Posted in Life, Love, Words

Jangan Dibaca! Ini tentang Virus Merah Jambu

Sebelumnya, bagi yang lagi malas berurusan dengan lope-lope alias cinta-cinta yang tidak jelas, mending jangan dilanjutkan membaca artikel ini. Tau sendiri kan, postingan ini tentang cinta. *Cinta lagi, cinta lagi. Bosan… :p

E  X  I  T

—————————–

sumber: Google

Beberapa hari yang lalu, saya sempat menonton film. Judulnya From Bandung with Love. Pasti udah tahu lah film ini. Sebetulnya film ini udah lama. Film masa SMA saya dan baru bisa menontonnya sekarang. *Ahahahayyy, udah basi, Ning. Biarkan saja. Yang penting saya sudah nonton.

Ceritanya tentang cinta pastinya. Tentang sesuatu yang bisa saja terjadi dalam 6 hari. Ketika kesetiaan kita diuji oleh sebuah penelitian yang notabenenya untuk sebuah riset pada sebuah program acara radio dan akhirnya kebablasan. Nah loh! Bagi yang belum tahu jalan ceritanya silahkan googling aja yah.

Yang jelas, film ini menguras air mata. Harus bisa nyiapin tissu, atau gak, kalau mau dapat feelnya, nonton sendirian, pastikan keadaan sekitar tenang. Percaya, tidak dirasa air-air yang ada di mata itu mulai mengalir sedikit demi sedikit. Bagi jiwa yang melankolis. Katanya. 🙂 Dan saya adalah salah satu korban air mata dari film ini. *Jiaaahhhh…

Oke. Saya terima keadaan itu karena kata teman, saya itu terlalu peka alias terlalu sensitif. *Deeeeeh… Oke, lupakan. Kita lanjut ke hal yang sebenarnya saya ingin tulis.

Di akhir cerita film ini ada kutipan yang sangat saya suka.

Ketika pemeran utama wanita mengatakan hal itu di akhir cerita, rasanya ingin menangis lagi. SADIS… Lumayan sih… Mau baca? Alias, mungkin udah ada teman-teman blogger lainnya yang udah nulis tentang ini, tapi saya pribadi ingin menulis kembali kata-kata itu di blog saya. Here goes.

“Dan demikianlah semuanya harus terjadi. Karena memang harus terjadi. Hidup ini terus berlanjut.

Kita semua pernah merasakan dikhianati dan mengkhianati. Setia dan tidak setia. Kita semua pernah merasakan cinta yang membawa kita ke tempat tertinggi, kita lalu merasakan yang namanya terjatuh karena kesalahan kita sendiri. Kita tidak mati. Tapi, lukanya membuat kita tidak bisa berjalan seperti dulu lagi.”

Ckckck… Tuh kata-kata bisaaaaa aja buat termehek-mehek. *bagi saya.
Kalau saya pikir, dengan begitu kita malah lebih tahu dan lebih mengerti sikap mana yang baik untuk kita ambil. Keputusan yang kita buat hari ini adalah penentuan masa depan kita nanti. Setidaknya bisa membuat kita lebih dewasa. *Cieee, emang lo udah dewasa, Ning? Gak yah. Sorry, sorry, sorry, jek. :p* Kan kita udah tahu rasanya seperti apa. Jadi, sudah ada pengalaman donk. Kesalahan bukan sebuah kesalahan toh. Tapi sebuah pembelajaran buat diri kita sendiri. Dan mungkin dari kesalahan itu bisa buat kita sadar kalau yang kemarin kita lakukan itu tidak baik. Dampaknya untuk kita? Tergantung. Mau berubah atau tidak sama sekali. Semua itu balik ke kitanya.

Lepas dari itu, kita mesti sadar kalau memang hidup itu harus terus berlanjut. Kita tidak bisa stuck di situ terus karena masa lalu. Kan? Jalan kita masih panjang, masih banyak yang harus kita tata dan rencanakan sedemikian rupa. Walaupun memang semuanya Allah yang nentuin.

Sepertinya cuap-cuap saya harus berhenti di sini.
Hummm… Yang pasti, harus tetap SEMANGAT. Gak boleh nyerah sama keadaan.
Insya Allah kita bisa menjadi seperti apa yang kita inginkan, yang penting kita selalu berusaha dan selalu mendekatkan diri kepada Allah agar selalu diberikan yang terbaik buat diri kita sendiri. 🙂

Amin.

Posted in Friend, Life, Love, Place, SMAN 1 Baubau

Bakti Sosial Ramadhan 2011 oleh Alumni 2009 SMAN 1 Baubau

Alhamdulillah… Bakti Sosial Ramadhan tahun ini, yang diadakan oleh Alumni SMAN 1 Baubau Tahun 2009, berhasil direalisasikan. Senangnyaaaa…
*Walaupun saya kurang turun tangan dalam hal kepanitiaan karena saya tidak sedang berada di Baubau pada saat diadakan rapat dan pengumpulan sumbangan dari teman-teman alumni semua. -_-” Maafkan ya… 🙂

Okay… Sehari sebelum hari H dimulai. Teman-teman panitia telah mengirimkan SMS dan postingan di wall Facebook baik di akun teman-teman alumni maupun di grup SMANSA 09. *Subhanallah…

Dan hari Kamis, kita udah pada ngumpul di Lapangan Lembah Hijau. Sayang, kita pada lelet. -_-” Tapi ada sebagian yang ON TIME lho. Saking keselnya, mereka yang on time itu ngirim postingan di wall SMANSA 09. Wajar sih sebenarnya.

Mmm… Baru start nanti sekitaran jam setengah 11-an. Alhamdulillah tiba dengan selamat di tempat tujuan. Ya, di Pondok Pesantren Al-Marhamah.

Perlu diketahui, ini adalah kegiatan Baksos yang kedua, yang diadakan oleh alumni SMANSA 09 Baubau. Seperti juga tahun lalu. Bisa dicek di sini. Alhamdulillah. Semua berjalan dengan baik.

Di dalam kegiatan baksos tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Di sini kita mengadakan beberapa kegiatan. Yaitu sosialisasi obat herbal, lomba berpidato bahasa Indonesia, lomba menghafal juz, dan lomba membaca hadis bagi para santri. Dan kegiatan itu diadakan setelah shalat Dzuhur.

Yang jadi MC dalam kegiatan ini, adalah Wd. Indah Febriana a.k.a Iin. Dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Panitia, Tasrif. Setelahnya, kata sambutan oleh Bapak Pimpinan Ponpes Al-Marhamah, Pak Syamsi bin La Onda.

Setelah kata-kata sambutan, kita lanjut ke acara berikutnya. Yup. Sosialisasi obat herbal oleh Adi, Amry, dan Munawar G.

Sempat ada tanya jawab juga antara pemateri dan audience (alumni smansa 09: red).

Rencananya lomba-lomba itu akan diadakan setelah shalat Ashar. Tapi, berhubung waktunya masih ada, pihak panitia pun melanjutkan acara berikutnya. Yaitu, lomba pidato bahasa Indonesia. Lomba ini diikuti oleh 12 orang santri *kalau gak salah hitung.

Seru juga lombanya. Hehe… Santri-santrinya lucu. Hebat-hebat lho. Mereka membawakan pidato, antara lain topiknya tentang Hukum Makan dan Minum Berdiri. Trus apalagi ya? Hehhe… Lupa.

Selanjutnya, setelah shalat Ashar, dilanjutin lagi dengan lomba menghafal juz dan hadis.
Hebatnyooooo… Masih umur remaja udah bisa seperti itu. *prok.prok.

Saya paling tertarik sama yang namanya Faturrahman (7 tahun). Gayanya lucu. Membuat kami pangling. Hehehe… Ini ada videonya waktu lagi berpidato dan main silat. Katanya, nih anak jago main silat juga. *Wow… Amazing…!!!

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=dzBtF4hg1Jk]

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=fE7tShtnMkg]

Foto duluuuu…

Tidak terasa, rupanya waktu untuk berbuka udah tiba. Kita pun langsung back to mesjid. Iya. Selesai lomba, kita sempat ke luar soalnya mau liat penampilan Alun untuk berpencak silat ria. Haik. Haik. Haik.

Iin lagi sibuk membagi makanan bagi para santri. ^^

Setelah berbuka, kita masuk ke acara inti. Yaitu penyerahan bantuan dari Alumni SMANSA 09 kepada pihak Pondok Pesantren Al-Marhamah. Oh, iya. Ternyata, pihak Ponpes memberikan cenderamata juga buat kami. Yup. Sebuah Al-Qur’an. Yipppyyyy…!!! Subhanallah…

Penyerahan sumbangan

Penyerahan sumbangan bukan menjadi acara terakhir kami. Sesudah itu ada sesi foto bersama. Sayang, saya tak memiliki fotonya jadi tidak bisa dipublish. Saya mengira setelah sesi foto bersama, kami akan selesai dan pulang. Ternyata kita shalat Maghrib berjamaah dulu dan pihak panitia masih menyediakan hadiah buat para santri di ponpes tersebut. Wah. Wah. Great!!! 🙂 hadiahnya berupa buku dan alat tulis. 🙂

Ohohoho…
Pembagian hadiah rupanya menjadi agenda terakhir dalam kegiatan baksos kali ini. Dan karena hari sudah gelap sangat. Kami pun pamit pulang dan berharap semoga tahun depan kami bisa mengadakan baksos ini lagi di tempat yang sama.

SEMANGAT!!!

Sempat mendengar ucapan dari seorang teman saya, tapi tidak tahu siapa namanya. Katanya, acara yang tujuannya untuk kebaikan, Insya Allah, akan berjalan dengan baik. *Subhanallah. Ini semua tak lepas dari ridho Allah kepada kita semua.
Tak lepas dari solidaritas teman-teman alumni sekalian.
Sukses selalu buat kita semua…
Semoga tahun depan kita bisa melaksanakan kegiatan Bakti Sosial lagi ya…

🙂

Salam…

Posted in Friend, Life, Love, Place

Last Night Here, Makassar

Malam terakhir di kota ini. 🙂
Iya. Kemarin malam. Bersama Kiky. Kami jalan berdua dan sebenarnya saya merasa kurang lengkap. Karena WiNNy tidak ikut dalam perjalanan ini. Sayangnya. Coba WiNNy bisa ikut, perjalanan kemarin malam mungkin akan menyenangkan. Tapi, tak apalah. Kiky dan saya sudah cukup senang berbolang ria di mall. 🙂 Memanjakan mata dengan melihat barang-barang yang biasanya disukai wanita pada umumnya. Semua itu adalah cobaan. Kami berdua cuma bisa mengomentari dan mengaguminya. Kalau diingat-ingat perbincangan antara Kiky dan saya lumayan serius dan cukup lucu dalam masalah ini.

Di sebuah toko yang cukup unik, kami berhenti. Mata kami tertuju pada barang yang sama. Ukurannya tak terlalu besar dan tak terlalu kecil. Warnanya unik. Hiasan dengan bundaran orange cokelat ungunya memikat hati. Apalagi ketika kami harus mencobanya di depan cermin. Ckckckck… Saya no comment dah.

Di akhir waktu sebelum meninggalkan mall itu, syukurlah Kiky bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Saya turut senang melihatnya. ‘Kiky, seandainya trik itu kamu lakukan, dan ada orang yang mendahuluinya?’ Hahahaha… Saya tidak bisa bayangkan. Kamu juga demikian. ‘Na bisaaakuuu.’ Wew. Tapi baguslah. Hal yang tak diinginkan itu tak terjadi. Alhamdulillah.

Kembali ke tujuan utama. Membeli beberapa perlengkapan jilbab pesanan ibunda Kiky. Alhamdulillah kami menemukannya, tapi cuma sebagian. Kami sudah keliling dari satu toko ke toko lainnya mencari-cari yang dimaksud dan hasilnya cukup mengecewakan.
‘Tidak ada’. ‘Habis.’ Kata para penjual itu.

Oke. Waktu telah menunjukkan untuk shalat Ashar. Mushala berada di ground floor. Ada bangku kosong di pojok kanan samping mushala. Kami berdua pun mengistirahatkan sejenak tubuh yang sedari tadi beraktivitas. Kebetulan masih banyak yang mengantri untuk berwudhu. Kami pun bercerita dan mengirim SMS untuk Mey. Ya, tujuannya hanya untuk memberitahukan keberadaan kami berdua. Dan kami yakin, ini akan menjengkelkannya. Untuk Mey, minta maaf dan terima kasih ya, sayang. Sudah mau membalas SMS kemarin. 🙂
Itu cuma sebagai hiburan penghilang kelelahan ketika harus bercanda bersama sahabat tercinta. Bersama Mey, walau hanya lewat SMS.

Masih di tempat yang sama, saya lalu membuka akun Facebook. Ternyata ada beberapa notifikasi yang sangat menarik untuk dibaca. Komentar dari Mega di grup IPSA ’09 SMANSA  BAUZ tentang postingan Kiky di wall grup itu. Kiky pun membalas komentar Mega menggunakan akun saya. Kami tertawa kecil membaca komentar itu.

Hal-hal kecil yang sengaja dilakukan untuk membunuh kejenuhan atas waktu yang terbuang ternyata bisa menjadi kebahagiaan tersendiri buat kami. Ya, kami bisa tersenyum dan tertawa. Lewat canda tawa sahabat kami.

Menunggu Kiky shalat, saya masih tetap di posisi yang sama. Melihat aktivitas yang ada. Beginikah kesibukan orang-orang yang berada di mall? Sangat ramai, sibuk.

Tiba-tiba ada seorang wanita duduk di bangku yang saya tempati. Hendak menanti temannya selesai sholat. Tak lama, ada lagi wanita yang meminta izin kepada saya untuk duduk di bagian ujung. Wow. Saya di tengah-tengah. Terjepit di bangku yang cuma berukuran hampir semeter itu.

Tak lama, Kiky datang. Dia sudah selesai shalat rupanya. Kami pun melanjutkan perjalanan ke food court, tapi sebelumnya kami ke Carrefour dulu. Hanya membeli snack yang menjadi kebutuhan kami.

Dan food court, seperti tulisan saya sebelumnya. Ya. Alhamdulillah.

Malam terakhir itu bersama Kiky, saya mendapat pelajaran penting. Perbincangan di dalam angkot ketika on the way to home. Kira-kira seperti ini, “Lihatlah selalu ke bawah ketika kita berada dalam kesenangan duniawi. Mengapa? Agar kita selalu bersyukur. Masih ada orang yang kurang beruntung dibanding kita. Lihatlah selalu ke atas ketika kau ingin mencapai kebahagiaan di akhirat kelak. Mengapa? Karena orang-orang selalu berlomba-lomba dalam mendapatkan pahalaNya. Sehingga kita bisa terpacu untuk bisa seperti itu”.

Mmm… Malam terakhir dan hari terakhir di kota ini. Semoga saya bisa menginjakkan kaki lagi di sini. Amin.

Allah, thanks for everything. Mama, Papa, adik, tante, spupu-spupuku, sahabat-sahabatku, dan teman-temanku yang telah memberikan warna selama di Makassar. *Hueeekkkk… Terlalu mendramatisir ya? Lebay lo, Ning…! :p

Posted in Blog, Friend, Life, Love

Menulis di ‘Mata’ Saya

Menulis di Mata Saya

sumber gambar di sini

Berbicara tentang menulis, bagi saya adalah hal yang sangat menarik. Entah mengapa saya suka menulis. Saya juga tidak tahu alasannya. Hobi menulis saya sudah terukir semenjak masih di sekolah dasar. Entah menulis cerita yang berasal dari buku cetak dan harus disalin ulang ke dalam buku catatan ataupun menulis tentang keseharian saya (karena tugas).

Menulis, kegiatan yang bisa membuat tangan kita menjadi sakit ataupun capek. Dan memang, itu yang saya rasakan. Apalagi menulis materi pelajaran yang berlembar-lembar. Rasanya seperti dianugerahi tugas yang paling indah sakitnya. TT Hingga teman-teman pun terheran-heran melihat saya rajin menulis. Tapi saya tidak menjadikan hal itu adalah sebuah beban. Keluhan sebetulnya ada, tapi saya berusaha untuk meminimalisirnya agar saya mengerjakannya dengan ikhlas dan senang.
Beradu dengan pulpen, kertas, dan tenaga.
Eh, eh, sabar. Kayaknya saya salah mendeskripsikan. Maaf reader. 😀
Keluar alur…

Menulis adalah salah satu hal yang paling menyenangkan bagi saya. Itu mungkin sebabnya dalam berbicara saya kurang ahli. Kalau harus berbicara tentang sesuatu, saya selalu merasa kurang maksimal untuk menyampaikannya ke orang lain. Kadang-kadang seperti kurang jelas akan informasi itu. Pada akhirnya, hal tersebut bisa membuat saya malu dan merasa seperti orang bodoh. -_-‘
Sampai punya pikiran, sebaiknya saya diam saja.

Menulis, menyampaikan aspirasi saya. Utamanya sejak saya memiliki blog. Walaupun bahasanya agak tidak formal. Pengaruh bacaan yang kurang formal. Kepingin baca buku yg ‘berbobot’ tapi tidak pernah kesampaian. Perasaannya cenderung ke bacaan yang ringan-ringan saja.

Pengen buat buku.
Pengen jadi penulis seperti Raditya Dika. Yang selama ini menginspirasi saya.
Saya sangat suka dengan dia. Di balik kekonyolannya, sebetulnya dia itu sosok yang sangat …. Di samping itu, terdorong oleh teman-teman blogger saya yang sudah membuat buku. Senangnyaaa punya buku sendiri, alias buku yang ditulis sendiri yang bisa dinikmati oleh orang banyak. Tapi, mungkin ini adalah impian yang kayaknya mesti dipending. Kenapa? Kita lihat saja nanti. Yang jelas, semoga saja saya bisa mewujudkannya. Aminnn… *Teman-teman, mohon do’anya ya… 🙂

Menulis, sebuah inspirasi yang tertuang di dalam suatu media dalam bentuk karya tulis. Dan saya ingin menulis, menulis dan menulis. Selagi ada kesempatan dan inspirsi, mengapa harus berhenti? Ini pekerjaan saya.
Dan saya sangat mencintai hal ini.

Dengan menulis, saya bisa ‘merekam’ kejadian-kejadian penting dalam hidup saya. Entah ketika jatuh cinta, patah hati, mendapat penghargaan, ulangtahun, ataupun menulis bisa menjadi kado untuk sahabat terkasih. Tentunya tulisan versi saya, Nining Syafitri.

Posted in Blog, Education, English, Love

Making a Play: A Blogger Girl

A Blogger Girl

There is a girl who likes browsing internet. It can be said that her second world is cyber world. Laptop and modem have been important parts in her daily life. Even she can forget time to be in real life. Of course, since she knows blog, her life changes. Blogging has been her favorite activity. Writing, writing, and writing. Then, she has a dream that one day she could be a writer like her favorite writer, Raditya Dika. Will her life be better or not?  Will her dream come true?

Part I

At 07.00 a.m. in her room.

Kring… kring… kring… (The alarm is ringing).

Tyas is still sleeping.

A few minutes later.

Kring… kring… kring… (The alarm is ringing again)

Mom   : (Opening the door) Tyas, wake up! It is 07.00 a.m. o’clock.
Tyas     : Hummm. Yeah, Mom! (Still on the bed)
Mom   : This is Monday. Don’t you go to school?
Tyas     : Today is Sunday, Mom. It is still holiday.
Mom   : Not, dear. It is Monday.
Tyas     : Don’t lie to me, Mom. I know you said like that in order I get up early and help you, don’t I?
Mom   : Whatever. Maybe you should check the day for today on your mobile phone.

After talking with Tyas, Mom goes. Only Tyas is in her room.

Tyas     : (While checking the day on her mobile phone, she is shocked) What??? Is it Monday? My Mom is right. It is Monday. Oh My Gosh! Oh My Gosh! What must I do? Time, time, time. What time is it? (She is panic while seeing at the clock)

Mom comes again into Tyas’ room, while Tyas is still taking a bath.

Mom   : Tyas, where are you? I am right, aren’t I?
Tyas     : I’m here, Mom. I’m in the bathroom. I’m in hurry. I hate this.
Mom   : Continue your bathing. I will see you off to the school.
Tyas     : Yes, Mom.

After a few minutes later, Tyas is already ready to go to school.

Part II

At her school. Continue reading “Making a Play: A Blogger Girl”

Posted in Blog, Education, English, Love

Making a Play: A Blogger Girl

A Blogger Girl

There is a girl who likes browsing internet. It can be said that her second world is cyber world. Laptop and modem have been important parts in her daily life. Even she can forget time to be in real life. Of course, since she knows blog, her life changes. Blogging has been her favorite activity. Writing, writing, and writing. Then, she has a dream that one day she could be a writer like her favorite writer, Raditya Dika. Will her life be better or not?  Will her dream come true?

Part I

At 07.00 a.m. in her room.

Kring… kring… kring… (The alarm is ringing).

Tyas is still sleeping.

A few minutes later.

Kring… kring… kring… (The alarm is ringing again)

Mom   : (Opening the door) Tyas, wake up! It is 07.00 a.m. o’clock.
Tyas     : Hummm. Yeah, Mom! (Still on the bed)
Mom   : This is Monday. Don’t you go to school?
Tyas     : Today is Sunday, Mom. It is still holiday.
Mom   : Not, dear. It is Monday.
Tyas     : Don’t lie to me, Mom. I know you said like that in order I get up early and help you, don’t I?
Mom   : Whatever. Maybe you should check the day for today on your mobile phone.

After talking with Tyas, Mom goes. Only Tyas is in her room.

Tyas     : (While checking the day on her mobile phone, she is shocked) What??? Is it Monday? My Mom is right. It is Monday. Oh My Gosh! Oh My Gosh! What must I do? Time, time, time. What time is it? (She is panic while seeing at the clock)

Mom comes again into Tyas’ room, while Tyas is still taking a bath.

Mom   : Tyas, where are you? I am right, aren’t I?
Tyas     : I’m here, Mom. I’m in the bathroom. I’m in hurry. I hate this.
Mom   : Continue your bathing. I will see you off to the school.
Tyas     : Yes, Mom.

After a few minutes later, Tyas is already ready to go to school.

Part II

At her school. Continue reading “Making a Play: A Blogger Girl”

Posted in Culture, Life, Love

Ramadhan Tahun Ini

Marhaban Yaa Ramadhan.

Alhamdulillah, akhirnya tahun ini kita bisa dipertemukan lagi sama bulan Ramadhan nan suci ini. 🙂 Subhanallah. Trima kasih ya Allah… 🙂

Teman-teman, selamat menunaikan ibadah puasa ya.
Marhaban Yaa Ramadhan 

*maaf, jarang update, terlalu banyak kesibukan #soksoksibuklageeee… :p

Posted in Blog, Friend, Life, Love, Words

Tentang Buku ‘Pagi, Cappuccino, Buku, Hujan. Dan Aku’

Pagi, Cappucino, Buku, Hujan. Dan Aku.

Judul Buku :Pagi, Cappuccino, Buku, Hujan. Dan Aku.
Penulis: Yoeliana Angelina Anastasia (Non Inge)
Penerbit: Nulisbuku.com
Tahun Terbit : 2010

Hmmm… Tentang buku ini.
Ning mencoba bercerita sedikit tentang isi buku ini. Buku yang Ning peroleh dari Mba Hilsya, salah satu sahabat blogger Nining. *Ya, inilah salah satu manfaat dari kegiatan ngeblog. 🙂
Terima kasih ya, Mba… 🙂

Sampul bukunya menarik. Imut. Ngegemesin… 🙂
Buku ini memuat berbagai puisi dan cerita fiksi, juga quotes dari Non Inge.
Yang jelas ini bercerita tentang cinta.

Benar saja yang dikatakan Mba Ollie (founder nulisbuku.com), “ini ditulis sepenuh hati.”
Iya, sepenuh hati. :’)

Puisinya menarik semua. Puisi dari hati… Menyenttuuuhhh… :’)
Salah satunya

“Satu-satunya”
jika ini sebuah kisah hati
maka, ini yang akan menjadi kisah terakhir
dimana aku meletakkan dirimu di hatiku
sebagai tokoh satu-satunya
-Non Inge- 

Yang paling Ning suka bagian Cerita Fiksi, yang SECARIK KERTAS. Menyentuh sekali.
Kisah seorang wanita yang bertemu dengan ‘masa lalunya’ yang masih tetap dicintainya, walaupun pernah ditinggalkan dengan alasan yang tidak jelas. Dan ternyata hanya membawa kesedihan bagi dirinya sendiri, juga sepenggal harapan (entah itu akan terjadi atau tidak). *Haduuuh, cinta. cinta.

Sepertinya Ning belum bisa menjelaskan panjang lebar ya tentang buku ini. Mmm… Gak apa-apalah, yang penting udah bercerita sekilas tentang buku ini. 🙂
Mau baca selengkapnya??? Ayo, beli bukunya… 🙂
Penasaran kan??? Hehehe…

*Kayaknya Ning mesti bilang: “Ini buku bercerita tentang hati”
Sukses selalu buat Non Inge dan Mba Hilsya… 🙂
Terima kasih buat bukunya ya, Mba… :)*
*buat dua-duanya, yang nulis dan yang ngasih.
Hehehe… 

Posted in Blog, Friend, Life, Love, Words

Tentang Buku ‘Pagi, Cappuccino, Buku, Hujan. Dan Aku’

Pagi, Cappucino, Buku, Hujan. Dan Aku.

Judul Buku :Pagi, Cappuccino, Buku, Hujan. Dan Aku.
Penulis: Yoeliana Angelina Anastasia (Non Inge)
Penerbit: Nulisbuku.com
Tahun Terbit : 2010

Hmmm… Tentang buku ini.
Ning mencoba bercerita sedikit tentang isi buku ini. Buku yang Ning peroleh dari Mba Hilsya, salah satu sahabat blogger Nining. *Ya, inilah salah satu manfaat dari kegiatan ngeblog. 🙂
Terima kasih ya, Mba… 🙂

Sampul bukunya menarik. Imut. Ngegemesin… 🙂
Buku ini memuat berbagai puisi dan cerita fiksi, juga quotes dari Non Inge.
Yang jelas ini bercerita tentang cinta.

Benar saja yang dikatakan Mba Ollie (founder nulisbuku.com), “ini ditulis sepenuh hati.”
Iya, sepenuh hati. :’)

Puisinya menarik semua. Puisi dari hati… Menyenttuuuhhh… :’)
Salah satunya

“Satu-satunya”
jika ini sebuah kisah hati
maka, ini yang akan menjadi kisah terakhir
dimana aku meletakkan dirimu di hatiku
sebagai tokoh satu-satunya
-Non Inge- 

Yang paling Ning suka bagian Cerita Fiksi, yang SECARIK KERTAS. Menyentuh sekali.
Kisah seorang wanita yang bertemu dengan ‘masa lalunya’ yang masih tetap dicintainya, walaupun pernah ditinggalkan dengan alasan yang tidak jelas. Dan ternyata hanya membawa kesedihan bagi dirinya sendiri, juga sepenggal harapan (entah itu akan terjadi atau tidak). *Haduuuh, cinta. cinta.

Sepertinya Ning belum bisa menjelaskan panjang lebar ya tentang buku ini. Mmm… Gak apa-apalah, yang penting udah bercerita sekilas tentang buku ini. 🙂
Mau baca selengkapnya??? Ayo, beli bukunya… 🙂
Penasaran kan??? Hehehe…

*Kayaknya Ning mesti bilang: “Ini buku bercerita tentang hati”
Sukses selalu buat Non Inge dan Mba Hilsya… 🙂
Terima kasih buat bukunya ya, Mba… :)*
*buat dua-duanya, yang nulis dan yang ngasih.
Hehehe… 

Posted in Love, Words

Ketika Semua Diklarifikasi

Ternyata artikel sebelum ini mendapat perhatian serius dari seseorang. Dan segera saja diklarifikasi hari ini.

Oh, iya. Ning minta maaf kalau mungkin Ning cuma bisa menjudge secara sepihak. Dan kali ini, Nining benar-benar bingung dengan semua keadaan ini. Sekarang.

Tadi Nining terlalu banyak diam.
Iya. Karena memang Ning tidak pintar bicara.*Benerrrr??? Masa sih? :p

Biarkan saja rasa ini hilang dengan sendirinya.
Rasa suka, sayang, ataupun tidak suka, tidak sayang.
Kepada dia ataupun kamu.
Semoga semuanya akan kembali seperti semula.
Dengan baik-baik.

Masih banyak kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik dari ini.
Untuk kamu, saya, ataupun dia.