimpen perahu papa ke dalam katinti. Ckckck… Lanjut, papa dan bapak itu nurunin perahu dari dalam katinti dan papa ngucapin terima kasih dan ngasih uang ke bapak itu sebagai tanda terima kasih.

Papa dan Pak La Huri waktu ngangkat perahu dari Katinti

Menurut cerita yang Ning dengar dari papa, katanya, Pak La Huri nemuin perahu itu di tengah laut, jam 3 pagi. Ya udah, perahu itu dibawa ke pinggir pantai. Pikirnya, dengan begitu, sapatahu ada pemiliknya yang datang mencari perahu itu.

Thanks yah buat bapak yang udah nemuin perahu papa, Pak La Huri. Thanks banget. Trus, buat bapaknya Nta’ane dan nelayan-nelayan di sekitar rumah Ning, yang udah ngasih tahu tentang keberadaan perahu itu. Padahal, setelah Ning tanya-tanya ke papa, “Pak, kenapa bisa sih orang-orang pada tahu tentang peristiwa perahu papa yang hilang itu?”, Papa bilang, makanya cepat tersebar karena pembicaraan dari mulut ke mulut sesama para nelayan yang ada di sekitar rumah Ning. Otomatis, semua pada tahu.
Oh, gitu yah.

Ternyata, sikap masih saling peduli antar sesama masih tetap ada di sekitar kita. Sikap yang sesuai dengan Falsafah Pobhinci-bhinciki Kuli masih dipegang oleh sebagian masyarakat Buton. Sikap saling tolong-menolong antar masyarakat masih bisa terpelihara dengan baik. Semoga sikap-sikap ini akan lestari sepanjang masa di kalangan masyarakat Buton khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Iya, karena sedikit demi sedikit kita mulai condong ke sikap masyarakat perkotaan yang lebih bersifat individual, saling tidak peduli terhadap sekitar, dan bahkan sesama tetangga, kita tidak saling mengenal akibat kesibukan kita dalam pekerjaan demi kepentingan materi.