Posted in Friend, Life, Love, Place

Journey in the Night: Metro and ex.RMB

Hei hei hei… Mau cerita nih. Pengalaman bersama Sam, Mey, dan Ika. Kejadiannya udah lama, tapi gak apa-apa. Sekalian flash back gitu. πŸ˜€
Ini tentang tanggal 20 Mei 2012. Mau tau hari apa?
Ayo tebak, hari apa ayo…
Gak tahu?
Hehehe. Sama, saya juga gak tahu. πŸ˜€ *ditimpuk sama Memey.
Iya, jadi kemarin itu, tepat tanggal 20Mei2012 adalah hari ulang tahun Memey. Sahabat saya yang selalu menemani dikala sedih, gundah, galau, ataupun senang. *Bahasa lo, Neng. Ngeeeek ngooookkk… -___-”
Waktu hari ultah saya juga, dia yang nemenin. Bisa dilihat di sini.

Oke. Let’s start ya…
Jadi, sore harinya kami berempat udah janjian. Ning, Mey, Sam, dan Ika rencana mau ke tempat karaoke yang baru dibuka bulan Mei kemarin alias @Metro, belakang Gedung Maedani Kota Baubau. Tapiiii, sebelumnya kami bertiga ngasih kejutan kecil-kecilan waktu ngejemput Mey di rumahnya. That’s a little cake. Happy Birthday, sayangku Meyyy, my sistha.

Sebelum go to Metro, kami bertiga muter-muter Kota Baubau dulu yang berujung di Pantai Kamali, ngebeli pentol goreng depan KFC dan makan di Taman BRI. Uenaknyaaa… Iya, ngomong-ngomong pentol, saya paling suka pentol di situ, dan di depan Istana Ilmiah. Sudah menjadi cemilan favorit semenjak SMA. Apalagi kalau teman-teman yang pada kuliah di luar udah pada pulang ke Baubau, kalau jalan-jalan pasti udah terkait di tempat-tempat kuliner seperti itu. πŸ˜€ Utamanya nih teman saya yang namanya Jane. Kalau udah ketemu pentol, tak diampuni… *Becanda, Jane. πŸ˜€

Naaaah, ceritanya nih kan udah kenyang sama cemilan. Udah Β diganjal sama si pentolan, langsung aja kami lanjut ke Metro. Metroooo, we’re coming. Kalau gak salah, tanggal 9 Mei 2012 kemarin Metro ini dibuka. Tempatnya 3 in 1, alias ada Restoran, Tempat Karaoke, dan Tempat Main Bilyard. Terletak di Jalan Betoambari, di belakang Gedung Maedhani. Β  Ya, that’s Metro. Kyusuki and Resto, Billiard, dan Rumah Bernyanyi.

FYI, hari itu pertama kalinya kami pergi ke Metro. Dan sedikit malu-maluin. Menurut saya sih. Hahaha… Kamseupay. Nggg, gak juga ding. :p
Jadi ceritanya gini nih, terinspirasi oleh ex.RMB yang sekarang udah jadi salah satu tempat hiburan. Jadi kalau di ex.RMB kan masuk di satu pintu udah ada tujuan, mau makan atau mau nyanyi. Nah, di Metro beda. Pintu masuk mau makan sama nyanyi tuh beda. Bisa ditebak donk, kami masuk pintu yang di restonya. πŸ˜€ Syukur ketemu senior saya, dia kerja di sana. Dengan PD, kami masuk di pintu resto, trus pesan room untuk nyanyi, tiba-tiba si senior nih bilang, ‘Oh, kalau mau karaoke di sebelah sana pintunya’. Ngeeeeekkk. -____-“. Akhirnya keluar, dan menuju jalan yang ditunjukkin. Pas besoknya di kampus, si senior nih nyinggung lagi tentang salah masuk tempat. Hahaha. Ya udah saya jelasin kalo kami berempat kemarin kiranya seperti di ex.RMB, ternyata gak.

Berjalan lewat pintu yang udah ditunjukkin, akhirnya tibalah di tempat yang dituju. Kami pesen room yang Standard. Biasalah, kantung mahasiswa. πŸ˜€ Per jamnya itu 50rb + PPN 10%. Ruangannya lumayan banyak, interior dan suasananya baru banget dah. Di tempat ini juga, kita bisa pesen makanan. Harganya lumayanlah 10rb ke atas. Patut dicoba kalau yang belum pernah ke sana. Tempat nongkrong baru, bro… πŸ˜€

Mungkin, kemarin itu kami belum beruntung kali ya. Baru beberapa menit aja masuk untuk nyanyi-nyanyi, listriknya mati-nyala-mati-nyala. Dan tahu apa yang terjadi. Managernya bilang kalau listriknya tidak mampu, dan kita disarankan untuk berhenti. Sebagai ganti rugi, kami diGRATISkan dari pembayaran. *Seneng sih iya, soalnya gratis. Tapi belum puas begitu e… Baru berapa menit juga. Hummmmmm… Akhirnya kita move ke ex.RMB. Sama. Pesan satu standard room, kaget waktu tanya berapa per jam sama yang jaga di sana, Rp.80.000 booo…!!! Buju busett, Muahalnyaaaa…


Iya, katanya kalau malam harganya gitu. Kalau siang, harganya bisa di bawah dari 80rb karena pake kartu mahasiswa. Jadi cuco begitu e dengan kita-kita. So, sempat mempertimbangkan juga sih, mau ke tempat-tempat baru atau di ex.RMB saja. Dan kami pilih untuk tetap di situ. FYI, di Baubau udah menjamur tempat-tempat karaoke. Satu per satu udah muncul nih tempat hiburan, tempat makan dsb. Tapi, yang paling saya keselin, woooooooiii, GRAMEDIA GRAMEDIA GRAMEDIA. SAYA BUTUH BUKU… SUMBER BACAAN TERBATAS DI BAUBAU eeeeeee… HMB sayaa eee… Kapankah itu GRAMEDIA bisa ada di Baubau??? Enjel belaeeee… *Ups, sorry, saya keceplosan. Maaf. Terbawa emosi, readers. -_____-“

Kita mesen satu jam aja. Dan nyanyi-nyanyi sepuasnyaaaa. Trus, pulang ke rumah masing-masing. That’s enough. Interesting. Hmmm… Tapi, yang terpenting, ‘ko bisa tertawa Mey. Ko bisa bahagia. Selamat ultah nah, Memeyku…’

Oh iya, bagi yang tertarik untuk mencuba menyanyi di Metro *alaalamalaysia. Tolong dengan saya juga diajak naaaaaaahhhh… Hehehe…

Sekilas foto… πŸ˜€

Friends di depan Metro

Posted in Friend, Life, Love, Place

Journey in the Night: Metro and ex.RMB

Hei hei hei… Mau cerita nih. Pengalaman bersama Sam, Mey, dan Ika. Kejadiannya udah lama, tapi gak apa-apa. Sekalian flash back gitu. πŸ˜€
Ini tentang tanggal 20 Mei 2012. Mau tau hari apa?
Ayo tebak, hari apa ayo…
Gak tahu?
Hehehe. Sama, saya juga gak tahu. πŸ˜€ *ditimpuk sama Memey.
Iya, jadi kemarin itu, tepat tanggal 20Mei2012 adalah hari ulang tahun Memey. Sahabat saya yang selalu menemani dikala sedih, gundah, galau, ataupun senang. *Bahasa lo, Neng. Ngeeeek ngooookkk… -___-”
Waktu hari ultah saya juga, dia yang nemenin. Bisa dilihat di sini.

Oke. Let’s start ya…
Jadi, sore harinya kami berempat udah janjian. Ning, Mey, Sam, dan Ika rencana mau ke tempat karaoke yang baru dibuka bulan Mei kemarin alias @Metro, belakang Gedung Maedani Kota Baubau. Tapiiii, sebelumnya kami bertiga ngasih kejutan kecil-kecilan waktu ngejemput Mey di rumahnya. That’s a little cake. Happy Birthday, sayangku Meyyy, my sistha.

Sebelum go to Metro, kami bertiga muter-muter Kota Baubau dulu yang berujung di Pantai Kamali, ngebeli pentol goreng depan KFC dan makan di Taman BRI. Uenaknyaaa… Iya, ngomong-ngomong pentol, saya paling suka pentol di situ, dan di depan Istana Ilmiah. Sudah menjadi cemilan favorit semenjak SMA. Apalagi kalau teman-teman yang pada kuliah di luar udah pada pulang ke Baubau, kalau jalan-jalan pasti udah terkait di tempat-tempat kuliner seperti itu. πŸ˜€ Utamanya nih teman saya yang namanya Jane. Kalau udah ketemu pentol, tak diampuni… *Becanda, Jane. πŸ˜€

Naaaah, ceritanya nih kan udah kenyang sama cemilan. Udah Β diganjal sama si pentolan, langsung aja kami lanjut ke Metro. Metroooo, we’re coming. Kalau gak salah, tanggal 9 Mei 2012 kemarin Metro ini dibuka. Tempatnya 3 in 1, alias ada Restoran, Tempat Karaoke, dan Tempat Main Bilyard. Terletak di Jalan Betoambari, di belakang Gedung Maedhani. Β  Ya, that’s Metro. Kyusuki and Resto, Billiard, dan Rumah Bernyanyi.

FYI, hari itu pertama kalinya kami pergi ke Metro. Dan sedikit malu-maluin. Menurut saya sih. Hahaha… Kamseupay. Nggg, gak juga ding. :p
Jadi ceritanya gini nih, terinspirasi oleh ex.RMB yang sekarang udah jadi salah satu tempat hiburan. Jadi kalau di ex.RMB kan masuk di satu pintu udah ada tujuan, mau makan atau mau nyanyi. Nah, di Metro beda. Pintu masuk mau makan sama nyanyi tuh beda. Bisa ditebak donk, kami masuk pintu yang di restonya. πŸ˜€ Syukur ketemu senior saya, dia kerja di sana. Dengan PD, kami masuk di pintu resto, trus pesan room untuk nyanyi, tiba-tiba si senior nih bilang, ‘Oh, kalau mau karaoke di sebelah sana pintunya’. Ngeeeeekkk. -____-“. Akhirnya keluar, dan menuju jalan yang ditunjukkin. Pas besoknya di kampus, si senior nih nyinggung lagi tentang salah masuk tempat. Hahaha. Ya udah saya jelasin kalo kami berempat kemarin kiranya seperti di ex.RMB, ternyata gak.

Berjalan lewat pintu yang udah ditunjukkin, akhirnya tibalah di tempat yang dituju. Kami pesen room yang Standard. Biasalah, kantung mahasiswa. πŸ˜€ Per jamnya itu 50rb + PPN 10%. Ruangannya lumayan banyak, interior dan suasananya baru banget dah. Di tempat ini juga, kita bisa pesen makanan. Harganya lumayanlah 10rb ke atas. Patut dicoba kalau yang belum pernah ke sana. Tempat nongkrong baru, bro… πŸ˜€

Mungkin, kemarin itu kami belum beruntung kali ya. Baru beberapa menit aja masuk untuk nyanyi-nyanyi, listriknya mati-nyala-mati-nyala. Dan tahu apa yang terjadi. Managernya bilang kalau listriknya tidak mampu, dan kita disarankan untuk berhenti. Sebagai ganti rugi, kami diGRATISkan dari pembayaran. *Seneng sih iya, soalnya gratis. Tapi belum puas begitu e… Baru berapa menit juga. Hummmmmm… Akhirnya kita move ke ex.RMB. Sama. Pesan satu standard room, kaget waktu tanya berapa per jam sama yang jaga di sana, Rp.80.000 booo…!!! Buju busett, Muahalnyaaaa…


Iya, katanya kalau malam harganya gitu. Kalau siang, harganya bisa di bawah dari 80rb karena pake kartu mahasiswa. Jadi cuco begitu e dengan kita-kita. So, sempat mempertimbangkan juga sih, mau ke tempat-tempat baru atau di ex.RMB saja. Dan kami pilih untuk tetap di situ. FYI, di Baubau udah menjamur tempat-tempat karaoke. Satu per satu udah muncul nih tempat hiburan, tempat makan dsb. Tapi, yang paling saya keselin, woooooooiii, GRAMEDIA GRAMEDIA GRAMEDIA. SAYA BUTUH BUKU… SUMBER BACAAN TERBATAS DI BAUBAU eeeeeee… HMB sayaa eee… Kapankah itu GRAMEDIA bisa ada di Baubau??? Enjel belaeeee… *Ups, sorry, saya keceplosan. Maaf. Terbawa emosi, readers. -_____-“

Kita mesen satu jam aja. Dan nyanyi-nyanyi sepuasnyaaaa. Trus, pulang ke rumah masing-masing. That’s enough. Interesting. Hmmm… Tapi, yang terpenting, ‘ko bisa tertawa Mey. Ko bisa bahagia. Selamat ultah nah, Memeyku…’

Oh iya, bagi yang tertarik untuk mencuba menyanyi di Metro *alaalamalaysia. Tolong dengan saya juga diajak naaaaaaahhhh… Hehehe…

Sekilas foto… πŸ˜€

Friends di depan Metro

Posted in Blog

S E P I

Wuih. Baru ngeblog lagi.
Gak nulis berapa lama ya? Gak BW juga. Hmm… Sepi. Pantasan aja sepi. Hehehe…
Banyak hal yang saya sudah lalui. Ingin cerita tapi selalu saja waktu dan kesempatan yang belum mau mengizinkan saya menulis. Atau mungkin juga karena saya malas kali ya. πŸ™‚

Banyak pelajaran yang dapat saya ambil di bulan Mei kemarin. Bulan Mei adalah bulan kegalauan saya, teman-teman. *Hedeeeeh, sok galau lagi nih si Nining. -___-”
Gimana ya. Saya sudah mendapat ‘ultimatum’ sebanyak tiga kali dari orang-orang yang paling saya hormati dan sayangi. Yang intinya orang-orang di atas saya lah.
‘Ultimatum’nya tentang bagaimana seharusnya saya hidup, cara bergaul yang baik seperti apa, sikapnya harus bagaimana, cara pandang ke depan seperti apa dan banyak lagi nasehat-nasehat yang sangat berharga dari mereka. Iya. Sudah seharusnya saya memperoleh kritik dan saran dari mereka. Saya sudah mau hampir keluar jalur soalnya. Sadar sih sadar, tapi setengah sadar mungkin nih. Hehehe.

Saya mau memperbaiki diri, jadi harus mengikuti apa yang mereka bilang. Saya mau baik, teman. Saya tidak mau menjadikan penyesalan itu di belakang. Sekarang lagi berjuang untuk menjadi apa yang mereka mau karena saya mau baik.

Saya pernah ingat, kata Pak guruku sayang (P’ Syahrir) “Ingatlah bahwa Allah tidak pernah alpa dalam melihat dan menilai hambaNya.” Saat-saat ini adalah waktu paling kritis yang pernah saya alami seumur hidup. Selama ini tidak seperti ini. Saya sudah merepotkan dan melibatkan banyak orang. Karena saya, mereka terbebani. Allah, saya mohon ampun atas semuaNya.

Awal Juni 2012 ini, semoga kebaikan Allah selalu datang kepada kita semua. Amin.
Allah, saya akan berusaha untuk menjadi baik di mataMu dan mereka. Karena saya mau menjadi seperti Nining Syafitri yang seperti Ning ‘Little’ Syafitri. Semangat!!! πŸ˜‰

Masih banyak hal yang ingin saya ceritakan. Tapi, nanti lain kali saja. Untuk sekarang, cukup sampai di sini. *Tseehhh, gayamu, nduk…

Posted in Blog

S E P I

Wuih. Baru ngeblog lagi.
Gak nulis berapa lama ya? Gak BW juga. Hmm… Sepi. Pantasan aja sepi. Hehehe…
Banyak hal yang saya sudah lalui. Ingin cerita tapi selalu saja waktu dan kesempatan yang belum mau mengizinkan saya menulis. Atau mungkin juga karena saya malas kali ya. πŸ™‚

Banyak pelajaran yang dapat saya ambil di bulan Mei kemarin. Bulan Mei adalah bulan kegalauan saya, teman-teman. *Hedeeeeh, sok galau lagi nih si Nining. -___-”
Gimana ya. Saya sudah mendapat ‘ultimatum’ sebanyak tiga kali dari orang-orang yang paling saya hormati dan sayangi. Yang intinya orang-orang di atas saya lah.
‘Ultimatum’nya tentang bagaimana seharusnya saya hidup, cara bergaul yang baik seperti apa, sikapnya harus bagaimana, cara pandang ke depan seperti apa dan banyak lagi nasehat-nasehat yang sangat berharga dari mereka. Iya. Sudah seharusnya saya memperoleh kritik dan saran dari mereka. Saya sudah mau hampir keluar jalur soalnya. Sadar sih sadar, tapi setengah sadar mungkin nih. Hehehe.

Saya mau memperbaiki diri, jadi harus mengikuti apa yang mereka bilang. Saya mau baik, teman. Saya tidak mau menjadikan penyesalan itu di belakang. Sekarang lagi berjuang untuk menjadi apa yang mereka mau karena saya mau baik.

Saya pernah ingat, kata Pak guruku sayang (P’ Syahrir) “Ingatlah bahwa Allah tidak pernah alpa dalam melihat dan menilai hambaNya.” Saat-saat ini adalah waktu paling kritis yang pernah saya alami seumur hidup. Selama ini tidak seperti ini. Saya sudah merepotkan dan melibatkan banyak orang. Karena saya, mereka terbebani. Allah, saya mohon ampun atas semuaNya.

Awal Juni 2012 ini, semoga kebaikan Allah selalu datang kepada kita semua. Amin.
Allah, saya akan berusaha untuk menjadi baik di mataMu dan mereka. Karena saya mau menjadi seperti Nining Syafitri yang seperti Ning ‘Little’ Syafitri. Semangat!!! πŸ˜‰

Masih banyak hal yang ingin saya ceritakan. Tapi, nanti lain kali saja. Untuk sekarang, cukup sampai di sini. *Tseehhh, gayamu, nduk…

Posted in Life

Mendadak Demam

Yang seharusnya minggu-minggu ini saya harus dinyatakan sehat karena banyaknya kegiatan yang mesti dilakuin, alias saya kali ya yang sok sibuk. Ngeeekkk… Akhirnya divonis sakit. DEMAM. PILEK. dan BATUK.
Tiga hari yang lalu saya kena. Dan hari itu juga ke dokter. Kejadiannya juga gak ditahu kenapa bisa. Baru bangun siang, sekitaran jam 4-an, kok badan saya panas ya? Di situ saya udah mulai rasa gak enak.

Tiba di tempat praktik dokter, list saya udah hampir penuh karena berobat terus. Sakit terus. Di bulan April, ada dua kali saya ke dokter. Dengan keluhan yang sama. FLU dan BATUK. Paling sering. Penyakit zaman SMA gak ilang-ilang. -___-
Haduh, yang namanya hidung tersumbat, kalau udah malam, gak enak dah. Kalau gak sabar, malah pengen teriak. “Woe, sa mau bernapas baik-baik. Jangan halangi saya dengan hidung tersumbat ini.”Β Tapi, gak seinstan, setelah berteriak langsung sembuh. Gak. Semua itu punya proses. Jadi harus bersabar.

Berat badan saya pun ikut turun, kemarin sempat naik 44 kg, eh pas ditimbang jadi 42 kg. Trus, kata teman-teman, saya agak kurusan. Keliatan banget kalau lagi sakit. Pas dibilang kurus, saya malah senyum bahagia. Eh, mereka pada sewot. Gak setuju dengan senyuman bahagiaku itu. Hihihi.
Yaaa, saya sih santai – santai saja. Kurus sih kurus. Bagus malah. Daripada gemuk. Wew….
Udah tiga hari nih saya masih berstatus SICK. Tapi tadi udah makalincah lagi di kampus. Mondar-mandir di kampus. Bawa tas jugaa, isinya bukan buku catatan sama pulpen toh. Yang cuma berapa ons doank, tapi isinya kiloan kali ya. BERAT. Rasanya mau encok. *Yeee, salah sendiri. Kenapa bawa yang berat-berat.
Bawaannya berat karena ada NBnya. Kecil sih NBnya tapi bisa mempengaruhi berat sebuah tas. Belum lagi ngangkat-ngangkat infokus. Fortunately, ada teman saya yang mau bantu, thanks ya Arien dan Bambang. πŸ™‚

Dari pagi jam 8 udah start dari rumah ke kampus. Mau ngajar B.Inggris di anak FKIP Ekonomi, Semester 2. Sebetulnya badan masih belum terlalu fit, tapi gak apa-apalah. Saya masuk saja. Kasian mahasiswanya. Udah pada nungguin. Pasti pada ngomel-ngomel kalau gak masuk. Kita aja begitu. Hehehe. Iya… Ongkos dari rumah ke kampus tawwa… Kan tidak berharga itu… Dua ribu rupiah (via angkot), tiga ribu rupiah (via ojek jarak dekat) dan lima ribu rupiah (via ojek jarak jauh). Bisa makan juga itu kasian satu hari.
Kk Niar juga, sebagai partner ngajar, izin ngajar. Ya udah, saya sendirian saja ngajarnya. Capek sih capek, tapi menyenangkan. Saya menikmatinya kok. πŸ™‚ Ini hari masuk dua kelas. Lumayan… Begini ya rasanya kalau jadi tenaga pengajar. Bisa dirasakan, jadi mahasiswa dan jadi pengajar. Sama-sama susah sih sebenarnya. Tapi, kalau dinikmati, ya kita enjoy-enjoy saja. Untuk apa ngeluh-ngeluh. Hidup ini cuma sekali. Nikmati saja apapun yang terjadi.

So, cukup di sini postingan saya. Masih dengan hidung tersumbat saya. Akhirnya dari Jalan Anoa, Kadolomoko, Baubau, saya ucapkan BUBYE… Nanti berjumpa lagi di postingan berikutnya. Semoga kondisi saya udah baikan. Mohon do’anya ya.
Kesehatan itu tidak ternilai harganya ee…Β MAHHHAALLL…
Hmmm. SEMANGAT!!!

Posted in Life, Love, Words

Everything’s End Finally

Di semester 6 ini, saya hanya memprogram 6 mata kuliah. Sedikit ya? Iya. Tapi, ini bukan berarti saya banyak santainya. Bisa dibilang saya harus ke kampus tiap hari. Entah itu karena panggilan dadakan dari kampus ataupun karena ada mata kuliah yang diganti jadwal masuknya karena alasan tertentu. Begitulah. Tapi, menyenangkan. πŸ™‚

Hari-hari menjadi seorang mahasiswa semester VI mungkin tidak akan dirasa. Semuanya berjalan dengan cepat. Kita harus melewatinya dengan sebaik mungkin. Step by step. Hingga akhirnya saya bisa menyelesaikan studi. Amin.

Hidup itu adalah sebuah pilihan. Kadang ada suatu hal yang kita tidak inginkan, tapi kita harus terpaksa memilih pilihan itu karena pilihan itu memang baik untuk kita. Memilih keputusan yang sudah dipertimbangkan secara matang-matang dan tahu akan resikonya. Dan saya yakin akan keputusan tersebut. Everything’s end finally. πŸ™‚

Posted in Life, Love, Words

Everything’s End Finally

Di semester 6 ini, saya hanya memprogram 6 mata kuliah. Sedikit ya? Iya. Tapi, ini bukan berarti saya banyak santainya. Bisa dibilang saya harus ke kampus tiap hari. Entah itu karena panggilan dadakan dari kampus ataupun karena ada mata kuliah yang diganti jadwal masuknya karena alasan tertentu. Begitulah. Tapi, menyenangkan. πŸ™‚

Hari-hari menjadi seorang mahasiswa semester VI mungkin tidak akan dirasa. Semuanya berjalan dengan cepat. Kita harus melewatinya dengan sebaik mungkin. Step by step. Hingga akhirnya saya bisa menyelesaikan studi. Amin.

Hidup itu adalah sebuah pilihan. Kadang ada suatu hal yang kita tidak inginkan, tapi kita harus terpaksa memilih pilihan itu karena pilihan itu memang baik untuk kita. Memilih keputusan yang sudah dipertimbangkan secara matang-matang dan tahu akan resikonya. Dan saya yakin akan keputusan tersebut. Everything’s end finally. πŸ™‚

Posted in Life, Love

Galau Itu Datang (Lagi)

Sore ini, perjalanan hari ini mengalir tanpa hambatan. Setelah menghabiskan waktu sekitar tiga jam di kampus, saya pulang. Ke rumah. Iya. Ke rumah, bukan ke mana-mana. Tidak belok kiri ataupun belok kanan. Ada sekitar tiga tas yang harus saya jinjing. Tas pribadi, tas infocus dan tas speaker. Hohoho. Lucunya. Kemarin saya membawa tas-tas itu. Ada teman yang bertanya, “Mau berangkat ke mana?”. Saya cuma tersenyum saja. Saya sadar, barang bawaan saya kebanyakan. Jumlahnya tidak sebanding dengan tubuh kecil saya. Bisa dikhayalkan ya, saya ditimpuk dengan barang-barang yang tidak sesuai ukuran tubuh saya. Bisa-bisa wajah saya tidak kelihatan. Yang ada cuma barang-barang itu.

Untungnya tadi ada junior saya yang mau membantu. Terima kasih ya, Sofyan. πŸ™‚
Sudah mau membantu saya. Hari-hari terakhir ini saya cukup lelah. Tapi saya nikmati kesibukan dan kelelahan ini. That’s life. Tidak ada yang perlu dikeluhkan, sebetulnya. Tapi, mungkin orang sudah terlalu capek hingga akhirnya harus mengeluh. Mengeluh di jejaring sosial, ortu, pacar, ataupun teman. Itu juga, that’s human. πŸ™‚

Sore ini, saya berada di depan laptop lagi. Dan galau itu datang lagi. Keputusan yang belum terjawab IYA atau TIDAKnya. Masih diombang-ambing sama ombak pikirannya yang mungkin harus memilih satu jawaban di antara dua. Kamu dan saya.

Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki – Sheila On 7. Lagu ini menggalaukan hati saya. Hueee, bicara galau lagi. Serasa ababil. -___-”
Dua puluh satu juga manusia. Hehehe…

Jam setengah delapan. I will be in Lawero in English. Let’s speak di tengah kegalauan yang melanda.

Saya tulis dan kirim pesan itu serasa ikhlas merelakan yang akan terjadi. Janji sudah dibuat dan konsekuensi harus akan berlaku. Tidak boleh tidak. Ketegasan itu diperlukan. Ya, I must be calm for this.

Posted in Life, Love

Galau Itu Datang (Lagi)

Sore ini, perjalanan hari ini mengalir tanpa hambatan. Setelah menghabiskan waktu sekitar tiga jam di kampus, saya pulang. Ke rumah. Iya. Ke rumah, bukan ke mana-mana. Tidak belok kiri ataupun belok kanan. Ada sekitar tiga tas yang harus saya jinjing. Tas pribadi, tas infocus dan tas speaker. Hohoho. Lucunya. Kemarin saya membawa tas-tas itu. Ada teman yang bertanya, “Mau berangkat ke mana?”. Saya cuma tersenyum saja. Saya sadar, barang bawaan saya kebanyakan. Jumlahnya tidak sebanding dengan tubuh kecil saya. Bisa dikhayalkan ya, saya ditimpuk dengan barang-barang yang tidak sesuai ukuran tubuh saya. Bisa-bisa wajah saya tidak kelihatan. Yang ada cuma barang-barang itu.

Untungnya tadi ada junior saya yang mau membantu. Terima kasih ya, Sofyan. πŸ™‚
Sudah mau membantu saya. Hari-hari terakhir ini saya cukup lelah. Tapi saya nikmati kesibukan dan kelelahan ini. That’s life. Tidak ada yang perlu dikeluhkan, sebetulnya. Tapi, mungkin orang sudah terlalu capek hingga akhirnya harus mengeluh. Mengeluh di jejaring sosial, ortu, pacar, ataupun teman. Itu juga, that’s human. πŸ™‚

Sore ini, saya berada di depan laptop lagi. Dan galau itu datang lagi. Keputusan yang belum terjawab IYA atau TIDAKnya. Masih diombang-ambing sama ombak pikirannya yang mungkin harus memilih satu jawaban di antara dua. Kamu dan saya.

Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki – Sheila On 7. Lagu ini menggalaukan hati saya. Hueee, bicara galau lagi. Serasa ababil. -___-”
Dua puluh satu juga manusia. Hehehe…

Jam setengah delapan. I will be in Lawero in English. Let’s speak di tengah kegalauan yang melanda.

Saya tulis dan kirim pesan itu serasa ikhlas merelakan yang akan terjadi. Janji sudah dibuat dan konsekuensi harus akan berlaku. Tidak boleh tidak. Ketegasan itu diperlukan. Ya, I must be calm for this.

Posted in Place

Taman Segitiga Baubau

Baubau.
Kota Baubau ituuuuuuuuuu katanya P-A-N-A-S. Maksudnya, cuacanya yang panas. Apalagi kalau sudah menjelang siang hari. Tabakar e… -__-”
Ha Em Be…

Udah berapa orang nih yang bilang ke saya, yang notabenenya bukan orang sini, katanya “Ning, Baubau panas ya?” Saya cuma ketawa-ketiwi saja. Β Hehehe. Iya. Memang lumayan panas kalau udah siang hari. Warna kulit saya aja sampai belang-belang (di bagian kaki) karena make sepatu tanpa kaos kaki. Busyet dah…

Oke, kita tinggalkan topik si cuaca panas. Kalau siang hari kan, mungkin orang pada rame-rame cari tempat sejuk. Solusinya, kalau bukan lari di ruangan ber-AC, nyari tempat adem yang banyak pohon, alias kita make AC alami. Nah, satu tempat yang saya rekomendasikan nih bagi yang mau bersantai siang di tengah kota dengan menginginkan teduhnya pohon-pohon. Mungkin malah langsung sadar, kalau ternyata POHON itu PENTING bangeeeettt buat kita. Bagi yang sering tebang pohon sembarangan, nyadar lo.Β ADEM deh pokoknya…

Ini nih, TAMAN SEGITIGA. Dari awal dengernya sih nama tamannya itu, TAMAN SEGITIGA. Terletak di Jalan Jenderal Sudirman. Di sekitaran Gedung Pancasila dan KODIM 1413.

Udah berapa kali lewat. Mondar-mandir dari tempat satu ke tempat yang lain, lewatin lagi tuh taman, rasa-rasanya pengen banget singgah sebentar di situ, tapi gak pernah kesampaian. Nanti pas tanggal 22 Maret 2012 kemarin, baru bener-bener rasain berlama-lama di Taman Segitiga itu. SIANG HARI. ADEM boooo…

Iya, jadi ceritanya begini. Tafry dan saya kan dapat tempat untuk PPL di SMAN 1 Baubau. Kebetulan kita pulang cepat dari skolah. Tafry gak bawa motor, saya pun demikian. Sebetulnya kalau mau cepet, saya pulang naik ojek saja. Tapi, karena Tafry pulangnya jalan kaki, kebetulan rumahnya dekat dengan SMANSA, ya jadinya saya ikutin dia. Berjalan kaki di bawah sinar matahari nan panas itu. Syukur ada payung pink di dalam tas saya. *Haha, ingat payung, saya ingat WiNNy. Dia yang mempengaruhi saya untuk selalu membawa payung. Hehehe…

Dalam perjalanan, kita lewatin tuh Taman Segitiga. Berhubung rumah si Tafry ternyata gak ada orangnya juga dan dia gak bawa kunci, langsung dah, kita stuck di taman itu. Lamaaa kita di situ. Sampai tiba-tiba muncul tuh mereka Jelly sama Vivy. Mereka dari Taman BRI. Siang-siang pada jalan… -___-
Huaa di Taman Segitiga enak euy. Banyak anginnya. Kalau ada bantal kayaknya langsung teparrr… Hahaha…

Sampai di rumah, saya ngasih liat sama Mama tuh foto-foto di taman segitiga. Seperti bukan di Baubau katanya. Hahaha… Iya, saya juga sempat liat foto profil teman di Facebook. Di manaaa yaa tempatnya. Saya kira di daerah luar gitu, eh ternyata di Baubau… Tidak jauh-jauh ji pale, di Taman Segitiga padahal… -___-“

Mau liat bagaimana wujudnya dari dekat? Silahkan dih…

yang bikin ademmmm… -___-“
Tetap, Nenas eksis.