Desember ini.
Saya belum bisa banyak berkata apa-apa. Waktu saya tersita banyak dalam suatu kegiatan yang insya Allah, semoga terlaksana dengan sukses. Amin. Insya Allah bisa.
Teman-teman tolong do’akan yah… 🙂
Di bulan ini juga, I have a nice moment with him. 🙂
Yaa, jalani saja.
사랑해요…
Ketika semuanya telah berakhir dan menuju babak kehidupan baru. Antara saya dan orang-orang terdahulu hanyalah sebagian dari proses kehidupan untuk bisa menjadi lebih baik. Apa yang dihadapi sekarang adalah sebuah langkah pembelajaran untuk bekal ke depannya, sehingga bisa tahu apa yang harus dilakukan ketika orang-orang yang saya butuhkan tidak berada di samping saya. Karena sejujurnya, saya memang butuh mereka. Orang tua, saudara, sahabat, dan teman-teman saya. Mereka salah satu komponen terpenting dalam hidup ini. Do’a dan support mereka tak ternilai harganya. Karena mereka saya masih bisa bertahan.
Mungkin artikel ini cukup menjadi ajang curhat bagi saya pribadi. Terserahlah, bagi Anda yang ingin membacanya, silahkan. Kalau tidak begitu tertarik, ya silahkan tutup. Saya tidak memaksa untuk membaca tulisan ini. Hmmm, kembali ke topik sebelumnya. Rasanya sudah lama tidak menulis. Kegiatan di dunia nyata lagi lagi menjadi alasannya. Sudahlah, tak usah dibahas. Saya sudah cukup bosan mengutarakan alasan itu di sini.
Sekarang sedang menjalani aktivitas-aktivitas yang menyita banyak energi dan pikiran. Tugas dan MID pun datang menghampiri satu per satu. Hampir tidak sanggup. Ya Allah. Pokoknya harus bisa. Selesaikan satu per satu dengan menyeimbangkan time managing. Pada dasarnya sibuk ataupun tidak sibuk sama saja. Sama-sama bisa buat stress dan senang. Jadi kesimpulannya ya hidup ini dinikmati saja. Tidak akan kita nikmati kalau bawaannya mengeluh, mengeluh dan mengeluh. Jalani apa yang ada di depan dan berupaya meminimalisir keadaan yang tidak diharapkan. Insya Allah kita bisa kok. Yang penting yakin, do’a, dan usaha. Tinggal individu masing-masing bagaimana menyikapinya karena semua keadaan itu sama saja.
Baiklah, cukup di sini saya bercurhat ria. Nanti kita jumpa lagi di postingan berikutnya.
Buat teman-teman blogger, minta maaf ya sekarang lagi jarang BW. Maaf banget. >.<
Akhirnya malam ini saya bisa menulis lagi. Alhamdulillah, Allah mengizinkannya. Saya kangen Toshi, modem, inet, dan blogging. Kangen sekali. Trima kasih Allah.
Walaupun agak telat postingannya, tapi tidak apa-apalah. Kali ini saya ingin bercerita. Tentang kopdar kedua kalinya bersama Amel. 😀 Dalam rangka serah terima hadiah dari GiveAway Amel beberapa minggu lalu. Kebetulan saya (tetangga Amel) yang menang. Hahaha… Ajaib yaa… >.< Alhamdulillah.
Sebetulnya dari kemarin-kemarin udah mau diambil tuh hadiah (Novel KENING karya Rakhmawati Fitri), tapiiii karena kesibukan satu sama lain dan cuaca Kota Baubau lagi labil, akhirnya diundur, diundur dan mentok di tanggal 4 Desember kemarin saya bersama sang penyelenggara GiveAway Suka-Suka a.k.a Amel bertemu di Pantai Kamali (Pankam).
source: facebook.com
Tidak begitu lama berada di Pankam, cuma cerita sepatah dua kata. Hihihi… Trus, Amel mengajak saya makan, padahal sudah makan dari rumah. Ya udah, diterimalah tawaran Amel. Karena tempat makan di pinggir laut masih belum buka semua, kita mengarah ke KFC. Tepat berhadapan dengan Pantai Kamali. Posisi yang sangat strategis. Mantap, gan…
Walaupun KFC di Kota Baubau sudah dibuka dari kemarin-kemarin, tapi kok saya rada kampungan ya? Pasalnya, saya belum pernah masuk sekali pun. 😀 Sudah berapa kali diajak, tapi tidak pernah punya waktu untuk jalan. Kasian banget sayanya. Emberrr… Nanti Amel yang ngajak baru nginjakin kaki di KFC. *makasih ya, Mel. 😀
Di KFC, kita banyak cerita tentang pengalaman masing-masing, tentang Kota Baubau, tentang hobi, harapan agar GRAMEDIA dan sejenisnya SEGERA ADA di Kota Baubau tercinta ini… >.<, cerita tentang permainan tradisional, perbedaan anak-anak zaman sekarang dengan anak-anak di masa kita berdua. Iya, sepertinya sudah jarang anak-anak punya hobi membaca, udah pada keranjingan media social network dan HP. Memang ya, kemarin dan hari ini berbeda.
Karena asyiknya kami berdua ngobrol, gak terasa udah waktunya Maghrib. Huaaa, sayang. Saya gak bawa alat shalat, kalau nggak, kan bisa shalat di Mesjid Raya, terus membolang ria bersama Amel. Kan malam Minggu… Ya udah, akhirnya Amel sendiri main bolang-bolangan di Pantai Kamali. Hehehe…
Mel, thanks ya untuk CDnya. Hahahhaa… Pengganti ongkir yaa??? Hehehe… Thanks thanks… X) Oh, iya. Hampir lupa… Trima kasih juga untuk Pak Dhe, udah ngasih bukunya ke Amel sama Nining. 🙂
Akhirnya malam ini saya bisa menulis lagi. Alhamdulillah, Allah mengizinkannya. Saya kangen Toshi, modem, inet, dan blogging. Kangen sekali. Trima kasih Allah.
Walaupun agak telat postingannya, tapi tidak apa-apalah. Kali ini saya ingin bercerita. Tentang kopdar kedua kalinya bersama Amel. 😀 Dalam rangka serah terima hadiah dari GiveAway Amel beberapa minggu lalu. Kebetulan saya (tetangga Amel) yang menang. Hahaha… Ajaib yaa… >.< Alhamdulillah.
Sebetulnya dari kemarin-kemarin udah mau diambil tuh hadiah (Novel KENING karya Rakhmawati Fitri), tapiiii karena kesibukan satu sama lain dan cuaca Kota Baubau lagi labil, akhirnya diundur, diundur dan mentok di tanggal 4 Desember kemarin saya bersama sang penyelenggara GiveAway Suka-Suka a.k.a Amel bertemu di Pantai Kamali (Pankam).
source: facebook.com
Tidak begitu lama berada di Pankam, cuma cerita sepatah dua kata. Hihihi… Trus, Amel mengajak saya makan, padahal sudah makan dari rumah. Ya udah, diterimalah tawaran Amel. Karena tempat makan di pinggir laut masih belum buka semua, kita mengarah ke KFC. Tepat berhadapan dengan Pantai Kamali. Posisi yang sangat strategis. Mantap, gan…
Walaupun KFC di Kota Baubau sudah dibuka dari kemarin-kemarin, tapi kok saya rada kampungan ya? Pasalnya, saya belum pernah masuk sekali pun. 😀 Sudah berapa kali diajak, tapi tidak pernah punya waktu untuk jalan. Kasian banget sayanya. Emberrr… Nanti Amel yang ngajak baru nginjakin kaki di KFC. *makasih ya, Mel. 😀
Di KFC, kita banyak cerita tentang pengalaman masing-masing, tentang Kota Baubau, tentang hobi, harapan agar GRAMEDIA dan sejenisnya SEGERA ADA di Kota Baubau tercinta ini… >.<, cerita tentang permainan tradisional, perbedaan anak-anak zaman sekarang dengan anak-anak di masa kita berdua. Iya, sepertinya sudah jarang anak-anak punya hobi membaca, udah pada keranjingan media social network dan HP. Memang ya, kemarin dan hari ini berbeda.
Karena asyiknya kami berdua ngobrol, gak terasa udah waktunya Maghrib. Huaaa, sayang. Saya gak bawa alat shalat, kalau nggak, kan bisa shalat di Mesjid Raya, terus membolang ria bersama Amel. Kan malam Minggu… Ya udah, akhirnya Amel sendiri main bolang-bolangan di Pantai Kamali. Hehehe…
Mel, thanks ya untuk CDnya. Hahahhaa… Pengganti ongkir yaa??? Hehehe… Thanks thanks… X) Oh, iya. Hampir lupa… Trima kasih juga untuk Pak Dhe, udah ngasih bukunya ke Amel sama Nining. 🙂
Saat berada di kampus.
Banyak versi. MaksudnyA orangnya beragam. Mulai dari penampilan mahasiswa, cara mereka belajar, berpakaian, bersosialisasi antar sesama dan dosen sampai pola pikir yang pada dasarnya berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain.
Menurut saya, kalau di kampus, ada mahasiswa cara berpakaiannya ada yang tidak biasa dan biasa-biasa saja. Kalau untuk katakan penampilan yang culun, sepertinya sudah jarang keliatan mahasiswa seperti itu. Semua sudah stylish. Mengikuti gaya yang dia suka. Selagi itu wajar-wajar saja.
Ada mahasiswa, penampilan biasa, tapi otak encer. Ada mahasiswa, penampilan luar biasa, tapi otaknya tidak terlalu encer. Lagi, mahasiswa, penampilan luar biasa, tapi otak encer. Dan ada juga, penampilan=tingkat kecerdasan=biasa. Yaa, begitulah manusia. Eh, maksudnya mahasiswa.
Kalau ada salah seorang mahasiswa yang berpenampilan ‘wah’ atau aneh bin ajaib, terkadang mahasiswa lain menjadikannya sebuah topik pembicaraan. Hahaha… Saya sih cuma mendengar-dengar saja. Cuma senyum-senyum doank. Tidak terlalu begitu mengkritik. Atau karena mungkin pada dasarnya saya orang cuek. Tidak peduli dengan yang tidak ada hubungannya dengan saya. Mungkin saja. Saya juga kurang tahu.
Kehidupan kampus begitu beRwarna. Saat-saat sibuk menghadapi tugas, mid, dan final bersama teman-teman. Senang, marah, tertawa, sedih. Semua rasa ada di sini. Walaupun suasananya memang berbeda, tidak seperti di SMA dulu. Di kampus, kita dituntut untuk survive dengan cara kita sendiri hingga nanti jadi lulusan yang bisa bertanggung jawab atas nilai dan latar belakang pendidikannya…
Hmmm… Sekarang saya sudah semester 5. Semoga saja bisa melewati masa-masa perkuliahan ini dengan baik. Amin.
Hujan siang ini bercampur panasnya terik matahari semakin membuat gerah. Kota Baubau semakin panas saja. Hmmm… Rasanya ingin minum yang segar-segar kalau siang-siang begini. -,-‘
Kabar memalukan dari saya pagi tadi. Di kampus, sekitar jam 10an. Saya menangis. Lagi. Hehehe… Sebegitu cengengnya, air mata saya tidak bisa ditahan untuk disimpan dan menangis di tempat yang tidak ditahu orang banyak. Saya menangis di sudut kelas. Sendiri. Tapi, seketika itu 3 orang teman mendekati saya. Menanyakan alasan saya menangis. Dari ketiga orang itu, cuma seorang saja yang tahu alasannya. Ya, alasannya off the record. Pikiran ini terbagi-bagi dan saling berkaitan. Antara yang satu dengan yang lain. Rasa-rasanya sudah penuh dan ingin meledak. Tapi, tidak bisa. Karena papa bilang tetap tenang jika ada masalah. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Iya. Setiap ada masalah saya selalu panik. ‘Hei, kamu. Yang punya blog ini. Tenangkan dirimu… Insya Allah bisa dilewati.’ Aminnn… Keep positive thinking and having effort…
Hmmm. Hati saya galau. Seperti hujan ini. Tapi, saya harap kamu tidak seperti saya. Tetaplah dalam ketenangan-ketenangan yang kau ciptakan di depanku. Saya tetap mengerti akan posisimu sekarang. Sesuatu hal yang membuat kita down, jangan selamanya menjadi penghalang. Saya tidak mau itu. Saya suka kamu yang tenang. Walaupun belum lama saling mengenal, tapi saya yakin kamu mampu melewati semuanya. Yah. 🙂
Jangan sedih. Masih banyak orang di sekitar yang mendukungmu. Kecuekanmu akhir-akhir ini ada alasannya. Saya mengerti. Saya paham posisimu. Karena saya akan mencoba mengerti kamu. 🙂 Ini hanya sebuah rasa. Akhir kelanjutannya pun saya belum tahu. Iya. Karena Allah yang tentukan semua ini. Saya memang memiliki pemikiran tertentu untuk hidup saya, demikian juga dengan kamu. Dan saya harus bertahan hingga mencapai garis finish nanti. Insya Allah. Jika Allah meridhai keputusan yang saya telah ambil.
Rasa ini tidak salah kan? Hanya sebuah rasa. Hanya sebuah keinginan yang ingin dituangkan dalam sebuah tulisan karena rasa. Ya, tentang kamu.
Hmmm…
Tidak bisa OL
Si Toshi benar-benar sakit.
Ada BlueScreen di dadanya. Eh, maksudnya lagi mengalami BlueScreen.
Seddddddiiihhh… TT
Harus ke klinik lagi. Harus dibawa lagi.Segera. Si Toshi sudah seperti belahan jiwa saya. Dia sudah menyatu dengan diri saya. Dia pacar saya. Tanpa dia, saya tidak tahu apa-apa. Saya tidak bisa berhubungan dengan dunia luar. Dia yang memfasilitasi saya untuk mengenal blogger semua, membantu saya mengerjakan tugas-tugas yang bejibun banyaknya. He is a part of my life now. Walaupun dia kadang menyusahkan saya dikarenakan beratnya yang bisa membuat badan saya pegal-pegal kalau harus jalan bersama dia seharian, tapi saya mengerti kondisinya seperti itu. Terlahir dengan ukuran 14 inchi. Ya, jadi saya siap menerima resikonya.
Yang jelas, gara-gara BlueScreen saya tidak bisa menggunakannya. TT
Benar-benar harus ke klinik (tempat service). Papa, temani… :'(
Kegiatan dan tugas menuntut saya untuk tetap terus bersama si Toshi.
Sudah lama saya tidak seperti ini. Duduk tenang di depan laptop. Ber-BW ria. Maklum saja. Aktivitas yang mulai padat telah berhasil menyita waktu saya untuk tidak menulis. Saya kangen sama dunia ini. Dunia menulis online ini. Saya sempat mengupdate status via Facebook tentang pekerjaan yang saya inginkan nanti. Hehehe… Iya, karena saya menyonteknya dari Amel di artikelnya ini, point 9. Jadi
Baiklah. Sambil menunggu teman-teman saya yang (katanya) mau datang. Saya mau mengerjakan PR dari Sulung. Tentang Kenangan Sewaktu SMP yang Unforgettable.
Mmm…
1. Waktu SMP kelas 1 bersekolah di SMP Negeri 4 Baubau, terus pindah ke SMP Negeri 1 Baubau hingga berhasil menamatkan diri di sekolah itu. Anehnya, tanda tangan Kepsek di buku raport saya sama semua. 😀 Aneh bin ajaib. Padahal saya pindah sekolah loh. Karena kenapa? Karena selang beberapa bulan setelah kepindahan saya, Kepsek di SMP pertama saya dapat tugas pindah ke sekolah yang baru saya tempati. Jadi, sewaktu liat buku raport serasa tidak pindah sekolah. Tanda tangan Kepseknya sama semua. 🙂
2. Paling bodoh waktu pelajaran Bahasa Inggris. Saat itu masih kelas 1 SMP. Astaghfirullah. Kalau ingat kejadian berlomba-lomba maju di depan kelas untuk menulis contoh kalimat Simple Present Tense ingin sekali tertawa. Saking saya tidak tahu sama bahasa Inggris, saya langsung comot aja contoh kalimat dalam kamus yang rupanya itu rumus Simple Perfect Tense. Otomatis donk, guru saya langsung bilang itu salah. Terpaksa saya mundur. *Kasian, masih bego sama namanya English… Hehehe….
3. Suka sekali menggambar dan mewarnai. Sempat ikut lomba melukis di lapangan Merdeka. Sayang, saya tidak berhasil. Cuma dapat sertifikat penghargaan aja. Hingga pada akhirnya, sewaktu SMP saya bercita-cita ingin jadi Pelukis dan mau melanjutkan pendidikan di ASRI. Sayang, orang tua saya melarang dan akhirnya sudah mulai enggan lagi untuk melukis. Percuma kan, ada bakat tapi lingkungan tidak mendukung. Saya juga jadi malas. Dan sekarang fokusnya malah ke bahasa saja. Saya juga sudah nyaman di dunia itu sekarang. Saya ikut orang tua ajalah. Apa mau mereka. Yang penting masih bisa sejalan dengan pikiran saya. 🙂
4. Sewaktu SMP pernah pacaran sama teman sekelas. Namanya off the record aja yah. 😀 Gara-gara comblang-comblangan nih. Akhirnya saya terkena penyakit cinta-cintaan. Saya tidak bisa mengatakan ini cinta monyet karena pada akhirnya sempat beberapa tahun lalu saya benar-benar menyukainya. Tapi, ya sekarang tidak lagi. Kita sudah punya jalan masing-masing. Semua sudah berubah. All change. Be better. Yupz… Semua kembali normal lagi. Alhamdulillah… 🙂
5. Sewaktu SMP kelas 1 saya cupu sekali. Tapi, setelah saya pindah di SMP 1, beuh… Saya mulai dipermak perlahan-lahan oleh teman saya. Kebetulan, dia itu kalau masalah performance paling jago. Dulu saya suka sekali memakai topi. Dimanapun berada. Cowok banget deh. -,- Sok-sok tomboi. Rambut belah tengah. Eh, waktu pindah, ketemu dia, busyettt, saya diberi petuah-petuah, saya harus begini saya harus begitu. Maka jadilah saya seperti sekarang. Tidak terlalu bergaya amat. 😀 Yang sesuai diri sendiri aja. Thanks ya buat Je… 😀
Sudah 2 minggu lebih saya tidak mengupdate blog ini dengan tulisan saya. Rasanya kangeeeeeennn sekali menulis dan tentunya bertemu para narablog. Sayang, skali lagi, lagi lagi alasan yang sudah tidak asing lagi, kesibukan saya di dunia nyata masih harus menyita waktu saya. Pergi pagi pulang malam. 🙁 Capek. Swear, saya sempat mengeluh. CAPEK. Saya capek dengan ini. Saya capek kalau harus begini terus. Saya capek. Tapi, mau dibagaimanakan lagi Ini adalah konsekuensi hidup. Harus bertahan dengan segala kondisi yang ada. Ini adalah pilihan. Harus semangat.
Hmmm… Saya punya utang artikel dengan Kk Azmi. Dan sampai hari ini saya belum menyelesaikannya. Maaf ya, Kk Azmi. 🙁
Maaf sekali. >.<
Sudah beberapa kali mau menulis, tapi keadaan yang terus memaksa saya untuk sebaiknya jangan dulu menulis. Hmmm. Bisanya cuma mengupdate status galau via FB. -_____-“
Untuk kali ini, biarkan saya menulis tanpa tujuan dan alur karena kerinduan akan dunia perbloggingan sedang melanda. Banyak moment yang membahagiakan yang belum sempat saya tuliskan di sini. Banyak, banyak, dan banyak. Oh, iya. Beberapa hari lalu saya menangis. Ada something yang tidak seharusnya dipublish. Dan salah satu sahabat mengejek saya dengan memanggil si cengeng. That’s OK. That’s me.
Untuk sahabat-sahabatku yang jauh di sana, semangat untuk kuliahnya ya.
Semoga kita bisa menyelesaikan studi ini dengan membawa senyuman untuk orang tua tercinta kita. Mereka adalah salah satu sumber kekuatan kita untuk tetap bertahan di tengah-tengah kejenuhan hingga ujung keputusasaan yang kadang melanda diri ini.
SEMANGAT!!! Love you always… 🙂
Sudah 2 minggu lebih saya tidak mengupdate blog ini dengan tulisan saya. Rasanya kangeeeeeennn sekali menulis dan tentunya bertemu para narablog. Sayang, skali lagi, lagi lagi alasan yang sudah tidak asing lagi, kesibukan saya di dunia nyata masih harus menyita waktu saya. Pergi pagi pulang malam. 🙁 Capek. Swear, saya sempat mengeluh. CAPEK. Saya capek dengan ini. Saya capek kalau harus begini terus. Saya capek. Tapi, mau dibagaimanakan lagi Ini adalah konsekuensi hidup. Harus bertahan dengan segala kondisi yang ada. Ini adalah pilihan. Harus semangat.
Hmmm… Saya punya utang artikel dengan Kk Azmi. Dan sampai hari ini saya belum menyelesaikannya. Maaf ya, Kk Azmi. 🙁
Maaf sekali. >.<
Sudah beberapa kali mau menulis, tapi keadaan yang terus memaksa saya untuk sebaiknya jangan dulu menulis. Hmmm. Bisanya cuma mengupdate status galau via FB. -_____-“
Untuk kali ini, biarkan saya menulis tanpa tujuan dan alur karena kerinduan akan dunia perbloggingan sedang melanda. Banyak moment yang membahagiakan yang belum sempat saya tuliskan di sini. Banyak, banyak, dan banyak. Oh, iya. Beberapa hari lalu saya menangis. Ada something yang tidak seharusnya dipublish. Dan salah satu sahabat mengejek saya dengan memanggil si cengeng. That’s OK. That’s me.
Untuk sahabat-sahabatku yang jauh di sana, semangat untuk kuliahnya ya.
Semoga kita bisa menyelesaikan studi ini dengan membawa senyuman untuk orang tua tercinta kita. Mereka adalah salah satu sumber kekuatan kita untuk tetap bertahan di tengah-tengah kejenuhan hingga ujung keputusasaan yang kadang melanda diri ini.
SEMANGAT!!! Love you always… 🙂
...
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.