Saat berada di kampus.
Banyak versi. MaksudnyA orangnya beragam. Mulai dari penampilan mahasiswa, cara mereka belajar, berpakaian, bersosialisasi antar sesama dan dosen sampai pola pikir yang pada dasarnya berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain.
Menurut saya, kalau di kampus, ada mahasiswa cara berpakaiannya ada yang tidak biasa dan biasa-biasa saja. Kalau untuk katakan penampilan yang culun, sepertinya sudah jarang keliatan mahasiswa seperti itu. Semua sudah stylish. Mengikuti gaya yang dia suka. Selagi itu wajar-wajar saja.
Ada mahasiswa, penampilan biasa, tapi otak encer. Ada mahasiswa, penampilan luar biasa, tapi otaknya tidak terlalu encer. Lagi, mahasiswa, penampilan luar biasa, tapi otak encer. Dan ada juga, penampilan=tingkat kecerdasan=biasa. Yaa, begitulah manusia. Eh, maksudnya mahasiswa.
Kalau ada salah seorang mahasiswa yang berpenampilan ‘wah’ atau aneh bin ajaib, terkadang mahasiswa lain menjadikannya sebuah topik pembicaraan. Hahaha… Saya sih cuma mendengar-dengar saja. Cuma senyum-senyum doank. Tidak terlalu begitu mengkritik. Atau karena mungkin pada dasarnya saya orang cuek. Tidak peduli dengan yang tidak ada hubungannya dengan saya. Mungkin saja. Saya juga kurang tahu.
Kehidupan kampus begitu beRwarna. Saat-saat sibuk menghadapi tugas, mid, dan final bersama teman-teman. Senang, marah, tertawa, sedih. Semua rasa ada di sini. Walaupun suasananya memang berbeda, tidak seperti di SMA dulu. Di kampus, kita dituntut untuk survive dengan cara kita sendiri hingga nanti jadi lulusan yang bisa bertanggung jawab atas nilai dan latar belakang pendidikannya…
Hmmm… Sekarang saya sudah semester 5. Semoga saja bisa melewati masa-masa perkuliahan ini dengan baik. Amin.
Hmmm…
Tidak bisa OL
Si Toshi benar-benar sakit.
Ada BlueScreen di dadanya. Eh, maksudnya lagi mengalami BlueScreen.
Seddddddiiihhh… TT
Harus ke klinik lagi. Harus dibawa lagi.Segera. Si Toshi sudah seperti belahan jiwa saya. Dia sudah menyatu dengan diri saya. Dia pacar saya. Tanpa dia, saya tidak tahu apa-apa. Saya tidak bisa berhubungan dengan dunia luar. Dia yang memfasilitasi saya untuk mengenal blogger semua, membantu saya mengerjakan tugas-tugas yang bejibun banyaknya. He is a part of my life now. Walaupun dia kadang menyusahkan saya dikarenakan beratnya yang bisa membuat badan saya pegal-pegal kalau harus jalan bersama dia seharian, tapi saya mengerti kondisinya seperti itu. Terlahir dengan ukuran 14 inchi. Ya, jadi saya siap menerima resikonya.
Yang jelas, gara-gara BlueScreen saya tidak bisa menggunakannya. TT
Benar-benar harus ke klinik (tempat service). Papa, temani… :'(
Kegiatan dan tugas menuntut saya untuk tetap terus bersama si Toshi.
Sudah lama saya tidak seperti ini. Duduk tenang di depan laptop. Ber-BW ria. Maklum saja. Aktivitas yang mulai padat telah berhasil menyita waktu saya untuk tidak menulis. Saya kangen sama dunia ini. Dunia menulis online ini. Saya sempat mengupdate status via Facebook tentang pekerjaan yang saya inginkan nanti. Hehehe… Iya, karena saya menyonteknya dari Amel di artikelnya ini, point 9. Jadi
Baiklah. Sambil menunggu teman-teman saya yang (katanya) mau datang. Saya mau mengerjakan PR dari Sulung. Tentang Kenangan Sewaktu SMP yang Unforgettable.
Mmm…
1. Waktu SMP kelas 1 bersekolah di SMP Negeri 4 Baubau, terus pindah ke SMP Negeri 1 Baubau hingga berhasil menamatkan diri di sekolah itu. Anehnya, tanda tangan Kepsek di buku raport saya sama semua. ๐ Aneh bin ajaib. Padahal saya pindah sekolah loh. Karena kenapa? Karena selang beberapa bulan setelah kepindahan saya, Kepsek di SMP pertama saya dapat tugas pindah ke sekolah yang baru saya tempati. Jadi, sewaktu liat buku raport serasa tidak pindah sekolah. Tanda tangan Kepseknya sama semua. ๐
2. Paling bodoh waktu pelajaran Bahasa Inggris. Saat itu masih kelas 1 SMP. Astaghfirullah. Kalau ingat kejadian berlomba-lomba maju di depan kelas untuk menulis contoh kalimat Simple Present Tense ingin sekali tertawa. Saking saya tidak tahu sama bahasa Inggris, saya langsung comot aja contoh kalimat dalam kamus yang rupanya itu rumus Simple Perfect Tense. Otomatis donk, guru saya langsung bilang itu salah. Terpaksa saya mundur. *Kasian, masih bego sama namanya English… Hehehe….
3. Suka sekali menggambar dan mewarnai. Sempat ikut lomba melukis di lapangan Merdeka. Sayang, saya tidak berhasil. Cuma dapat sertifikat penghargaan aja. Hingga pada akhirnya, sewaktu SMP saya bercita-cita ingin jadi Pelukis dan mau melanjutkan pendidikan di ASRI. Sayang, orang tua saya melarang dan akhirnya sudah mulai enggan lagi untuk melukis. Percuma kan, ada bakat tapi lingkungan tidak mendukung. Saya juga jadi malas. Dan sekarang fokusnya malah ke bahasa saja. Saya juga sudah nyaman di dunia itu sekarang. Saya ikut orang tua ajalah. Apa mau mereka. Yang penting masih bisa sejalan dengan pikiran saya. ๐
4. Sewaktu SMP pernah pacaran sama teman sekelas. Namanya off the record aja yah. ๐ Gara-gara comblang-comblangan nih. Akhirnya saya terkena penyakit cinta-cintaan. Saya tidak bisa mengatakan ini cinta monyet karena pada akhirnya sempat beberapa tahun lalu saya benar-benar menyukainya. Tapi, ya sekarang tidak lagi. Kita sudah punya jalan masing-masing. Semua sudah berubah. All change. Be better. Yupz… Semua kembali normal lagi. Alhamdulillah… ๐
5. Sewaktu SMP kelas 1 saya cupu sekali. Tapi, setelah saya pindah di SMP 1, beuh… Saya mulai dipermak perlahan-lahan oleh teman saya. Kebetulan, dia itu kalau masalah performance paling jago. Dulu saya suka sekali memakai topi. Dimanapun berada. Cowok banget deh. -,- Sok-sok tomboi. Rambut belah tengah. Eh, waktu pindah, ketemu dia, busyettt, saya diberi petuah-petuah, saya harus begini ย saya harus begitu. Maka jadilah saya seperti sekarang. Tidak terlalu bergaya amat. ๐ Yang sesuai diri sendiri aja. Thanks ya buat Je… ๐
Masa muda. Nggg… Masa muda itu seperti apa sih? Bagaimana wujudnya? Barang ya?
*aduh, rupanya saya ngawur lagi nih. Maaf, readers… ๐
Menulis topik tentang Masa Muda ini terinpirasi oleh seorang teman yang kemarin pagi berSMSan ria dengan saya. Kebetulan pendapat yang dia kemukakan bertolak belakang dengan pikiran saya. Sempat bilang trima kasih karena perbedaan pendapatnya. Soalnya bisa dijadikan bahan tulisan lagi di sini. ๐
Intinya, di dalam SMS kita itu berbicara tentang cinta dan prinsip. Salah satu isi dari SMS yang dikirimkannya ke saya, bilangnya begini, “Hanya ada juga yang bilang, jangan sia-siain masa muda. Hehehe…. Cari pengalamanlah dalam hal percintaan. Soalnya dunia percintaan itu rumit banget.“
Pernyataan yang dikemukakan sih saya setuju-setuju aja. Masa muda memang jangan disia-siakan. Sebaiknya kita isi dengan kegiatan-kegiatan positif, siapatahu bisa berguna bagi orang lain. Contohnya? Ngeblog, sharing pengalaman. Tentunya kita menulis kan. Kita produktif lagi donk. Setidaknya kita punya karya yang bisa dibaca banyak orang lewat blog. *Contoh ngawur. ๐
Saya pun langsung membalas SMS tersebut:
“Walaupun cari pengalaman, tapi seenggaknya, gak harus pengalaman dalam dunia percintaan kan? Masa muda sih masa muda. Harus dimanfaatkan dengan baik-baik. Kegiatan positif tentunya. Oke?“
Pernah, saya menulis status tentang masa muda gitu. Kalau nda salah Status saya seperti ini: “Harus pintar lihat celah. Manfaatkan masa muda dengan baik. Insya Allah bisa!!! AMIN.”
Hehehe… Komentarnya asyik-asyik euy. Pokoknya kita semangat!!! Punya tujuan jelas. Supaya gak ‘belok kiri-kanan’. Focus on main destination. ๐ Insya Allah it’s achieved yang penting seriously.
Sambung ya… Balik ke isi SMS tadi. *yang diBOLD itu.
Menurut pandangan subjektif saya. Pengalaman dalam dunia percintaan. Ngggg, dengan cara apa kita bisa mendapatkan pengalaman di bidang itu?
Mengalaminya?
Tandanya? Harus pacaran dengan beberapa orang yang berbeda? Gitu? Hehehe… *Nyerah dah kalau mau harus begitu caranya. Saya kurang setuju. Apalagi yang berhubungan dengan perasaan. Busyeettt, ampun dah. Saya mah, mungkin untuk mendapatkan pengalaman (yang lebih banyak) tentang lope-lope, hanya menjadi a good listener dari sobat-sobat yang lagi curhat tentang pacarnya ke saya. Tentang hubungan mereka, entah itu masih baik-baik saja atau tidak baik-baik saja. Dari situ saya biasanya mendengarkan saja dan kadang juga ngasih solusi *walaupun saya sendiri belum punya banyak pengalaman tentang itu. ๐ Kan masih ‘under age‘. Hihihihi…
*Teringat sama SMS sahabat saya tadi sore euy mengenai pengalaman.
“Kita tidak akan pernah tahu rasanya sebelum kita mengalami sendiri. Saya bisa bilang karena sudah pernah alami. Tidak akan sama kalai tidak dialami sendiri. Masing-masing orang punya pengalaman berbeda, dari pengalaman-pengalaman itu makanya kita jadi orang yang berbeda dari orang lain, Ning. Oleh karena itu, tidak ada manusia yang karakternya sama, meskipun mirip.“
Hmmm. Kembali ke topik lope-lope tadi ya.
Memang masalah cinta itu memang rumit. Semakin dewasa secara fisik, masalah itu akan semakin complicated. Dan selalu, cinta dan pekerjaan adalah dua hal yang mendominasi kehidupan manusia di usianya yang dewasa itu. Apalagi masih muda begini. Beegghh, Keras kehidupan, kawan! ๐
Kemarin Amel memberikan invitation via commentnya di salah satu artikel saya. Langsung ke TKP. Benar, ada GiveAway. Asyikkk, tetangga lagi ngadain GA. Semoga saya menjadi salah satu pemenangnya. AMinnnn… ๐ Dan kali ini saya ikut GA kategori 2. Pertama baca postingan yang random, saya SHOCKED skali. Dapat judul tentang ‘masa depan’. *Kyaaa… >.< Judulnya “Pingin Punya Suami yang Pintar Mengaji” Mau tahu isinya seperti apa? Bisa klik di sini.
source: http://banghas.wordpress.com/
Ouke. Mmmm. Sebenarnya saya juga sempat ragu untuk memberikan apa ya? Bisa dibilang sejenis komentarlah terhadap artikel Amel itu. Iya, soalnya berbicara masalah JODOH (lagi) setelah sebelumnya membahas di sini. Hehehe…
Menurut artikel yang saya baca, Amel sudah lama bercita-cita memiliki tipe suami yang pintar mengaji. Kalau saya? Wew, belum terpikirkan mau seperti apa suami saya nanti. Cuma yang jelas, dia ‘baik’lah. Bisa diterima oleh keluarga.
Sebenarnya, memang wajar kalau wanita itu mengidamkan suami tipe tersebut. Khususnya Amel ataupun saya. Hehehehe… Kalau ada yang baik, kenapa harus memilih yang tidak baik? Tapi, balik ke diri kita masing-masing dulu. Seperti apa yang dibilang Amel, kita harus baik dulu untuk mendapatkan suami yang baik pula. *Ingat chattingan saya bersama Rian membahas masalah jodoh. Apa yang dia bilang sama persis seperti yang Amel tulis di postingannya. Spontan, airmata saya keluar. Tidak tahu bisikan dari mana hingga menghasut saya untuk mengeluarkan airmata.ย ย -___-” *cengengnyaaaaa…
Di saat inilah, saat-saat lagi menggalau, H2C, dan menebak-nebak akan seperti apa kita ke depannya. Tentang karir dan jodoh yang tidak bisa dipisahkan dari sekitar kita. Terkadang kita menginginkan suami yang tipenya seperti apa yang kita inginkan. Pintar mengaji, misalnya. Tujuannya apa? Ya, agar kita berdua bisa mendidik anak-anak dengan siraman religius sehingga menjadi anak yang saleh dan berbakti. Insya Allah.
Bisa dibayangkan, betapa bahagianya memiliki rumah tangga seperti itu. Seindah apa yang kita bayangkan. Namun, kita tidak bisa lepas dari kenyataan yang terkadang harus berbeda atau di luar ekspektasi kita. Semua bisa saja terjadi, nothing is impossible. Allah bisa saja membelokkan kita ke tempat yang tidak sesuai dengan harapan-harapan indah kita saat masih berstatus SINGLE. Yang tadinya ingin yang alim, dapatnya yang tidak alim, suka minum-minuman keras. Yang tadinya ingin yang romantis, dapatnya yang kurang romantis, dan so on. Kadang seperti itu kehidupan ya? Hmmm… Walaupun demikian, saya yakin Allah tidak pernah salah dalam memutuskan keputusanNya. Mungkin dari diri kita sendiri harus lebih mengintropeksi diri dengan apa yang telah kita lakukan selama ini hingga akhirnya perlahan-lahan kita dan pasangan bisa saling mengisi satu sama lain tanpa mempermasalahkan kekurangan yang dimiliki. ย Terakhir, izinkan saya mengutip kata-katamu ya, Mel.ย “Semoga Allah menjodohkan saya dengan orang yang baik menurutNya. Amin.” *Swear, this quotation is very touching me. :’)
Hari Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 8 Oktober 2011. FKIP B.Inggris mengadakan Bina Akrab di Pantai Lakeba. Jumlah mahasiswa baru (MABA) sekitar 250 orang, tapi yang mengikuti Bina Akrab di bawah jumlah yang sesungguhnya. Hanya sekitar seratusan lebih lah yang mengikuti kegiatan ini. Katanya. Sayang, saya tidak menjadi panitia dalam kegiatan ini jadi kurang tahu menahu dalam rincian kegiatannya seperti apa dan bagaimana.
Hari Sabtu pagi mereka berkumpul di Ex. Stadion Betoambari dan langsung menuju ke TKP a.ka. Pantai Lakeba. Sedangkan saya sendiri ke Pantai Lakeba nanti sekitar pukul 05.00 sore. Tentunya bersama Pak Rizal, Iin, Bambang, Aris, Sofyan, dkk. Sampai di TKP, ternyata lokasinya mirip perkemahan. Mereka memasang tenda. Kata teman-teman seangkatan saya, MABA tahun ini beruntung. Bina Akrabnya tidak separah mereka. *Alhamdulillah yah, Bina Akrab 2009 kemarin saya tidak ikut. Soalnya dilarang papa. ๐
Karena pas tiba di Lakeba dan sunsetnya buat gregetan maka langsung saja kami berfoto ria… Uhuhuhuyyyy…
F O B A R
Tidak ketinggalan, Nining juga mau gifo aaahhh… Dengan sunset di Pantai Lakeba… Huaaaa… >.<
Sampai sunset itu terbenam kita masih berfoto juga lho. Ckckck… Bersama Iin dan Mimin. ๐
Malam harinya, kita semua makan malam dulu. Sebelumnya udah diadakan lomba goreng telur. Enak. Enak. Enak. Tapi, Ning tidak ikut lihat waktu lomba berlangsung. Ning masih asyik dengan teman-teman duduk cerita beralaskan pasir. Cieee… Kan bukan panitia. ๐
Habis makan malam, istirahat. Nah, kita semua berkumpul di area yang sudah disiapkan. Tentunya bukan di pinggir pantai, tapi di atas-atasnya. *Aduh, gimana membahasakannya ya? Bingung. Yang jelas seperti itulah. Di bagian atas pinggir pantai.
Beruntung. Katanya, kalau tidak salah dengar, selama kurang lebih 5 tahun diadakan Bina Akrab, baru kali ini ada dosen yang datang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ini dikarenakan, panitia bina akrab tahun ini mengikuti aturan-aturan yang ada, mengikuti tata cara yang sebenarnya. ๐ Congrats ya. *Tuhhh kan. Dosen juga senang kalau seperti itu. ๐
Mabaleft2rght: Ibu Diana, P’Rizal, P’Supardi, P’Safulin, P’Bahar, Kk Sabar, Kk Rian
Dalam kesempatan itu, para dosen memperkenalkan diri dan memberikan arahan-arahan serta nasehat-nasehat kepada para mahasiswa sebagai MABA di FKIP B.Inggris. Ya, sepertii itulah. Sebetulnya Ning mau cerita panjang lebar nih tentang apa saja sih yang diberikan oleh para dosen kepada MABA. Tapi, karena Ning lagi dikejar waktu jadi rasa-rasanya belum sempat. Kalau ada waktu semoga Ning bisa melengkapi artikel ini.
Nah, selesai kegiatan itu. Eh, Kk Rian langsung melirik Nining. Tandanya? Diminta jadi juri karena sebentar lagi mau diadakan lomba pidato antar MABA. *Huaaa… Saya tidak tahu menilai, Kakak. Sempat mau mengundurkan diri, tapi hehehe… Begitu deh… Ya udah, Nining, Kk Sabar, dan Kk Rian lah yang jadi juri dalam lomba itu. Mereka komentarnya hebat-hebat euy. Pas saya yang komentar, hedehhhh… Jangan ditanya. Gak berbobot… -____-”
Yang pada ikutan lombanya juga hebat-hebat euy. Saya paling suka peserta yang terakhir. Performancenya very great… Begitu memukau. Without text dan body languagenya juga CICO. ๐
Berhubung lombanya dan pemberian komentarnya sudah selesai, saya langsung main kabur aja ke bawah. ๐ Alias ke pinggir pantai. Soalnya ada Iin dkk. Lagi nyanyi-nyanyi. Dari dangdut sampai pop, dari lagu baru sampai lawas. Sikaaaaaaattttt…
HUaaaaaa… Enaknyaaa… SUbhanallah… Suasana malam itu TOP BGT. Bintang dan Bulan malah menemani kita semua. ๐
Nyanyi2 di pinggir pantai *Ademmm
Begadang lagiiiii… Saya tidur nanti sekitar setengah tiga pagi. Dehhh… -___-”
Waktu mau tidur, bulannya malah mau menghilang. Ya Allahhhh, indah sekaliiii… Seperti sunset tadi. Langsung gak jadi tidur. Tunggu bulannya lenyap dulu baru tidur. ย Sementara Iin, Nila, dkk udah pada tumbang satu-satu. Pak dosen dan bu dosen malah belum tidur. *Mantap sekali pomatanya e… __pomata=begadang__
FYI, kami semua tidur di atas pasir, tanpa tenda. Tendanya itu cuma langit aja. Hehehehe… Enak. Enak. Syukur tidak hujan. ๐
Bangun pagi. DINGIN.
Brrrrr…
Walau sedingin apapun, foto lagi donk…
Huaaa, muka-muka habis bangun. ๐
Sekitar jam 6an, kami pulang. Ngikut pak dosen. ๐ Sementara MABA masih mengikuti kegiatan-kegiatan yang udah diagendakan oleh panitia.
Dan. SELESAI. Akhirnya saya bisa juga ikut dalam Kegiatan Bina Akrab ini walaupun tidak menjadi panitia. *Maklum, saya tidak mengikuti Bina Akrab 2009 dan 2010. Ini saja baru sekali di tahun ini. Hehehe…
Bubyeeee…
Maaf ya. Ceritanya kurang lengkap. Nanti dilengkapi lha. Dikejar waktu masalahnya. JAdi, menulis terburu-buru. Hehehe…
*Thx for Sofyan Sukwara, Sri Marlin dan Nining Syafitri who had taken those pictures. ๐
Sudah lama saya tidak bertemu sahabat tercinta ini, Memey. Salah satu sahabat yang nasibnya sama seperti saya. Kuliah di daerah sendiri, Baubau. Semua sahabat dekat saya kuliahnya di luar Baubau semua. Banyak yang di Makassar. Lainnya di Jawa. Yang jelas di luar Baubau lah. ๐ Sepi, iya. Tidak seperti zaman SMA lagi. Tidak terasa hampir dua tahun meninggalkan masa-masa SMA.
OK. Stop mengGALAU. -__-
Karena sudah lama tak jumpo, saya dan Memey janjian untuk ketemuan di kampus atas Unidayan. Karena saya dan Memey sama-sama sibuk setibanya di kampus, tidak ada waktu untuk ketemu dan cerita. So, kami janjian untuk pulang bareng.
Senang skali rasanya hari itu, tepatnya 1 Oktober 2011. Hari Sabtu. Iya. Bertemu dengan Memey dan karena saya bisa mengambil mata kuliah semester atas yang diinginkan. Alhamdulillah. Trima kasih Allah. *masih fifty-fifty. Insya Allah sebentar pagi diizinkan sama yang memiliki kepentingan dalam hal ini. AMinnn… Mohon doanya, teman.
POSAL
Oke. Perjalanan hari itu dimulai dari pulang kampus lalu mencari angkot untuk ke POSAL (salah satu tempat makan yang BAKSOnya sudah dikenal seantero Kota Baubau). Iya. Kami mau makan. LAPAR… Siang itu, saya memesan Bakso Tenes dan Memey Mie Kuah.
Kangen juga makan di Posal. Sudah lama tak berkunjung di tempat itu.
Letak Posal sendiri tak jauh dari Pelabuhan Murhum Baubau. Tempatnya lumayan kecil. Walaupun suasananya tak semodern rumah makan yang ‘wah’, tapi ada rasa tersendiri bagi saya. Berada di Posal seperti kembali lagi di masa SD saya. Maklum, tempat makan favorit pada saat itu adalah di Posal. Makan Baksoooo… YuMMyyy…
Bakso Bakso Bakso... YuMMyyyy...
*jadi laper tengah malam gini ngeliat baksooo… -___-”
Rencananya, setelah selesai makan di Posal, kami berdua mau melanjutkan perjalanan siang itu menuju PLAZA… Yuuuppp, it’s time for shopping… Huaaa, sampai sore…
Enak skali jalan sama Memey, berdua…
Hehehe. Terima kasih ya, Me, untuk waktunya…
Sudah lama saya tidak bertemu sahabat tercinta ini, Memey. Salah satu sahabat yang nasibnya sama seperti saya. Kuliah di daerah sendiri, Baubau. Semua sahabat dekat saya kuliahnya di luar Baubau semua. Banyak yang di Makassar. Lainnya di Jawa. Yang jelas di luar Baubau lah. ๐ Sepi, iya. Tidak seperti zaman SMA lagi. Tidak terasa hampir dua tahun meninggalkan masa-masa SMA.
OK. Stop mengGALAU. -__-
Karena sudah lama tak jumpo, saya dan Memey janjian untuk ketemuan di kampus atas Unidayan. Karena saya dan Memey sama-sama sibuk setibanya di kampus, tidak ada waktu untuk ketemu dan cerita. So, kami janjian untuk pulang bareng.
Senang skali rasanya hari itu, tepatnya 1 Oktober 2011. Hari Sabtu. Iya. Bertemu dengan Memey dan karena saya bisa mengambil mata kuliah semester atas yang diinginkan. Alhamdulillah. Trima kasih Allah. *masih fifty-fifty. Insya Allah sebentar pagi diizinkan sama yang memiliki kepentingan dalam hal ini. AMinnn… Mohon doanya, teman.
POSAL
Oke. Perjalanan hari itu dimulai dari pulang kampus lalu mencari angkot untuk ke POSAL (salah satu tempat makan yang BAKSOnya sudah dikenal seantero Kota Baubau). Iya. Kami mau makan. LAPAR… Siang itu, saya memesan Bakso Tenes dan Memey Mie Kuah.
Kangen juga makan di Posal. Sudah lama tak berkunjung di tempat itu.
Letak Posal sendiri tak jauh dari Pelabuhan Murhum Baubau. Tempatnya lumayan kecil. Walaupun suasananya tak semodern rumah makan yang ‘wah’, tapi ada rasa tersendiri bagi saya. Berada di Posal seperti kembali lagi di masa SD saya. Maklum, tempat makan favorit pada saat itu adalah di Posal. Makan Baksoooo… YuMMyyy…
Bakso Bakso Bakso... YuMMyyyy...
*jadi laper tengah malam gini ngeliat baksooo… -___-”
Rencananya, setelah selesai makan di Posal, kami berdua mau melanjutkan perjalanan siang itu menuju PLAZA… Yuuuppp, it’s time for shopping… Huaaa, sampai sore…
Enak skali jalan sama Memey, berdua…
Hehehe. Terima kasih ya, Me, untuk waktunya…
Heia… Heia…
Hari ini, lebih tepatnya tanggal 25 September 2011, adalah hari kopdar bersama si blogger imutย Dunia Pagi, Amela Erliana Christine. Amel ini adalah salah satu lulusan STAN yang baru Juni kemarin ditempatkan di KPPN Baubau. Simak ceritanya di sini. Kita kenalan pun karena Mba Ria yang ngasih info ke Amel kalau ada blogger (Nining: red) di Baubau. *Makasih ya, Mba Ria. ๐ ย Oh iya, dari obrolan-obrolan kami selama di dunia maya, Ning juga baru tahu kalau Amel temenan sama sepupu Ning, Kk Nandi. Iya. Maklum, mereka kan anak-anak STAN. Waaahh, dunia sempit yaa, Mel. ๐
Sebenarnya janjian untuk kopdar sudah lama direncanakan dari bulan sebelum Idul Fitri kemarin, tapi karena kesibukan masing-masing maka hari ini barulah terealisasi keinginan kami berdua. Yippy. Yippy…
Kebetulan jarak rumah Amel tidak jauh dari rumah Nining. Cuma lurus-lurus saja, terus tiba deh. Berbekal petunjuk seadanya, Ning udah bilang memang kalauย otw ke rumah tolong diSMS. Bener, sebelum Ashar Amelnya ngeSMS. Ning tunggu di pinggir jalan. Tidak butuh waktu lama, eh Amelnya nongol. YiPPy, yiPPy. Kopdaran lagiii… #ketagihan. ๐
Pas ketemu, kita saling ulur tangan, kenalan gitu. Walaupun udah tahu nama, tapi yaa untuk di dunia nyata harus begitu. Formalitasnya dank… ๐ *logat Baubau. Sayang, Amelnya gak bisa lama-lama karena temannya mau tiba di Baubau dan kunci rumah Amel yang pegang. Gak apa-apalah, nanti lain kali kita main lagi. ๐ Oke, Mel??? Sip. Sip. Sip.
Kita cerita banyak hal. Mulai dari alasan Amel tiba di Baubau, kesan tentang Baubau dan situasinya yang gak sepi-sepi amat, sampai memunculkan kalimat seperti ini, “Ikan mempermainkan hati para nelayan.” Huaahahaha… Ngakak deh kalau ingat kejadian itu, Mel. Hihihihi…
Sementara Amelnya lagi shalat Ashar, Ning ke dapur nyiapin bubur kacang hijau. ๐ Kata Amel, dia udah lama gak makan bubur kacang ijo. *Ayo, Mel. Bubur kacang ijonya disikat. Kalau udah habis, nambah lagi… Hehehe… *Fotonya Ning recycle, Mel. ๐
Nyummmiiii...
Huaaaaa… Kenyangggg…
Amel, anaknya seru, enak diajak cerita. Mungkin karena sama-sama cewek ya. Lagian juga kita seumuran. Sama-sama kelahiran ’91. Tapi bedanya, Amelnya udah kerja, Niningnya masih jadi mahasiswi. Semangat. Semangat. ๐
Walaupun jauh dari keluarga, tetap semangat ya, Mel. ๐
Masih ada orang-orang yang sayang sama Amel kok di sini. Kalau ada kesempatan main lagi ke rumah yaaa…
Alhamdulillah ya, setelah kopdaran sama Kk Diah, Kk Gaphe, dan kali ketiga sama Amel. Ning dapat tambahan teman baru lagi. Ini berkat si blogesphere. Subhanallah… Punya teman-teman blogger seperti mereka. Semoga silaturahmi kita tetap terjaga… Coba ya kalau kopdarannya itu banyak blogger yang ngumpul, pasti seru. Mmm… Kalau di Baubau mah, mungkin bloggernya belum pada keliatan ya. Atau Ningningnya aja yang jarang BW. Hehehe… Bagi yang merasa blogger Baubau, ayo kita kopdaran… Ditunggu yaaa!!!
Iya, batas waktunya Amel hanya sampai jam 5 sore. Yaaaa, cepat pulang deh Amelnya.
Tapi, kalau namanya kopdaran, no picture itu sama aja dengan hoax. Sesi terakhir, FOTO BARENG… ๐
NingOcha dan Amel Dunia Pagi
ย Setelah sesi foto bareng, Amelnya pulang. Sayang, gak bisa nikmati sunset sama-sama.
Mel, salam kenal yaa. Makasih udah nyempatin datang ke rumah, walaupun takut kesasar ya, dan jaraknya jauh dari rumah. Hehehe… *Becanda.
Tepatnya tanggal 26 Agustus 2011 Pak Guru saya, L.M. Syahrir, mentagkan sebuah note on Facebook, judulnya Renungan Buat Ibu. Isinya sangat menyentuh. Ada 9 orang yang me-LIKE note dari pak guru dan empat siswinya mengomentari catatan itu. Semuanya terharu membaca note itu.
Penasaran? Ini dia.
RENUNGAN BUAT IBU
byย Lm Syahrirย on Friday, August 26, 2011 at 9:22pm
Ibu …. semalam engkau datang padaku… setelah sekian tahun kita tak bertemu….
Ibu … di malam jumat 26 ramadhan engkau datang mengunjungiku… seakan engkau datang menyirami hatiku dengan cahaya-cahaya kasihmu yang sudah cukup lama tidak kurasakan lagi…
Ibu… apakah engkau tahu bahwa anakmu sekarang sedang galau.. sebagaimana dahulu engkau paling tahu keadaan anakmu ini… walau jarak memisahkan kita berdua…
Ibu… masih lekat dalam ingatan ananda… bahwa begitu eratnya hubungan batin yang terjalin di antara kita berdua… lebih dari kakak-kakakku yang lain…. engkau sakit pada saat anakmu di negeri orang sakit…. dan anak tiba-tiba merasa resah dan gelisah… pada saat ibu merasa sedih….
Ibu… adakah makna lain dari kedatanganmu kali ini… selain untuk memuaskan dahaga kasih sayang bagi anakmu setelah sekian waktu engkau meninggalkanku….ย apakah ibu merasa tidak nyaman di tempat ibu sekarang berada sehingga ibu ingin agar anak mengirimkan apa-apa yang terbaik bagi ibu….
Ibu … semalam ananda sangat bahagia…. anak dapat menikmati wajah ibu yang bercahaya… anak dapat mengelus kembali rambut ibu yang panjang, lurus dan harum… dan ananda dapat menggendong ibu kembali… sebagaimana dulu sering ananda lakukan….
Ibu… ananda sangat rindu pada mu…. walau akhir-akhir ini aku jarang sekali menyambangimu… tetapi ananda tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menoleh pada ibu di saat ananda lewat di kediaman ibu…. seraya melambungkan doa-doa dalam hati… semoga ibu senantiasa mendapatkan kelapangan, penerangan, dan kebahagiaan di kehidupan ibu sekarang….
Ibu… ananda sadar bahwa di saat ibu meninggalkan ananda… masih ada 2 harapan ibu yang belum ananda penuhi…. maafkan ananda ibu… ananda hanyalah manusia yang penuh dengan keterbatasan.. namun demikian.. ananda akan tetap mengusahakan hal tersebut agar dapat terwujud sebagaimana harapan ibu…. walau ibu tidak sempat lagi merasakan dan menikmati hal itu… sebagaimana yang senantiasa berulangkali ibu inginkan pada saat kita masih
bersama-sama….
Ibu … kembali ananda terkenang saat-saat indah sewaktu ananda masih kecil hingga besar…. selama waktu itu… tidak pernah terlewatkan waktu kita berdua… dimana ananda sering meletakkan kepala ananda di pangkuan ibu yang damai… ibu mengelus kepala ananda dengan seganap rasa cinta kasih yang paling tulus dari pada apapun yang pernah anda kecap di dunia ini… dan pada saat itu… mengalirlah cerita-cerita indah dan nasehat serta amanah-amanah… yang hingga sekarang masih ananda ingat dan menjadi patron hidup ananda ibu….
Ibu… ananda menyadari bahwa pada saat ibu pergi… belum banyak yang dapat ananda perbuat pada ibu.. yang dapat membahagiakan ibu… walau ananda tahu bahwa ibu tidak pernah menuntut hal itu….
Masih lekat dalam ingatan ananda… obrolan kita pada saat ananda mengintropeksi diri ananda atas sikap dan perilaku ananda terhadap ibu… yang senantiasa ananda lakukan setiap saat…. โย Ibu… dalam satu bulan terakhir ini… apakah ananda melakukan hal-hal yang membuat ibu tidak berkenan dan menyusahkan hati ibu โ….. ibu selalu menjawab dengan penuh kasih : โAnakku… tidak ada satupun dari sikap dan perilaku yang ananda perlihatkan pada ibu yang menyusahkan hati ibumu ini… yang ibu rasakan darimu anakku…. ananda senantiasa membuat ibu senang dan bahagia โ
Oh Ibu…. betapa dalam perasaan cintah kasih yang engkauย curahkan pada anakmu ini….
Ibu … tadi pagi aku datang di atas pusara ibu… dan menghaturkan doa-doa terbaik yang bisa dihantarkan oleh seorang anak kepada orang tuanya yang telah tiada… semoga ibu senantiasa mendapatkan kelapangan… penerangan… dan kasih sayang dari Sang Khalik yang sudah menetapkan untuk memanggil ibu kembali keharibaannya….
Oh Ibu… semoga ibu dapat dengan tenang menjalani masa penantian di alam Barzakh… saat ini ananda belum dapat mengikuti ibu… karena saat yang ditetapkan kepada ananda mungkin belum tiba…. tetapi satu yang ananda senantiasa harapkan…. pada saat waktu yang ditentukan pada ananda tiba… dan anandapun dipanggil menghadap kepada Sang Khalik…. ananda berharap dapat bertemu ibu dalam keadaan yang lebih bahagia… dari segala
kebahagiaan yang pernah kita rasakan di dunia ini….
Bagaimana? Apakah Anda tersentuh ketika membaca catatan yang dibuat dengan hati ini?
Dari sinilah awal ketidakbisaan saya dalam menganalisa. *Wuihhh, saya kalah, readers, kalau bicara menganalisa kata-kata itu. -_-” Maaf. Atau saya yang kurang konsen?
Oke. Lanjut.
Catatan ditulis pada tanggal 26 Agustus, tiba-tiba SMS masuk tanggal 28 Agustus. Dari Pak Guru.
Ning… Di catatanku yang terakhir itu ada sst yg aku ingin kalian sring lakukan.. kr2 apa yo..
Karena kebetulan malam itu saya kedatangan tamu alias teman-teman SD, saya meminta izin sama beliau untuk membalasnya setelah mereka pulang.
Esoknya. SMS masuk lagi. Dari Pak Guru. 0.O
Manami jwbnx ditunggu dr td malam
OMG. Saya lupa. ย Saya tidak menepati janji karena ketiduran. *Maaf, ya, Pak Guru ๐
Mulailah saya menjawab dengan jawaban yang tidak begitu baik. -_-”
Sayang, isi SMS untuk pak guru telah terhapus secara otomatis di HP saya. Jadi tidak bisa mempublishnya dalam artikel ini.
*Pak Guruuu, saya ย minta maaf. Jawabannya tidak memuaskan…
Jawaban pertama saya. *kalau tidak salah ingat intinya seperti ini:
“Kita harus saling menyayangi satu sama lain.”
Balasan SMS dari Pak guru. “Bukan itu.”
Jawaban kedua saya. *kalau tidak salah ingat.
“Kita harus mematuhi segala perintah orang tua. Buat mereka bahagia. Selalu mendoakan mereka dengan segala kebaikan-kebaikan.”
Balasan SMS dari Pak guru. “Itu sudah keharusan, g usah dibilang.. jd bkn itu jg.“
#JEGLEK…
Saya langsung minder… Seperti nggak punya potensi apa-apa di dalam menganalisa catatan itu. Saya yang kurang baca, kurang paham, atau kurang merasakan isi catatan itu? Sampai-sampai semua jawaban yang saya kirimkan ke Pak Guru salah.
*Deehh. Hampir putus asa.
Akhirnya, saya kembali mengirim SMS ke Pak Guru berkat bantuan sahabat saya, Mega. ย *Sudah hampir putus asa menemukan jawaban yang tepatnya.
Jawaban ketiga. “Manfaatkan wktu sebaik2x dgn sll berbkti kepada ibu slagi beliau msh shat karena kita tidak akan tahu sampai kapan ibu bersama kita.”
Balasan SMS dari Pak Guru. Tidak ada. :'( *Sedddiiihhh… Padahal saya penasaran sekali dengan jawaban yang diinginkan pak guru itu.
Cek per cek, saya membuka Facebook. Ada notifikasi, Pak Guru mengomentari catatan Renungan Buat Ibu. Dan taraaaaa… Pak Guru telah menuliskan jawaban itu. *Mungkin. Perasaan saya kok bilangnya iya.
Membaca komentar dari Pak Guru itu, saya sadar. Telah banyak kesalahan yang saya lakukan kepada kedua orang tua. Saya malah pernah membuat mereka menangis. Utamanya kepada Mama. Iya, karena kelakuan saya. Saya akui itu. Saya masih belum bisa menjadi anak yang baik rupanya. Maafkan saya, Mama.
Setiap yang saya minta, mereka selalu berusaha untuk memenuhi permintaan itu. Tapi, setiap apa yang mereka minta, kadang saya berusaha untuk menolaknya. Malaslah, tidak mau lah, yang jelas tidak mau melakukan apa yang mereka minta. Padahal cuma pekerjaan ringan saja. Saya malah merasa masih kurang baik sebagai anak kepada orang tua dan kakak dari kedua saudara saya.
Oke. Mari kita lanjutkan cerita tentang catatan Pak Guru sebelum saya membahas terlalu jauh curhatan saya. Jangan biarkan saya menangis lagi ketika menulis di paragraf ini. -_-“
Komentar Pak Guru menyadarkan hati kecil saya kalau saya sudah seharusnya begitu. Harus bisa membahagiakan mereka. Seenggaknya berusaha mematuhi perintah mereka. Berbuat apa yang diinginkan mereka hingga mereka bisa tersenyum. Karena saya belum siap kehilangan mereka berdua untuk saat ini. Masih banyak hal yang saya belum lakukan untuk kebahagiaan mereka. Saya masih ingin bersama-sama mereka. Walaupun memang, terkadang apa yang mereka inginkan dari kita tidak selamanya sejalan dengan apa yang kita ingin lakukan. Dan hal inilah yang kadang berat untuk kita lawan. Antara keinginan diri sendiri dan orang tua yang berbeda arah.
Ada satu kata yang bisa meluluhkan hati ini *menurut saya. Kita harus IKHLAS. Iya. Segala yang kita lakukan untuk mereka harus dengan jalan IKHLAS. Iya. Ikhlas karena Allah. Saya juga masih belajar untuk bagaimana bersikap ikhlas melakukan apa yang orang tua inginkan ketika harus berlawanan dengan keinginan saya.
Pak guru, terima kasih untuk catatan dan komentarnya. Maaf, Pak. Saya belum bisa menjawab pertanyaan pak guru itu. Mungkin saya terlalu bodoh untuk menganalisa isi catatan itu atau mungkin saya masih kurang paham akan catatan itu. Pak guru, saya minta maaf dan terima kasih.
*Karena komentar Pak guru di catatan itu, saya akhirnya menanamkan kata-kata beliau di dalam pikiran dan hati dengan baik-baik setiap orang tua saya mulai berinstruksi. *LEBAY…. :p Ketika saya rasa sanggup melakukan apa yang orang tua inginkan hingga mereka bisa tersenyum, saya akan jalankan. Kalau tidak, mmm… sepertinya saya harus belajar lagi.
...
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.