Posted in Blog, Life, Love

“Book Your Blog” – Mencoba untuk Mewujudkan Impian

Sudah seminggu lebih saya udah jarang bloggingan. Aktivitas yang (katanya) padat berhasil menyita perhatian saya untuk lebih fokus ke dunia nyata dan sedikit mengabaikan aktivitas favorit saya di dunia maya a.k.a blogging. Sepertinya udah berapa kali saya menulis seperti ini. Bagi yang sudah pernah membaca statement yang mirip seperti kalimat sebelumnya, mohon dimaklumi saja ya.

Oh, iya. Kemarin sempat blogwalking di sini. Di dalam artikel, si blogger memposting tentang Lomba Membukukan Blog alias BOOK YOUR BLOG. Mencoba membaca dengan seksama, sepertinya menarik juga untuk diikuti. Jujur sih, sebenarnya pengen skali punya buku dari hasil tulisan sendiri, tapi gimana ya. Belum ada waktu untuk fokus ke situ. Hehehe… Aliassss karena mungkin keinginan yang tinggi tapi aksinya gak cukup. Cape’ dehhhh… -_____-”
Ditambah lagi tulisan-tulisan saya yang masih jauuuuuhhhh di bawah standard. *PD banget lo ya, Ning, ngikut lomba kayak ginian kalau udah tahu kualitasmu seperti apa?
Apa salahnya dicoba. Semangat. Semangat!!!

Baiklah…
Daripada saya banyak nyerocos kiri-kanan tidak jelas adanya. Let’s see the requirement for this competition. *sok English. -_-“

Caranya? It’s easy!

  1. Tulis tentang event ini beserta logo event di blogmu dengan bahasamu sendiri, diberi tag #bookyourblog
  2. Pasang link website http://www.leutikaprio.com/ di blog kamu (di blog scroll)
  3. Kirimkan alamat blog kamu ke eventleutika@hotmail.com
  4. Tulis sinopsis blog kamu dalam 250 kata Ms Word. Sertakan nama, nama pena, TTL, alamat, nohandphone, alamat e-mail, akun FB, akun twitter. Kemudian attach file ke dalam e-mail.
  5.  Tulis “Book Your Blog” di judul e-mail.

Blog seperti apa yang bisa menang?

  1. Inspiratif, berisi cerita-cerita yang dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.
  2. Tidak mengandung SARA dan pornografi.
  3. Berkarakter, konsisten berisi materi-materi yang terkonsep dan orisinil.

Apa Hadiahnya?

Dipilih 3 blog terbaik untuk mendapatkan:

  1. Tulisan-tulisan di blog kamu akan diterbitkan GRATIS dalam bentuk buku oleh Leutika Prio
  2. Royalti 15% dari harga produksi
  3. Paket buku dari Leutika Publisher

Bagi yang belum terpilih tetap mendapatkan diskon paket penerbitan sebesar 20%.

Deadline : 30 September 2011

Website:

 http://www.leutikaprio.com/

Twitter: @leutikaprio

Fanpage FB

http://www.facebook.com/leutikaprio

SEGALA JENIS BLOG boleh diikutkan di lomba ini. Blog umum, kisah sehari-hari, kesehatan, wisata, kuliner, fesyen, pendidikan, politik, kesenian, film,fiksi, dll asal tidak mengandung SARA dan pornografi. Jadi tunggu apa lagi, daftarkan sekarang 🙂
Mumpung masih ada kesempatan… Ayo. Ayo… Semangat menulis…!!! ^.^

Untuk informasi saja *dikutip dari FB milik Leutika Prio.
“Leutika Prio adalah lini self publishing dari Leutika Publisher yang menyediakan berbagai macam paket penerbitan dengan sistem mudah dan harga terjangkau www.leutikaprio.com. Self Publishingmerupakan alternatif baru menerbitkan buku dengan lebih praktis dan tanpa seleksi. Para penulis tidak perlu repot membuat cover, mengurus ISBN, dan teknis buku lainnya karena Leutika Prio menyediakan layanan edit aksara, cover, layout, ISBN dan konsultasi yang telah disusun pada paket-paket penerbitannya. Penulis juga tetap mendapatkan royalti sebesar 15% dari harga produksi. Misi dari penerbit ini adalah mengajak sebanyak mungkin orang untuk menulis dan berbagi inspirasi pada para pembaca.”

…Let’s write and show your ability…
…Share for goodness… 

Posted in Blog, Friend, Life, Love

Menulis di ‘Mata’ Saya

Menulis di Mata Saya

sumber gambar di sini

Berbicara tentang menulis, bagi saya adalah hal yang sangat menarik. Entah mengapa saya suka menulis. Saya juga tidak tahu alasannya. Hobi menulis saya sudah terukir semenjak masih di sekolah dasar. Entah menulis cerita yang berasal dari buku cetak dan harus disalin ulang ke dalam buku catatan ataupun menulis tentang keseharian saya (karena tugas).

Menulis, kegiatan yang bisa membuat tangan kita menjadi sakit ataupun capek. Dan memang, itu yang saya rasakan. Apalagi menulis materi pelajaran yang berlembar-lembar. Rasanya seperti dianugerahi tugas yang paling indah sakitnya. TT Hingga teman-teman pun terheran-heran melihat saya rajin menulis. Tapi saya tidak menjadikan hal itu adalah sebuah beban. Keluhan sebetulnya ada, tapi saya berusaha untuk meminimalisirnya agar saya mengerjakannya dengan ikhlas dan senang.
Beradu dengan pulpen, kertas, dan tenaga.
Eh, eh, sabar. Kayaknya saya salah mendeskripsikan. Maaf reader. 😀
Keluar alur…

Menulis adalah salah satu hal yang paling menyenangkan bagi saya. Itu mungkin sebabnya dalam berbicara saya kurang ahli. Kalau harus berbicara tentang sesuatu, saya selalu merasa kurang maksimal untuk menyampaikannya ke orang lain. Kadang-kadang seperti kurang jelas akan informasi itu. Pada akhirnya, hal tersebut bisa membuat saya malu dan merasa seperti orang bodoh. -_-‘
Sampai punya pikiran, sebaiknya saya diam saja.

Menulis, menyampaikan aspirasi saya. Utamanya sejak saya memiliki blog. Walaupun bahasanya agak tidak formal. Pengaruh bacaan yang kurang formal. Kepingin baca buku yg ‘berbobot’ tapi tidak pernah kesampaian. Perasaannya cenderung ke bacaan yang ringan-ringan saja.

Pengen buat buku.
Pengen jadi penulis seperti Raditya Dika. Yang selama ini menginspirasi saya.
Saya sangat suka dengan dia. Di balik kekonyolannya, sebetulnya dia itu sosok yang sangat …. Di samping itu, terdorong oleh teman-teman blogger saya yang sudah membuat buku. Senangnyaaa punya buku sendiri, alias buku yang ditulis sendiri yang bisa dinikmati oleh orang banyak. Tapi, mungkin ini adalah impian yang kayaknya mesti dipending. Kenapa? Kita lihat saja nanti. Yang jelas, semoga saja saya bisa mewujudkannya. Aminnn… *Teman-teman, mohon do’anya ya… 🙂

Menulis, sebuah inspirasi yang tertuang di dalam suatu media dalam bentuk karya tulis. Dan saya ingin menulis, menulis dan menulis. Selagi ada kesempatan dan inspirsi, mengapa harus berhenti? Ini pekerjaan saya.
Dan saya sangat mencintai hal ini.

Dengan menulis, saya bisa ‘merekam’ kejadian-kejadian penting dalam hidup saya. Entah ketika jatuh cinta, patah hati, mendapat penghargaan, ulangtahun, ataupun menulis bisa menjadi kado untuk sahabat terkasih. Tentunya tulisan versi saya, Nining Syafitri.

Posted in Blog, Education, English, Love

Making a Play: A Blogger Girl

A Blogger Girl

There is a girl who likes browsing internet. It can be said that her second world is cyber world. Laptop and modem have been important parts in her daily life. Even she can forget time to be in real life. Of course, since she knows blog, her life changes. Blogging has been her favorite activity. Writing, writing, and writing. Then, she has a dream that one day she could be a writer like her favorite writer, Raditya Dika. Will her life be better or not?  Will her dream come true?

Part I

At 07.00 a.m. in her room.

Kring… kring… kring… (The alarm is ringing).

Tyas is still sleeping.

A few minutes later.

Kring… kring… kring… (The alarm is ringing again)

Mom   : (Opening the door) Tyas, wake up! It is 07.00 a.m. o’clock.
Tyas     : Hummm. Yeah, Mom! (Still on the bed)
Mom   : This is Monday. Don’t you go to school?
Tyas     : Today is Sunday, Mom. It is still holiday.
Mom   : Not, dear. It is Monday.
Tyas     : Don’t lie to me, Mom. I know you said like that in order I get up early and help you, don’t I?
Mom   : Whatever. Maybe you should check the day for today on your mobile phone.

After talking with Tyas, Mom goes. Only Tyas is in her room.

Tyas     : (While checking the day on her mobile phone, she is shocked) What??? Is it Monday? My Mom is right. It is Monday. Oh My Gosh! Oh My Gosh! What must I do? Time, time, time. What time is it? (She is panic while seeing at the clock)

Mom comes again into Tyas’ room, while Tyas is still taking a bath.

Mom   : Tyas, where are you? I am right, aren’t I?
Tyas     : I’m here, Mom. I’m in the bathroom. I’m in hurry. I hate this.
Mom   : Continue your bathing. I will see you off to the school.
Tyas     : Yes, Mom.

After a few minutes later, Tyas is already ready to go to school.

Part II

At her school. Continue reading “Making a Play: A Blogger Girl”

Posted in Blog, Education, English, Love

Making a Play: A Blogger Girl

A Blogger Girl

There is a girl who likes browsing internet. It can be said that her second world is cyber world. Laptop and modem have been important parts in her daily life. Even she can forget time to be in real life. Of course, since she knows blog, her life changes. Blogging has been her favorite activity. Writing, writing, and writing. Then, she has a dream that one day she could be a writer like her favorite writer, Raditya Dika. Will her life be better or not?  Will her dream come true?

Part I

At 07.00 a.m. in her room.

Kring… kring… kring… (The alarm is ringing).

Tyas is still sleeping.

A few minutes later.

Kring… kring… kring… (The alarm is ringing again)

Mom   : (Opening the door) Tyas, wake up! It is 07.00 a.m. o’clock.
Tyas     : Hummm. Yeah, Mom! (Still on the bed)
Mom   : This is Monday. Don’t you go to school?
Tyas     : Today is Sunday, Mom. It is still holiday.
Mom   : Not, dear. It is Monday.
Tyas     : Don’t lie to me, Mom. I know you said like that in order I get up early and help you, don’t I?
Mom   : Whatever. Maybe you should check the day for today on your mobile phone.

After talking with Tyas, Mom goes. Only Tyas is in her room.

Tyas     : (While checking the day on her mobile phone, she is shocked) What??? Is it Monday? My Mom is right. It is Monday. Oh My Gosh! Oh My Gosh! What must I do? Time, time, time. What time is it? (She is panic while seeing at the clock)

Mom comes again into Tyas’ room, while Tyas is still taking a bath.

Mom   : Tyas, where are you? I am right, aren’t I?
Tyas     : I’m here, Mom. I’m in the bathroom. I’m in hurry. I hate this.
Mom   : Continue your bathing. I will see you off to the school.
Tyas     : Yes, Mom.

After a few minutes later, Tyas is already ready to go to school.

Part II

At her school. Continue reading “Making a Play: A Blogger Girl”

Posted in Blog

Kebiasaan Blogger (Ningning)

Menjadi seorang blogger alias penulis pada media online via internet dan semoga Ningning bisa menjadi penulis sesungguhnya. *Semogaaaa… -_- membawa kebiasaan yang dulunya tidak seperti ini. Tak lain dan tak bukan. Adalah selalu mengabadikan moment lewat jepret-jepretan via kamera HP. Dengan mengandalkan kamera HP Nokia E63 Nining, sepertinya inspirasi untuk menulis selalu muncul dengan berbagai topik yang ada di dalam pikiran Nining dan tak ditahu apakah akan ditulis atau tidak. Aneh.

Yang jelas, kebiasaan Nining motret sana, motret sini selalu membawa rasa heran dari kalangan teman-teman Nining. “Ko foto apakah kau ini? Foto-foto sembarang.” *logat Baubau. Hehehe… Selalu saja mereka bertanya tentang itu dan apa tujuan Nining mengabadikan semua itu.
Kadang Ning cuma tersenyum saja. Atau kalau lagi mood menjawab dengan jawaban yang mantap, “Nda. Sa mau posting di blog kasian gambar-gambar ini.”

Rasa-rasanya setiap moment yang ada, Ning harus mengabadikannya. Itu harus, jika Allah meridhoi… -_-  Dan Nining senang akan ini. Yaaa, sebetulnya ada bakat-bakat jadi fotografer sih, tapiiii gitu deehhh… Hehehe… Nggak, nggak, just kidding, bro and sist…

Baiklah, cukup sekian dulu.
‘Harus Sampai di Sini’ *KIA AFI mode: on.
C U at my next post…

Posted in Blog, Friend, Life, Love, Words

Tentang Buku ‘Pagi, Cappuccino, Buku, Hujan. Dan Aku’

Pagi, Cappucino, Buku, Hujan. Dan Aku.

Judul Buku :Pagi, Cappuccino, Buku, Hujan. Dan Aku.
Penulis: Yoeliana Angelina Anastasia (Non Inge)
Penerbit: Nulisbuku.com
Tahun Terbit : 2010

Hmmm… Tentang buku ini.
Ning mencoba bercerita sedikit tentang isi buku ini. Buku yang Ning peroleh dari Mba Hilsya, salah satu sahabat blogger Nining. *Ya, inilah salah satu manfaat dari kegiatan ngeblog. 🙂
Terima kasih ya, Mba… 🙂

Sampul bukunya menarik. Imut. Ngegemesin… 🙂
Buku ini memuat berbagai puisi dan cerita fiksi, juga quotes dari Non Inge.
Yang jelas ini bercerita tentang cinta.

Benar saja yang dikatakan Mba Ollie (founder nulisbuku.com), “ini ditulis sepenuh hati.”
Iya, sepenuh hati. :’)

Puisinya menarik semua. Puisi dari hati… Menyenttuuuhhh… :’)
Salah satunya

“Satu-satunya”
jika ini sebuah kisah hati
maka, ini yang akan menjadi kisah terakhir
dimana aku meletakkan dirimu di hatiku
sebagai tokoh satu-satunya
-Non Inge- 

Yang paling Ning suka bagian Cerita Fiksi, yang SECARIK KERTAS. Menyentuh sekali.
Kisah seorang wanita yang bertemu dengan ‘masa lalunya’ yang masih tetap dicintainya, walaupun pernah ditinggalkan dengan alasan yang tidak jelas. Dan ternyata hanya membawa kesedihan bagi dirinya sendiri, juga sepenggal harapan (entah itu akan terjadi atau tidak). *Haduuuh, cinta. cinta.

Sepertinya Ning belum bisa menjelaskan panjang lebar ya tentang buku ini. Mmm… Gak apa-apalah, yang penting udah bercerita sekilas tentang buku ini. 🙂
Mau baca selengkapnya??? Ayo, beli bukunya… 🙂
Penasaran kan??? Hehehe…

*Kayaknya Ning mesti bilang: “Ini buku bercerita tentang hati”
Sukses selalu buat Non Inge dan Mba Hilsya… 🙂
Terima kasih buat bukunya ya, Mba… :)*
*buat dua-duanya, yang nulis dan yang ngasih.
Hehehe… 

Posted in Blog, Friend, Life, Love, Words

Tentang Buku ‘Pagi, Cappuccino, Buku, Hujan. Dan Aku’

Pagi, Cappucino, Buku, Hujan. Dan Aku.

Judul Buku :Pagi, Cappuccino, Buku, Hujan. Dan Aku.
Penulis: Yoeliana Angelina Anastasia (Non Inge)
Penerbit: Nulisbuku.com
Tahun Terbit : 2010

Hmmm… Tentang buku ini.
Ning mencoba bercerita sedikit tentang isi buku ini. Buku yang Ning peroleh dari Mba Hilsya, salah satu sahabat blogger Nining. *Ya, inilah salah satu manfaat dari kegiatan ngeblog. 🙂
Terima kasih ya, Mba… 🙂

Sampul bukunya menarik. Imut. Ngegemesin… 🙂
Buku ini memuat berbagai puisi dan cerita fiksi, juga quotes dari Non Inge.
Yang jelas ini bercerita tentang cinta.

Benar saja yang dikatakan Mba Ollie (founder nulisbuku.com), “ini ditulis sepenuh hati.”
Iya, sepenuh hati. :’)

Puisinya menarik semua. Puisi dari hati… Menyenttuuuhhh… :’)
Salah satunya

“Satu-satunya”
jika ini sebuah kisah hati
maka, ini yang akan menjadi kisah terakhir
dimana aku meletakkan dirimu di hatiku
sebagai tokoh satu-satunya
-Non Inge- 

Yang paling Ning suka bagian Cerita Fiksi, yang SECARIK KERTAS. Menyentuh sekali.
Kisah seorang wanita yang bertemu dengan ‘masa lalunya’ yang masih tetap dicintainya, walaupun pernah ditinggalkan dengan alasan yang tidak jelas. Dan ternyata hanya membawa kesedihan bagi dirinya sendiri, juga sepenggal harapan (entah itu akan terjadi atau tidak). *Haduuuh, cinta. cinta.

Sepertinya Ning belum bisa menjelaskan panjang lebar ya tentang buku ini. Mmm… Gak apa-apalah, yang penting udah bercerita sekilas tentang buku ini. 🙂
Mau baca selengkapnya??? Ayo, beli bukunya… 🙂
Penasaran kan??? Hehehe…

*Kayaknya Ning mesti bilang: “Ini buku bercerita tentang hati”
Sukses selalu buat Non Inge dan Mba Hilsya… 🙂
Terima kasih buat bukunya ya, Mba… :)*
*buat dua-duanya, yang nulis dan yang ngasih.
Hehehe… 

Posted in Blog, English, Uncategorized

BIOGRAPHY of Raditya Dika ^^

RADITYA DIKA

 

 

 

Raditya Dika

 

 

 

Raditya Dika Nasution is an Indonesian writer, a comedian, and a script writer of comic or film. Raditya Dika is always called Raditya or Radith. He was born on Desember 28, 1984. Raditya Dika is known as the author of humorous books and then Raditya is known by public after his first book, Kambing Jantan (Gagasmedia, 2005).  The book is the result of adaptation of his old blog at www.kambingjantan.com. With having a comedy writing style and a candid story, Kambing Jantan was success and became a bestseller book.

Works

The first work that elevates his name is the book, Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh ( 2005 ). This book tells the life of Radith while still studying in Adelaide, Australia. The story of Radith is based on his stories as an Indonesian student that studied abroad. The book is presented in diary format (diary). The whole story in his work is based on his personal blog, www.kambingjantan.com, which now becomes www.radityadika.com.

 

Second book entitles Cinta Brontosaurus , it is published in 2006. Similar to the previous book, the stories in this book is based on the everyday story of Radith. However, this second book uses a short story format, that tells about experience of love of Radith that seemed not always lucky. The contents of this book include the story of when Radith sent a love letter to a friend when he was in elementary school to experience of Radith that watched his Persian cat that fell in love with another cat in its neighbor.

Third book entitles Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa that issued on August 29, 2007. This third book tells Radith who had been a clown of Monas in a day, teaching and tutoring, then when Radith was taken for a ghost of toilet, until the story about the curse of NTB people.

Fourth book entitles  Babi Ngesot: Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang. That is published in April 2008. At the end of 2008, along with a comic artist, Rudiman Dio, Radith wrote a comic, Kambing Jantan, part 1, (Gagasmedia, 2008) and Kambing Jantan, part 2, (2011). This comic contains his life overseas as a student in Adelaide, Australia.

And fifth book entitles Marmut Merah Jambu in 2010. Most theme of Raditya Dika comedy revolves between his personal life, his family, with a hyperbolic style – self depreciating humor that it degrades himself.

Last Project of Raditya is a film that lifted from his first book, Kambing Jantan: The Movie, who directed by Rudi Soedjarwo. Besides writing the script with Salman Aristo and Mouly Surya, in that the film, he also played himself. The film is scheduled to appear March 5, 2009.

Journey and Thought

Radith started the desire to record his diary in the blog when he won the Indonesian Blog Award. Radith also won in the award titled The Online Inspiring Award 2009 from Indosat. From that experiences, he printed (print out) of his writings in his blog and then he offered the printed manuscript to several publishers to be printed as a book. At first, many refused, but then when he came to Gagasmedia, a book publisher, the manuscript was accepted, although they had a presentation in advance.

Radit successfully becomes a writer because he stepped out of the mainstream. He appeared with a fresh new genre. What makes it is different from other writers is the idea of the name of the books is the name of animals that always he uses in his books. From the first book until recently, all the titles contain the name of the animal. For Radith, this is his selling point.

For Radith, as the writer, we have to have innovation. In fact, in the first few months, his first book was not too sold out. According Radith, this is the risk of entry in the new genre. Radith promoted the book by the blog that he managed later aggressively. He was also vigorous doing by word of mouth. Radith asked readers to take pictures with his first book, then sent to Radith. By this, it can be a marketing strategy that can manage the reader as the target market. According Radith, in writing, after the book was published, it doesn’t indicate that complete affairs. Later, marketing submitted to the publisher.

Instead, the writer should also be a marketer for his own book because the author is actually also an artist. A creative writer will make his book as a product which for him must be sold out in the market. Although in essence the book is not commercial item, but regard the book as a product that contains knowledge that is marketed. That is a thing that needs to be done at this time.

Being a successful writer does not mean there are no barriers. According Radith, the barrier is not only from the book industry, but also from things that are diagonal. That is, opponents of the book industry may not be another book industry, but the others industries that are not related at all, such as entertainment, food, and others. For example, if there is young person has 50.000 rupiahs, yet he would spend it for buying books. It could be used for watching movies in movie theater or buying fast food. And clearly, the book is not the primary choice.

For Radith, this is already common. All we need now are we must do creative something and act creatively . For him, the competition that exists is the key to have innovation.  The pressure of competitors may be the motivation to continue to provide new ideas and explore new capabilities.

Now, Radith is still continuing his study at the extension program of Faculty of Social and Political Sciences at the University of Indonesia. Radith is also a host in Provocative Proactive program, Metro TV. In addition, he is a director and a chief editor in a book publishing, Bukune.

The Books and the Comics

  1. (2005) – Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh.
  2. (2006) – Cinta Brontosaurus.
  3. (2007) – Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa.
  4. (2008) – Babi Ngesot.
  5. (2008) – Komik Kambing Jantan.
  6. (2010) – Marmut Merah Jambu.
  7. (2011) – Komik Kambing Jantan 2.
Books and Comics

 

Filmography

–       Cast                                    : Kambing Jantan: The Movie (2009).

–       Scenario Writer         : Maling Kutang (2009)

Filmography

Sources: Wikipedia and www.radityadika.com

*Kebetulan ini hari adalah hari ultah Raditya Dika. Ning ucapin Selamat ulang tahun buat Kk Dika. Semoga sukses selalu dalam karirnya dan tetap menciptakan karya-karya yang konyol, yang bisa buat tertawa ngakak sampe gak bisa napas *sadis. Hehehe…

Gud lak always, Kk Dika…

Posted in Blog

Re-build My Blog

Hey. Hey. Hey. Readers…

Ning cuma mau ngasih info aja niyh… Kalo Ning lagi coba-coba re-build blog Ning yang pertama, di ningsyafitri.blogspot.com. Silahkan aja visit and read articlenya, sapatau ada yang berminat mau ngebaca tulisan-tulisan Ning yang gak terlalu bagus untuk dibaca. Hehehe…